Sabtu, 20 Juli 2024

Terima Tiga Kloter Jemaah Haji, AHES Mulai Terapkan Sistem One Stop Service

Diunggah pada : 19 Mei 2024 23:15:40 81
Foto : Dok. Humas Kanwil Kemenag Jatim, Minggu (19/5/2024).

Jatim Newsroom – Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) mulai menerapkan sistem ‘One Stop Service’ (OSS) pada proses penerimaan Jemaah haji. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Abdul Haris, saat menerima kedatangan tiga kloter jemaah haji, yaitu kloter 33, 34, dan 35 yang hampir datang bersamaan, pada Minggu (19/5/2024). 

“Alhamdulillah, melalui koordinasi dengan seluruh stakeholder PPIH Embarkasi Surabaya, yakni UPT Asrama haji, Imigrasi, Kesehatan, dan Penerbangan, hari ini kita mulai menerapkan layanan OSS (One Stop Service). Setelah kita uji cobakan capaiannya luar biasa dan akan kita terapkan sampai kloter terakhir,” terang Haris, melalui pers rilis PPIH Embarkasi Surabaya. 

Lebih lanjut, Haris menjelaskan, ketiga kloter yang hampir datang bersamaan tersebut, untuk kloter 33 dan 34 datang dari Kabupaten Probolinggo, sedangkan kloter 35 merupakan gabungan dari Kabupaten Probolinggo dan Kota Surabaya.

Layanan OSS yang diberikan, dikatakan Haris, merupakan layanan satu atap kepada jemaah haji yang telah tiba di asrama haji. 

Pelayanan satu atap kepada jemaah haji, meliputi pemeriksaan kesehatan jemaah, penyerahan Surat Panggilan Masuk Asrama (SPMA) dan bukti lunas Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) kepada petugas PPIH di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, penyerahan kartu makan serta penempatan kamar jemaah, penyerahan gelang identitas, paspor, visa, boarding pass, serta penyerahan living cost atau biaya hidup selama di Tanah Suci.

Dengan penerapan layanan sistem OSS ini, Haris menuturkan, layanan perbekalan dan dokumen (living cost dan paspor) yang sebelumnya diberikan pada proses pemberangkatan, menjadi diberikan kepada jemaah ketika baru tiba di asrama haji. “Diharapkan melalui metode ini, semua proses akan berjalan lebih cepat dan efisien,” ujarnya.

Pada proses penerimaan kloter 33 dan kloter 34, diketahui, ada beberapa jemaah yang membawa magic com dan heater. Oleh petugas, magic com ini diamankan karena dilarang oleh Pemerintah Arab Saudi.

“Sebenarnya kalau dikemas sesuai standar dan disimpan di bagasi, tidak dilarang dalam penerbangan. Akan tetapi karena dikhawatirkan mengganggu keamanan dan kelancaran aliran listrik di hotel jemaah menginap, Pemerintah Arab Saudi melarang para jemaah membawa penanak nasi dan pemanas air listrik.  Selain itu, tahun ini para jemaah full memperoleh makanan dari panitia baik ketika pra maupun pasca Armuzna,” terang Haris, yang juga diketahui pris asal Gresik ini.

Haris menambahkan, para jemaah haji tahun 2024 ini tidak perlu khawatir tidak mendapatkan makanan karena mereka dijatah penuh. Selain penanak nasi, ditemukan juga beberapa jemaah haji membawa rokok lebih dari dua slop. “Para jemaah haji diizinkan membawa rokok dengan jumlah maksimal 2 slop atau sekitar 200 batang,” tambahnya.

Hingga kini, Haris menyebutkan, AHES telah memberangkatkan 32 kloter pada Minggu (19/5). Total 11.867 orang telah diberangkatkan, terdiri dari 11.707 jemaah dan 160 petugas atau sekitar 30 persen. Ia mengatakan ada 13 orang tertunda keberangkatannya di AHES. 

Delapan jemaah tertunda karena sakit adalah jemaah berasal dari kloter 8 asal Lamongan, kloter 12 asal Tuban, kloter 14 asal Surabaya, kloter 24 asal Kabupaten Malang, kloter 25 asal Ngawi, kloter 25 asal Surabaya, kloter 28 asal Kota Malang, dan kloter 32 asal Kabupaten Pasuruan. Sedangkan 5 orang lainnya adalah pendamping. “Semoga jemaah yang sakit segera diberikan kesembuhan,” harap Haris. (vin/s)

#PPIH Embarkasi Surabaya #Haji #jemaah haji #AHES #Haji 2024 #Berita Haji 2024 #Asrama Haji Embarkasi Surabaya