Senin, 22 Juli 2024

Puslatda Karate PON Jatim BerlatihTanding dengan Karateka Korsel

Diunggah pada : 10 Juli 2024 8:20:57 64
Ketua Umum KONI Jatim, Muhammad Nabil saat menyalami Karateka Jatim (dok Yuyun KONI jatim )

Jatim Newsroom- Atlet Karate Puslatda PON XXI Jatim mendapatkan kunjungan dari Timnas Karate Korea Selatan Selasa (9/7/2024) sore, untuk berlatih tanding di Dojo Karate FORKI Jatim, Jalan Kertajaya Indah, Surabaya. Dalam sparing yang di tandingkan yaitu kelas kumite, Jatim menurunkan sekitar 17 karateka dan tampil mendominasi.

Menurut Ketua Umum KONI Jatim, Muhammad Nabil mengatakan, uji coba ini untuk mengukur hasil training centre (TC). “Record-nya anak-anak tercatat sudah beberapa kali. Tingkat kemenangannya, prestasinya pada level apa lawannya,” katanya di tengah acara.

Ia menambahkan, ada kategori emas berdasarkan jejak sejarah, ada emas yang berdasarkan prediksi kita. “Prediksi ini berdasarkan tes fisik, terus dia punya jam terbang bertanding, ini menjadi penting. Karena jadi salah satu alat ukur prestasi mereka,” tambahnya.

Uji coba ini, sambung M Nabil, juga untuk mengukur hasil TC anak-anak, tapi kalau anak-anak yang ikut TC biasanya menjadi final. “Kalau seperti ini kan anak-anak sudah matang semua, baru kita putuskan. Ini bukan sebagai ajang seleksi, tetapi ajang ekspresi anak-anak untuk meningkatkan prestasi mereka. Berdasarkan fisik dan psikisnya yang penting,” timpalnya.

Sementara itu, Sensei Umar Syarif, pelatih karate Puslatda Jatim, mengatakan, kalau sparing dengan lawan level di bawah, medium. Maka hasilnya akan stagnan, tidak ada peningkatan. “Tapi dengan level tinggi satu tingkat, dua tingkat di atas kita, itu buat kita belajar. Nanti kita bisa adaptasi, ada improvement,” ujarnya.

Karenanya, ia berterima kasih kepada KONI Jatim, yang men-support latihan ke luar negeri, yakni agenda ke Kazakhtan. Yang mana saat ini, menjadi gudangnya karate. Karena mencetak sejarah, bisa juara dunia, juara olimpiade, dan lagi persiapan kejuaraan Asia di bulan September nanti. “Jadi menjadi momentum yang bagus sekali, kita tinggal kayak di olympic centre, selama September di situ, kita latihan dan sparing. Tadi saya bilang di lapangan 90 persen mental yang bertanding,” tuturnya.

Atlet Karate Puslatda PON XXI Jatim mendapatkan kunjungan Lawatan dari Timnas Karate Korea Selatan Selasa (9/7/2024) sore. (dok Yuyun KONI Jatim )

Selain itu, Sensei Umar juga ingin sharing dengan anak asuhnya, bagaimana semangatnya hingga usia 40 tahun masih mampu meraih medali emas PON. “Mudah-mudahan anak-anak bisa memberikan terbaik untuk Jawa Timur. Dan KONI Jatim sangat men-support semua cabang olahraga, bukan hanya karate. Kita butuh seperti itu,” ucapny

Ia mencontohkan skuad di luar negeri bisa mencapai top level. Karena setiap pekan, tiap bulan ada turnamen. Kalau di Indonesia, anggaran untuk latihan, dan hampir sedikit turnamen. “Orang yunior ke senior dalam setahun dia butuh 12 turnamen. Kita nggak punya turnamen, latihan terus. Bedanya mereka bikin program untuk kompetisi. Kalau kita untuk latihan, setahun hanya sekali saja turnamen. Bahkan, mungkin nggak ada.

“Makanya kita susah bersaing di tingkat Asia, karena Asia punya liga karate. Jadi nanti setelah TC di Kazakhstan itu kita cari turnamen di sekitar situ, kalau bisa ditambahkan waktunya. Supaya sepulang ke Tanah-air, masih fresh menghadapi PON,” jabarnya.

Sebab, ia khawatir kalau pulang awal kemampuan nanti turun lagi. Karena mindset di Indonesia berbeda dengan atlet luar negeri, yang tidak perlu disuruh latihan, dia latihan. “Main di PON tanggal 16-19, kalau pulang cepat bisa balik habitat, karena masalah komitmen latihan. Lihat temannya, nongkrong sana-sini, bisa turun. Jadi nanti pulang masih kondisi panas-panasnya,” tukasnya.

Terkait target KONI Jatim tiga emas, dia menegaskan, kenapa tidak. “Kita repot-repot latihan, ya masak nggak ada target. Harus ada kemauan dari atlet untuk mencintai dan mencapai itu. Seperti orang luar negeri, nggak ada uang, ya latihan karena cinta berbuat untuk kebanggaan diri sendiri.“Mudah-mudahan tim karate Jatim bisa memberikan all out yang terbaik. Dengan latihan di luar negeri bisa memberikan spirit, menambah performa, dan kepercayaan diri,” tandasnya.

Diketahui, Korea Selatan tandang ke Indonesia ini dalam rangka road show, nantinya akan ke Hongkong, ada training camp. Nah, Indonesia juga akan ke sana, karena jago-jago karate dari seluruh dunia berkumpul di Hongkong. “Manfaat Sparing ini untuk meningkatkan kepercayaan diri atlet, mental dan spirit. Kalau teknik hampir sama, tinggal cari momen kapan menyerang dan bertahan. Ini lewat banyak sparing dan turnamen,” pungkas Sensei Umar Syarif. (her/hjr)

#PON 2024