Kamis, 18 Juli 2024

PKA dan PKP Angkatan I Pemprov Jatim Tahun 2024 Dibuka

Diunggah pada : 15 Maret 2024 19:25:23 655
Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) dan Pelatihan Kepempinan Pengawas (PKP) Angkatan I Pemprov Jatim Tahun 2024, di Lt. 2, Ruang Sasana Wiyata Praja, BPSDM Jatim, Surabaya, Jumat (15/3/2024). Foto : Rafly / JNR

Jatim Newsroom – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mengadakan kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I dan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan I Tahun 2024. Pelatihan tersebut, secara langsung dibuka oleh Pj. Gubernur Jatim, Adhy Karyono, di Lt. 2, Ruang Sasana Wiyata Praja, BPSDM Jatim, Surabaya, Jumat (15/3/2024).

PKA adalah program pengembangan kompetensi yang ditujukan dalam rangka pemenuhan kompetensi kepemimpinan kinerja, untuk menjamin terwujudnya akuntabilitas penyelenggaraan tugas dan funsgi serta kewenangan jabatan administrator. 

Sedangkan PKP, adalah program pemenuhan kompetensi yang ditujukan dalam rangka pemenuhan kompetensi pelayanan, untuk menjamin terwujudnya akuntabilitas penyelenggaraan tugas dan fungsi serta kewenangan jabatan pengawas. Hasil atau produk akhir dari para peserta PKA maupun PKP adalah, aksi perubahan yang akan dimentori langsung oleh para kepala perangkat daerah masing-masing. 

Dalam arahannya, Pj. Gubernur Jatim Adhy Karyono menekankan kepada para peserta pelatihan, bahwa reformasi birokrasi berdampak merupakan acuan dalam membuat proyek perubahan. 

“Kebijakan kita yakni melaksanakan reformasi birokrasi berdampak yang menjadi acuan. Pelatihan ini merupakan diklat pimpinan yang mencetak para problem solver dan pembuat pembaruan dengan kreasi inovasinya. Selain itu, pelatihan ini merupakan bagian dari reformasi berdampak. Para peserta akan membuat proyek perubahan yang benar-benar memberi dampak langsung pada peningkatan layanan masyarakat,” tutur Adhy. 

Adhy menerangkan, melalui pelatihan ini para peserta dapat melakukan dan menerapkan reform atau pembaruan yang sebenarnya, dengan lebih baik pada berbagai sektor dan bidangnya masing-masing. “Kaitannya dengan reformasi ini apakah berdampak pada penanganan kemiskinan, kita tahu kemiskinan ekstrem di Jatim masih tinggi. Dengan pelatihan ini, peserta supaya bisa menerapkan reformasi birokrasi yang dapat memberikan kemudahan untuk investasi. Maka, bagaimana caranya supaya proyek perubahan bisa mengarah kepada kemudahan terhadap investasi,” terangnya. 

“Konteksnya bagian dari reformasi birokrasi yang berdampak itu, supaya semua proyek perubahan mengarah pada pengurangan kemiskinan ekstrem, meningkatkan investasi, mengurangi tingkat pengangguran, dan peningkatan proses digitalisasi,” sambung Adhy. 

Adhy berharap, supaya para peserta pelatihan PKA dan PKP Angkatan I ini, dapat menghasilkan proyek perubahan yang tidak hanya mengarah pada peningkatan pelayanan masyarakat saja, melainkan juga meningkatkan pendapatan bagi daerah. 

“Nah, lebih jauh lagi bukan hanya menggunakan anggaran tetapi juga bisa menghasilkan pendapatan. Maka ke depan harus ada prinsip efektif dan efisien yang perlu diberlakukan. Kalau memang memungkinkan, proyek perubahan itu mengarah membuat pelayanan publik yang bagus, tapi juga meningkatkan pendapatan bagi pemerintah provinsi,” ujar Adhy. 

Sementara itu, dalam laporannya Kepala BPSDM Jatim Ramliyanto menyampaikan, seluruh ASN Pemprov Jatim hendaknya merasa bersyukur dan berbangga, karena komitmen luar biasa dari Pj. Gubernur Jatim terhadap program pengembangan kompetensi ASN di Jatim yang diwujudkan melalui pengadaan pelatihan ini. “Terlebih lagi sejak terbitnya Undang-Undang Nomor 20 tahun 2023 tentang ASN yang mengamanatkan pengembangan kompetensi bagi ASN, tidak lagi menjadi hak melainkan kewajiban yang harus dilakukan secara terus menerus dan terintegrasi,” tutur Ramliyanto. 

Waktu pelatihan PKA, Ramliyanto memaparkan, pelatihan berlangsung hingga 7 Juni 2024 mendatang, dan terhitung selama 105 hari yang setara dengan 908 jam pelajaran dengan masing-masing jam pelajaran berdurasi 40 menit. Disebutkannya, peserta PKA sebelumnya telah memulai pembelajaran secara daring sejak tanggal 7 Februari 2024 lalu. 

“Sedangkan untuk PKP, pelatihan akan berlangsung sampai 7 Juni 2024 atau selama 104 hari, yang setara dengan 905 jam pelajaran dengan durasi 45 menit setiap pembelajaran. Sebelumnya, peserta PKP juga telah memulai pembelajaran secara online sejak 12 Februari 2024 lalu,” sebut Ramliyanto. 

Ramliyanto mengatakan, para narasumber atau pembicara pada PKA dan PKP berasal dari instansi pembina Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI), Kementerian/ Lembaga negara, pejabat pemerintah daerah, widya iswara, dan akademisi dari perguruan tinggi. 

Untuk menambah wawsan serta learning experience, Ramliyanto membeberkan, para peserta juga akan mengikuti visitasi atau studi lapangan. Dikatakannya, untuk PKA dan PKP angkatan I tahun 2024 ini, Lokus dari visitasi atau studi lapangan adalah di Pemprov Bali, yang akan dilaksanakan pada 25 - 8 Maret 2024. 

“Lokus visitasi PKA adalah RSUD Bali Mandara, Dinas Pendidikan dan Kepemudaan Olahraga Provinsi Bali, Badan Pendapatan Daerah Provinsi Bali dan Biro Organisasi Skretariat Daerah Provinsi Bali. Sedangkan untuk lokus visitasi PKP, yakni Bappeda Bali, Disbudpar Bali, Diskop UKM Bali, serta Dinas Penanaman Modal Provinsi Bali,” bebernya. 

Diketahui, dalam pembukaan kegiatan PKA dan PKP Angkatan I ini juga dihadiri oleh, 21 perangkat daerah lingkup Pemprov Jatim, Widya Iswara Wahid Wahyudi, dan para pejabat struktural maupun fungsional di lingkungan BPSDM Jatim. (vin/s) 

#pemprov jatim #BPSDM Jatim #Pelatihan Kepemimpinan Administrator #Pemerintah Provinsi Jawa Timur #PKA #PKP #PJ. Gubernur Jatim #Pelatihan Kepemimpinan Pengawas