Sabtu, 20 Juli 2024

Program Gelora Cinta dan Satyangatra Sasar Ibu Hamil dan Balita Desa Gayam Kabupaten Mojokerto

Diunggah pada : 21 Juni 2024 11:14:16 27
Gerakan Pola Asuh Orang Tua Cegah Stunting Anak Balita (Gelora Cinta) dan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (Satyangatra). Sumber Foto: Diskominfo Kabupaten Mojokerto

Jatim Newsroom – Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus menggalakkan program Gerakan Pola Asuh Orang Tua Cegah Stunting Anak Balita (Gelora Cinta) dan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (Satyangatra). Kali ini, program tersebut menyasar ibu balita, ibu hamil, ibu usia subur serta calon pengantin Desa Gayam, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.

Mengutip laman Pemerintah Kabupaten Mojokerto (21/6/2024), Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati menerangkan program Gelora Cinta dan Satyangatra ini diinisiasi oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Perlindungan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto. Program ini dilakukan untuk mewujudkan keluarga sejahtera yang senantiasa menjaga kesehatan, terutama kesehatan anak demi mewujudkan generasi emas 2045.

Dalam sambutannya, Bupati Ikfina menjelaskan, dilaksanakannya program ini bertujuan untuk mencegah terjadinya stunting balita, sehingga Ia menilai, pentingnya pola asuh yang benar dalam merawat anak.

Sehingga sangat diperlukan pola asuh yang benar untuk memberikan kecukupan gizi terhadap anak, karena dampak stunting sendiri berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan yang berkurang 20 persen di bawah standar.

"Makanya, balita itu tidak boleh stunting. Soalnya nanti kalau stunting tidak cerdas besarnya. Otak kita itu dibentuk selesainya lima tahun, jadi kalau sudah lima tahun otaknya nggak tumbuh lagi," ujar Bupati Ikfina, di Balai Desa Gayam.

Untuk menanggulangi terjadinya stunting, Bupati Mojokerto juga mengimbau agar balita diberikan asupan yang cukup akan gizi.

"Maka, tidak boleh stunting, tidak boleh kurang gizi, supaya balita kita semuanya cerdas. Bagaimana caranya agar anak tidak kurang gizi, maka asupannya harus cukup," ujarnya.

Di akhir arahannya, Bupati Ikfina juga mengimbau agar para orang tua dapat menertibkan waktu makan pada anak.

"Anak-anak itu, lambungnya kecil tidak seperti kita. Jadi gimana maksudnya, kalau sebelum makan, minum air putih ya penuh perutnya. Jadi kalau dikasih makan sudah kenyang. Apalagi kalau diberi susu dan cemilan. Maka, biasakan tertib makan, sebelum makan setidaknya dua jam sebelum makan jangan dikasih makanan yang mengenyangkan," pungkasnya. (idc/hjr)

#stunting #Kabupaten Mojokerto #pola asuh