Minggu, 2 Oktober 2022

Rata-rata Impor Migas Berperan 25,59 Persen dan Nonmigas 74,33 Persen

Diunggah pada : 11 Agustus 2022 9:56:46 124
Sumber Foto: BPS Jatim

Jatim Newsroom – Rata-rata peranan impor migas dan nonmigas periode 2002-2021 mencapai 25,59 persen dan 74,33 persen per tahun. Selama kurun waktu tersebut, peranan impor migas terendah terjadi pada tahun 2020 sebesar 15,90 persen sedangkan peranan impor migas tertinggi pada tahun 2005 sebesar 39,27 persen.

Melansir laman resmi Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur (BPS Jatim) pada 11 Agustus 2022 dalam laporan “Statistik Impor Provinsi Jawa Timur 2021”, tercatat pola yang relatif sama terjadi pada perkembangan peranan impor non migas.

Tahun 2021 peran migas terhadap impor Provinsi Jawa Timur naik menjadi 22,17 persen dibandingkan tahun 2020 yang mencapai 15,90 persen. Sedangkan peran nonmigas turun menjadi 77,83 persen dibandingkan tahun 2020 yang mencapai 84,10 persen.

“Dominasi sektor non migas ini menunjukkan bahwa impor Jawa Timur mayoritas merupakan salah satu penggerak sektor perekonomian Provinsi Jawa Timur dan juga wilayah Indonesia bagian timur,” ujar Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan.

Dadang melanjutkan, sejak tahun 2015 peranan sektor migas mulai menurun, sedangkan nonmigas menguat. Kebijakan pemerintah tentang pengetatan impor migas menjadi salah satu penyebabnya.

“Penguatan impor nonmigas ini dapat menjadi indikasi perekonomian Jawa Timur semakin membaik. Karena naiknya nilai impor, khususnya impor barang baku dan barang modal menjadi salah satu penggerak industri Jawa Timur. Selain itu, ketika industri berjalan lebih lancar, maka roda perekonomian juga lebih baik,” pungkas Dadang. (idc/n)

#migas #impor #BPS Jatim #nonmigas