Senin, 15 Juli 2024

Pemkab Mojokerto Terus Galakkan Program SEHATI dan SEJOLI

Diunggah pada : 5 Juni 2024 15:30:13 30
Pelaksanaan SEHATI dan SEJOLI di Kabupaten Mojokerto. Sumber Foto: Diskominfo Kabupaten Mojokerto

Jatim Newsroom – Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berupaya untuk menurunkan angka stunting di wilayahnya. Hal tersebut dilakukan oleh Bupati Ikfina untuk mewujudkan generasi muda yang cerdas. Sehingga Ia terus menggalakkan program Selasa Sehat Turunkan Stunting, AKB, dan AKI (SEHATI) dan Selasa Sehat Jaga Lansia Mandiri (SEJOLI).

Mengutip laman Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Rabu (5/6/2024), Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengatakan kali ini, pelaksanaan SEHATI dan SEJOLI yang menyasar para ibu hamil dan lansia tersebut berlangsung di Pendopo Desa Mojorejo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

Pada kesempatan itu, Bupati Ikfina juga menyerahkan alat Antropometri kepada Kepala Desa Mojorejo Zainurul Huda yang didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, dr. Ulum Rokhmat, Kepala DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto, Sugeng Nuryadi, dan jajaran Forkopimca Pungging.

Bupati Ikfina mengungkapkan, penyebab utama terjadinya bayi stunting yaitu kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, sehingga dapat menyebabkan pertumbuhan otak bayi mengalami penurunan.

"Kalau anak balita ini stunting maka kecerdasan anaknya akan 20% di bawah standar. Karena proses pembentukan otaknya ini sampai usia 5 tahun. Jadi kita harus menjaga anak kita sampai usia tersebut," ucap Bupati Ikfina.

Bupati Ikfina juga menjelaskan, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya lahir bayi stunting ialah menjaga dan mencukupi gizi ibu selama mengandung.

"Tandanya lingkar lengannya catin dan ibu hamil tidak boleh kurang dari 23,5 cm. Kalau kurang dari 23,5 namanya kurang gizi," jelasnya.

Selain itu, memberikan ASI eksklusif hingga 6 bulan kepada bayi yang baru lahir juga dapat mencegah terjadinya penyakit, mendukung perkembangan otak serta fisik, meningkatkan sistem imun, serta mengurangi risiko alergi dan penyakit kronis.

"Pada saat sudah melahirkan, anak juga harus mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan, jadi tidak boleh dicampuri makanan maupun minuman apapun. Kemudian diberi makanan pendamping ASI, jadi ASI diberikan dan diberi makanan pendamping ASI sampai umur 2 tahun," ujarnya.

Lebih lanjut, terkait makanan pendamping ASI, Bupati Mojokerto mengatakan, sebagai orang tua harus memberikan makanan yang kaya akan protein dan zat pembangun untuk mencegah terjadinya bayi stunting.

"Zat pembangun ini salah satu dari telur, ayam, ikan, daging, dan susu," ucapnya.

Sementara itu, terkait SEJOLI Bupati Ikfina juga meminta kepada seluruh lansia untuk selalu menjaga dan rutin untuk memeriksa kesehatannya.

"Saya minta tolong dijaga kesehatannya, dan yang penting mandiri, kemana-mana itu bisa sendiri. Jangan lupa rutin periksa nanti ya, yang penting itu sehat dan mandiri," pungkasnya. (idc/hjr)

#stunting #Kabupaten Mojokerto