Senin, 24 Juni 2024

Percepat Penurunan Stunting, Mojokerto Bina Tim Pendamping Keluarga

Diunggah pada : 29 Februari 2024 10:48:06 42
Pembinaan Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk membantu program penurunan angka stunting di Kabupaten Mojokerto. Sumber Foto: Diskominfo Kabupaten Mojokerto

Jatim Newsroom – Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berupaya dalam menurunkan kasus stunting di wilayahnya. Salah satunya, dengan melakukan pembinaan Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk membantu program penurunan angka stunting.

Mengutip laman Pemerintah Kabupaten Mojokerto (29/2/2024), Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati hadir dalam acara yang diikuti sedikitnya 170 peserta yang meliputi Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) se-Kecamatan Kutorejo. 

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, mengungkapkan, dalam menyukseskan percepatan penurunan stunting di Bumi Majapahit, maka TPK harus melakukan pemantauan dari calon pengantin (catin) hingga anak usia bawah dua tahun (baduta).

"Ibu ibu yang harus Anda pantau dan Anda dampingi ini siapa saja, calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas, baduta. Bayi diawasi hanya sampai usia dua tahun, kenapa hanya dua tahun? Karena periode emasnya itu sampai usia dua tahun, hanya saja fakta menunjukkan ternyata di atas dua tahun itu yang jatuh dalam kondisi stunting itu banyak," ujar Bupati Ikfina.

Selain itu, Bupati Ikfina juga menjelaskan, TPK harus memonitoring terhadap ibu-ibu hamil yang mengalami Kurang Energi Kronis (KEK) dan Risiko Tinggi (Risti). karena dua hal tersebut sangat berisiko ibu melahirkan bayi stunting.

"Total Bumil se-Kecamatan Kutorejo itu 862, yang KEK 83, yang Risti 267. Beda ya KEK sama Risti. Jadi kalau KEK itu dilihat dari status gizinya. Ibu hamil mengalami Risti karena salah satu indikatornya adalah tinggi badannya kurang dari 145 cm, kalau ibunya kecil pinggulnya juga sempit. Belum tentu ibu ibu yang Risti itu mengalami KEK. Yang Risti dan KEK ini perlu dipantau karena kemungkinan akan mengalami stunting bayinya," jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati Ikfina juga mengimbau, agar TPK juga melakukan pemantauan terhadap perkembangan bayi baru lahir hingga balita, agar bayi tersebut terhindar terjadinya stunting.

"Karena nanti anda bisa memonitor dari pertambahan berat badannya, pertumbuhannya, kalau kemudian bayi itu ditimbang. Kalau belum ditimbang tidak akan mengerti. Karena belum tentu bayi yang gemuk itu tidak stunting," tuturnya.

Bupati Mojokerto juga berpesan, agar bisa menyukseskan percepatan penurunan stunting, maka TPK harus bisa memastikan kecukupan gizi pada ibu dan bayi yang ada di wilayah masing-masing.

"Terakhir saya pesan, supaya tidak stunting dan supaya berat badannya naik sesuai grafik adalah satu adalah bagaimana kecukupan gizi, dan kedua adalah bagaimana imunisasi lengkap disertai dengan menjaga kebersihan supaya tidak berulang kali sakit," pungkasnya. (idc/s)

#stunting #Kabupaten Mojokerto #Tim Pendamping Keluarga