Senin, 6 Februari 2023

Sosialisasi BKKBN Jatim dan 1000 Days Fund Gunakan Poster Penting

Diunggah pada : 2 Desember 2022 14:37:30 151
Foto: dok. BKKBN Jatim

Jatim Newsroom -  BKKBN Jatim bersama 1000 Days Fund melakukan sosialisasi pencegahan stunting dengan menggunakan "Poster Pencegah Stunting atau disingkat Poster Penting". Kegiatan sosialisasi ini diawali di Kabupaten Pasuruan kemudian dilanjutkan ke kabupaten lainnya di Jawa Timur, mulai tanggal 1 hingga 16 Desember 2022.

"Sosialisasi dan edukasi ini merupakan bagian dari upaya pengurangan angka stunting nasional dan di Jawa Timur," ujar Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Maria Ernawati, di kantornya, Jumat (2/12/2022).

Sebagai Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting (KP3S) di Indonesia, kata Ernawati, BKKBN terus melakukan berbagai upaya agar target prevalensi angka stunting di Indonesia mencapai 14% di tahun 2024. Salah satunya melalui program Orientasi Poster Penting yang bekerjasama dengan 1000 Days Fund (Yayasan Seribu Cita Bangsa) yang akan dilakukan di lima provinsi pilot.

Poster Penting nantinya dilengkapi dengan barcode sebagai penanda persebaran poster. Dan setiap orangtua yang memiliki anak berusia di bawah 2 tahun nantinya diwajibkan untuk menempel Poster Penting dengan dibantu kader Posyandu ataupun bidan desa setempat. Selanjutnya, data pertumbuhan bayi mereka akan dipantau oleh kader ataupun bidan untuk mendeteksi keluarga dengan anak beresiko stunting.

"Harapannya, dari data yang terkumpul, kader dan bidan dapat segera menangani anak berisiko stunting dan melakukan pencegahan bersama orangtua, terang Erna.

Kordinator Bidang Latbang Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Sukamto, menjelaskan, salah satu prioritas kegiatan Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (RAN PASTI) adalah pelaksanaan pendampingan keluarga beresiko stunting, pendampingan semua calon pengantin atau calon pasangan usia subur, dan surveilans keluarga beresiko stunting oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK). TPK di Jawa Timur sendiri terdiri dari unsur bidan atau tenaga kesehatan, TP PKK dan kader KB yang berjumlah 93.729.

“Bekerja sama dengan 1000 Days Fund, BKKBN memberikan pelatihan atau orientasi Poster Penting (Poster Peduli Stunting) bagi para bidan TPK di seluruh Indonesia dengan uji coba di lima provinsi, yaitu Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa tengah, Jawa Timur dan Banten,” sebut Sukamto.

Untuk jumlahnya, sambung Sukamto, di Sumatera Utara sebanyak 500 orang bidan, Jawa Barat sebanyak 700 orang bidan, Jawa Tengah sebanyak 600 orang bidan, Jawa Timur sebanyak 700 orang bidan dan di Banten sebanyak 500 orang bidan. Dengan pembiayaannya, sharing anggaran antara BKKBN dengan 1000 Days Fund.

“Kegiatan ini dilaksanakan di Jawa Timur secara luring dimulai tanggal 1 hingga 16 Desember 2022. Dimana Kabupaten Pasuruan ini merupakan kegiatan orientasi poster pintar stunting perdana dan akan dilanjutkan di Kota Pasuruan besok pada tanggal 2 Desember 2022,” imbuhnya.

Sukamto menambahkan baik di Kabupaten maupun di Kota Pasuruan masing-masing akan melibatkan 20 orang bidan dimana wilayah kerjanya merupakan lokus Stunting. Setiap bidan mendapatkan 70 poster pintar yang diharapkan akan ditempelkan di rumah-rumah penduduk yang berisiko tinggi stunting.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Pasuruan, drg. Loemdini Pedjati Lajoeng, mengatakan di Kabupaten Pasuruan ada 24 kecamatan, 24 kelurahan dan 341 desa. Dimana dari 24 kecamatan tersebut ada 11 kecamatan dengan lokus stunting.

“Bidan yang hadir hari ini merupakan para manager TKP di 20 lokus stunting di 20 desa yang sudah terpilih di 11 kecamatan tersebut. Kami harapkan para manager TKP ini bisa mengikuti orientasi ini dan bisa segera dilaksanakan dengan benar di masing-masing wilayah kerjanya agar apa yang menjadi target angka prevalensi stunting di kabupaten Pasuruan bisa tercapai,” terangnya.(her/s)

#bkkbn #stunting