Rabu, 17 Juli 2024

Talkshow Radio SS , Kadiskominfo Jatim Bahas ‘Jatim Akses’

Diunggah pada : 25 Oktober 2023 15:02:13 32
Kadiskominfo Jatim, Sherlita (jilbab merah muda) saat menjadi narasumber talkshow di Stasiun Radio Suara Surabaya, Rabu (25/10/2023).

Jatim Newsroom – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur (Kadiskominfo Jatim), Sherlita Ratna Dewi Agustin, berkesempatan menjadi narasumber atau pembicara dalam talkshow ‘Merawat Bumi Majapahit’ di stasiun Radio Suara Surabaya (SS), Rabu (25/10/2023). Talkshow kali ini, membahas tentang ‘Jatim Akses’ yakni proses Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim)  dalam membangun infrastruktur pada pengembangan wilayahnya, sehingga dapat merata dirasakan masyarakat sampai perbatasan. 

Talkshow di Radio SS bertajuk ‘Jatim Akses’ tersebut, merupakan program siaran khusus Hari Jadi Pemprov Jatim ke-78. Selain Kadiskominfo Sherlita, ada dua narasumber lain yang diundang, yaitu Kadishub Jatim, Nyono, dan Sekdis PU Bina Marga Jatim, Arif Endro Utomo. Mereka memberikan penjelasan tentang kemudahan akses transportasi maupun fasilitas jalan umum bagi masyarakat.

Terkait Jatim Akses di Dinas Kominfo Jatim, Sherlita menjelaskan, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi publik di Jawa Timur terakses dengan baik. Diungkapkannya, dari data survei WA Sosial tahun 2023 menunjukkan sebesar 77% masyarakat Indonesia mengakses internet. Bahkan, data pemilik SIM Card sebesar satu setengah kali lebih banyak dari jumlah penduduk Indonesia. 

“Hal ini memungkinkan bahwa satu orang Indonesia bisa memiliki lebih dari satu SIM Card. Lalu, ada 60,4% dari total penduduk Indonesia itu aktif di media sosial. Nah, media sosial inilah yang harus kita manfaatkan dengan baik tidak hanya dari kuantitas tapi juga dari segi kualitas,” terangnya. 

Provinsi Jawa Timur sendiri, Sherlita mengungkapkan, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kemenkominfo RI, indeks literasi digital Jawa Timur saat ini 3,58 di atas rata-rata nasional yang sebesar 3,54. Dan Jawa Timur, termasuk dalam 10 provinsi dengan indeks literasi digital terbaik. 

“Sedangkan indeks masyarakat digital, Jawa Timur ini berada di angka 39,42 di atas rata-rata nasional yang sebesar 37,8. Yang terbaru, dari Dewan Pers tahun 2023 ini, Jawa Timur ada di angka 76,55 di atas nasional 71,57. Hasil ini bukan hanya kerja dari pemerintah, tapi hasil dari seluruh komponen masyarakat. Ibu Gubernur sering menyampaikan, no life behind, tidak boleh ada yang tertinggal harus maju bersama-sama dengan seluruh Kabupaten/Kota di seluruh Jawa Timur,” ungkap Sherlita. 

Meski begitu, kepada  masyarakat Sherlita pun mengingatkan agar punya 'Cabe' dalam bermedia sosial. “Kami di Pemprov Jatim itu sangat konsen terhadap layanan publik. Gubernur Khofifah juga sering mengingatkan bahwa ketika kita menggunakan media sosial harus punya ‘cabe’ yang merupakan akronim dari Cakap bermedia digital, Aman bermedia digital, B-nya itu Budaya bermedia digital dan E-nya Etis bermedia digital,” jelasnya. 

Terkait rencana penyatuan aplikasi single sign on yang bertujuan untuk meminimalisir banyaknya aplikasi di perangkat daerah Pemprov Jatim, Sherlita mengatakan, hal tersebut sudah ditindak lanjuti dari tahun 2022 kemarin. Dan saat ini sedang proses menyatukan beberapa aplikasi yang sudah dibuat oleh perangkat daerah di Pemprov Jatim. 

“Kita sebenarnya sudah punya superapp, tapi masih bisa hanya dipakai kalangan perangkat daerah dulu. Sudah ada 44 aplikasi dari perangkat daerah dan 3 aplikasi dari Kementerian/Lembaga, yaitu dari Kementerian Pendidikan, BKKBN, dan BMKG. Untuk meminimalisasi aplikasi ini sudah dilakukan dan atas perintah Ibu Gubernur maupun Pak Sekdaprov Jatim, sebagai koordinator SPBE, kami punya kurang lebih 800 sekian aplikasi sebelumnya, tapi setelah dilakukan pengurangan, sekarang tinggal sekitar 430 aplikasi,” kata Sherlita. 

Jika ada masyarakat yang ingin mengetahui dan bertanya mengenai informasi di Provinsi Jawa Timur, terutama di pemerintahan provinsinya, Sherlita juga menyampaikan, Dinas Kominfo Jatim punya layanan hotline 24 jam di nomor 1500117. 

“Jika informasinya dalam penguasaan kami, maka akan langsung kami jawab. Tapi kalau misalnya dengan OPD lain, nanti kami bantu sampaikan dan dalam waktu yang sesingkat mungkin kami sampaikan ke yang bertanya,” ujar Sherlita. 

Sherlita juga menuturkan, selain layanan hotline tersebut, Diskominfo Jatim juga punya beberapa layanan pengaduan lainnya, seperti SP4N LAPOR! dan PPID. 

“Kalau informasi-informasi lain yang sudah dilakukan oleh Pemeirntah Provinsi Jawa Timur, kami juga punya beberapa medsos. Seperti, Instagram itu ada dua @kominfojatim yang sampai saat ini kami sudah memposting 3.384 konten, dan IG @jatimpemprov itu sudah 1.598. Selain itu, juga ada Twitter dengan username sama @kominfojatim dan @jatimpemprov,” tuturnya. 

Untuk layanan publikasi, Sherlita mengatakan, Diskominfo Jatim juga ada website kominfo.jatimprov.go.id. “Itu semua adalah publikasi yang dilakukan OPD Pemprov Jatim dengan sangat masif. Terkait dengan data, kami juga ada website yang bisa diakses di opendata.jatimprov.go.id ,” pungkasnya. (vin/s) 

#jatim #Diskominfo Jatim #Kadis Kominfo Jatim #Kadiskominfo Jatim #Radio SS #akses