Kamis, 18 Juli 2024

Strategi Komunikasi Pemprov Jatim dengan Pemerintah Pusat Tangani Kemiskinan

Diunggah pada : 15 Maret 2023 16:54:25 192
Asisten I Setdaprov Jatim, Benny Sampirwanto (tengah berkacamata) saat menerima cindera mata dari Tim KSP yang berkunjung di ruang kerjanya yang bertempat di Kantor Gubernur Jawa Timur, Surabaya, Rabu (15/3/2023). Foto : Wahyu / JNR

Jatim Newsroom – Pemerintah Provinsi Jawa Timir melalui Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekdaprov Jatim, Benny Sampirwanto, menerima kunjungan Tim Kantor Staf Presiden (KSP), di ruang kerjanya, Rabu (15/3/2023). Kunjungan Tim KSP  bertujuan untuk menyusun strategi komunikasi terkait pengentasan kemiskinan ekstrem di masyarakat.

Dalam agenda ini dijelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memiliki beberapa strategi dalam menangani kemiskinan ekstrem. 

Sebelumnya, disparitas kemiskinan desa dan kota dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan perkotaan. Oleh karenanya strategi Gubernur Jawa Timur dalam menangani kemiskinan ekstrim, yaitu pertama,  fokus menangani kemiskinan di lingkungan pedesaan.

"Dan sekarang Alhamdulillah sudah mulai menyempit,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bappeda Jatim) Mohammad Yasin, saat mendampingi Asisten I.

Strategi kedua, mengurangi beban pengeluaran orang miskin. Artinya, pengeluaran yang harusnya ditanggung oleh orang miskin itu dialihkan ke negara khususnya Pemprov Jatim.

“Sehingga orang miskin bisa menggunakan uangnya untuk kebutuhan lain. Misalnya, Ibu Gubernur memberikan program PKH plus yang setiap tahun sebesar 2 juta bagi penerima PKH yang memiliki anggota rumah tangga usia 70 tahun ke atas,” terangnya.

Selain itu, Yasin menuturkan bahwa ada juga program elektrifikasi rumah tangga miskin ekstrem yang belum punya listrik. “Listriknya mereka dipasang Bu Gubernur gratis bahkan pulsanya selama satu tahun juga gratis. Jadi, beban pengeluarannya orang miskin itu sudah aman karena ditanggung biaya listriknya, pulsanya dan sebagainya,” tuturnya.

Yasin pun menerangkan, strategi yang ketiga ialah program pembangunan rumah tidak layak huni. “Ini juga dilakukan tindakan oleh Bu Gubernur untuk menunjang rumah tangga miskin ekstrem, supaya memiliki rumah layak huni dan sanitasinya juga dibantu,” ,” terangnya.

Lalu, Yasin juga menyebutkan strategi selanjutnya yakni peningkatan pendapatan. “Jadi orang miskin diberikan modal usaha kemudian mereka bisa berusaha untuk bisa meningkatkan pendapatannya,” sebutnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Kedeputian IV Bidang Informasi dan Komunikasi Politik Tim Kantor Staf Presiden, Heri Skatyanto, menyampaikan, bahwa maksud pihaknya melakukan kunjugan ini adalah untuk verifikasi lapangan dan menyusun strategi komunikasi terkait pengentasan kemiskinan ekstrem.

“Dari kunjungan ini banyak masukan yang kami dapatkan dari Pemprov Jawa Timur, kami terima kasih sudah disambut Pak Asisten I beserta jajarannya jadi masukan-masukannya itu akan kami sistematisasi dalam bentuk strategi komunikasi dan mungkin akan kami usulkan ke Tim Nasional  penanggulangan kemiskinan dan juga Bapak Kepala KSP,” kata Heri.

Heri berharap, dari kunjungan ini nantinya apa yang diinginkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo terkait nol persen kemiskinan ekstrem pada 2024 itu tercapai.

Sebagai informasi, agenda ini juga turut diikuti oleh Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Jatim Budi Raharjo, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur (DPMD Jatim) Budi Sarwoto, dan Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur (Dinsos Jatim) Alwi. (vin)

#pemprov jatim #Diskominfo Jatim #bappeda jatim #KSP