Minggu, 23 Juni 2024

Pemkot Mojokerto Terus Berantas Peredaran Barang Kena Cukai

Diunggah pada : 17 Mei 2024 16:53:41 12
Pj. Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro saat memberikan sambutan. Sumber Foto: Diskominfo Kota Mojokerto

Jatim Newsroom – Pemerintah Kota Mojokerto terus melakukan upaya pemberantasan peredaran barang kena cukai (BKC) ilegal. Salah satunya mengajak camat dan lurah untuk pro aktif mengawasi peredaran BKC ilegal.

Mengutip laman Pemerintah Kota Mojokerto (17/5/2024), Pj. Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro menyampaikan dengan pro aktif mengawasi peredaran BKC ilegal di Kota Mojokerto akan membantu meningkatkan penerimaan negara dari sektor cukai.

“Jangan tanya apa yang sudah negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang sudah kita berikan kepada negara,” ulasnya.

Menurut Mas Pj, pemberantasan peredaran BKC ilegal merupakan tugas bersama baik pemerintah maupun seluruh elemen masyarakat.

“Karena ini berhubungan dengan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), yang manfaatnya juga untuk masyarakat,” jelasnya.

“Yakni untuk meningkatkan otonomi daerah, mendukung pembangunan infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan,” paparnya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 215/PMK.07/2021 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi DBHCHT disebutkan bahwa alokasi DBHCHT terbagi untuk beberapa bidang.

Dengan ketentuan 50 persen untuk bidang kesejahteraan masyarakat, 10 persen untuk bidang penegakan hukum, dan 40 persen untuk bidang kesehatan.

“Saya berharap kegiatan ini bisa dilaksanakan dengan baik, saya ingin Kota Mojokerto bisa terus tumbuh, berkembang, berdampak dan nawaitunya bagaimana masyarakat semakin sejahtera, bahagia,” pungkasnya. (idc/s)

#Kota Mojokerto #barang kena cukai