Selasa, 23 April 2024

Pemkab Mojokerto Terus Imbau Masyarakat Cegah Stunting

Diunggah pada : 22 Februari 2024 14:07:10 21
Program Tilik Deso Mirsani Masyarakat (Bulik Soima) di Kabupaten Mojokerto. Sumber Foto: Diskominfo Kabupaten Mojokerto

Jatim Newsroom – Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus menggelar program Tilik Deso Mirsani Masyarakat (Bulik Soima). Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengimbau para warga yang hadir untuk mencegah terjadi stunting karena akan menyebabkan kecerdasan balita mengalami penurunan hingga di bawah standar.

"Stunting itu berkaitan dengan tingkat kecerdasan balita, jadi kalau kemudian balita ada yang stunting yang terjadi adalah ketika dewasa kecerdasannya akan di bawah standar. Jadi kecerdasannya di bawah 20% yang merupakan standarnya. Maka tidak boleh stunting," jelas Bupati Ikfina di Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

Mengutip laman Pemerintah Kabupatan Mojokerto Kamis (22/2/2024), Bupati Ikfina juga menyampaikan perlu adanya pengecekan terhadap balita agar para orang tua dapat mengetahui kondisi anaknya.

"Jadi balita perlu dilakukan pengecekan di puskesmas, di puskesmas nanti di timbang, diukur tinggi badannya, berat badan, dan lingkar kepalanya. Jika kemudian berat badannya kurang, di bawah grafik hijau maka ini adalah tanda dari stunting," ujarnya.

Bupati Mojokerto juga menjelaskan untuk cara pencegahan agar balita tidak mengalami stunting yaitu, diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan selanjutnya diberikan makanan pendamping ASI.

"Kemudian kalau sudah lahir harus diberikan ASI eksklusif sampai usia 6 bulan. Jadi sampai 6 bulan dikasih ASI eksklusif dan selanjutnya dikasih makanan pendamping ASI. Supaya tidak stunting, makanan pendamping ASI untuk balita itu harus mengandung zat pembangun," tuturnya. (idc/hjr)

#stunting #Kabupaten Mojokerto #Bulik Soima