Rabu, 19 Juni 2024

POMOSDA Dukung Pengembangan Ekonomi Masyarakat melalui OPOP

Diunggah pada : 16 Juni 2022 17:11:55 134
Sumber Foto: Diskop-UKM Jatim

Jatim Newsroom – Pondok Modern Sumber Daya At-Taqwa (POMOSDA) telah melaksanakan Model Pengembangan Ekonomi Masyarakat melalui Program One Pesantren One Product (EKO-TREN OPOP) sejak Tahun 2019. 

POMOSDA telah melakukan pengembangan ekonomi masyarakat melalui alumni dan jemaah serta masyarakat sekitar. Saat ini, total binaan POMOSDA adalah sebanyak 4.215 orang dengan rincian 1.500 petani, 400 peternak kambing, 300 peternak ayam, 15 peternak sapi, dan 2.000 orang peternak lele yang tersebar di berbagai daerah. 

Daerah tersebut yaitu Nganjuk, Kediri, Tulungagung, Blitar, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, Ngawi, Magetan, Pacitan, Wonogiri, Yogyakarta, Magelang, Salatiga, Cirebon, Tasikmalaya, Bekasi, Tangerang, Banten, dan Bali.

“Wujud pengembangan ekonomi masyarakat melalui Program OPOP ada di POMOSDA. Hingga saat ini, kontribusi usaha pesantren ke pondok mencapai hampir 90%,” ujar Sekretaris Koppontren Taliati Jawatan POMOSDA, Irawan, Kamis (16/6/2022). 

Ia menjelaskan, kegiatan untuk mencetak enterpreneur dilakukan sejak para santri menjadi santri di POMOSDA melalui kegiatan Vocational Skills (VS) yaitu sebuah kegiatan pelatihan enterpreneur dalam kurikulum sekolah. 

“Di awal masuk pondok, ada tes untuk mengetahui bakat minat santri ke mana, mulai dari skill pertukangan, konstruksi bangunan, pertanian, peternakan, pangan, grafis, dan fotografi. Kurikulum ini mulai diterapkan pada tahun 2020 sehingga nanti setelah lulus dan menjadi alumni, maka para santri ini akan menjadi entrepreneur,” terang Irawan. 

Saat ini, lanjutnya, alumni telah banyak yang menjadi entrepreneur. Ada yang membuka usaha peternakan ayam, ternak kambing, pertanian anggur, dan sudah memiliki tenaga kerja sesuai potensi di wilayah masing-masing. 

Usaha yang dilakukan oleh alumni dan masyarakat terus dilakukan pendampingan oleh pesantren. Pesantren menjadi dasar di masyarakat sehingga menjadi filter untuk memberikan manfaat dan mensejahterakan masyarakat.

“Pendekatan yang dilakukan adalah pengajian kepada masyarakat, ngaji agama dan ngaji entrepreneur. Di pengajian tersebut, dilakukan juga bazar/pameran produk UMKM ditampilkan serta pelatihan entrepreneur,” jelas Irawan. 

Pembinaan yang telah dilakukan ke masyarakat, telah menjadikan usaha pesantren semakin berkembang dan memiliki berbagai produk unggulan salah satunya bonggol jagung dan daun talas kering yang sudah diekspor ke Jepang, Korea, Australia, dan Dubai.

Selain itu, beberapa masyarakat binaan berhasil menjadi entrepreneur sukses. Salah satunya adalah Pemilik Usaha Pertanian Pakem Japo yang menekuni usaha pertanian agro organik. Saat ini sudah memiliki perkebunan sendiri dan memiliki 3 orang tenaga kerja. 

“Begitu juga dengan Bapak Nur Kholik yang menekuni usaha budidaya lele. Awalnya hanya memilik 1 kolam. Saat ini sudah memiliki 40 kolam dan sudah memiliki kelompok binaan dan menjadi mitra Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ungkap Irawan.  

Sementara untuk ternak kambing dilakukan dengan pola pembinaan melalui pengadaan 1 kambing jantan dan 6 kambing betina dengan sistem bagi hasil. Saat ini, sudah memiliki beberapa mitra kerja sama. Pembinaan yang dilakukan melalui pelatihan mulai dari manajemen kandang, program-program budidaya hingga kerja sama dengan Timur Tengah sehingga saat ini masyarakat sudah berdaya. (idc/s)

#Diskop UKM Jatim #OPOP #enterpreneur #EKO-TREN