Senin, 3 Oktober 2022

Pemkab Lamongan Beri Pelatihan SDM Pada 153 Pegiat Desa

Diunggah pada : 9 Agustus 2022 20:39:57 49

Jatim Newsroom – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus melakukan penggalian potensi desa serta peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), salah satunya dengan memberikan pelatihan peningkatan kapasitas mandiri pada 153 anggota Asosiasi Pegiat Desa Indonesia (APDI) Lamongan di Aula Gajah Mada, Lt. 7 Kantor Pemkab Lamongan, Selasa (9/8).

Melalui pers rilis Diskominfo Lamongan, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mendorong pendamping desa untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah melakukan pendekatan Akronimtis. "Hal ini untuk menuju perencanaan dan pelaksana pembangunan desa yang tematik, holistik, integrasi, dan spasial atau yang biasa kita sebut dengan pendekatan akronimtis," tutur Bupati Yes

Saat ini, terdapat 97 desa bertatus mandiri di Lamongan, dengan 189 berstatus maju, dan 176 berstatus desa berkembang. Melihat masih banyaknya desa yang belum berstatus mandiri, Pemkab Lamongan terus mendorong Pemerintah Desa untuk menjadi sistem pemerintahan yang regional, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

"Kalau sudah mencapai ciri-ciri itu dapat dikatakan pemerintahan yang moderen. Dan yang paling penting adalah Akuntabel atau terukur, semuanya itu ada ukurannya atau ada indikatornya, jadi tidak semata-mata dikatakan desa maju, tapi tidak ada ukurannya," terang Bupati Yes

Adanya pelatihan ini merupakan upaya Pemkab Lamongan untuk mewujudkan desa-desa mandiri di Kabupaten Lamongan. Sesuai dengan UU No 6 tahun 2014 tentang desa, yang menjadi pembuka jalan untuk kebangkitan desa di Indonesia termasuk Kabupaten Lamongan.

Dengan mengambil tema "Penyelarasan Program Pembangunan Desa dan Nasional", Ketua APDI Kabupaten Lamongan Iskandar mengatakan, harus ada keselarasan antara pemerintah pusat dengan desa. "Kita seluruhnya harus menyelaraskan program-program dari pusat hingga desa," pungkas Iskandar.

Selain itu, Pemkab Lamongan juga terus berupaya menuju manajemen pemerintahan yang moderen dan berstandar internasional. Terlebih, kata Bupati Yes, adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, harus diseiringi dengan  peningkatan pola-pola perkembangannya.

"Dengan membentuk pendamping-pendamping yang kompeten, terus mendampingi, serta membersamai desa dan memanfaatkan teknologi informasi untuk mencapai tujuan SDGs," kata Bupati Yes

Sebagai tenaga pendamping profesional, menurut Bupati Yes, peningkatan kapasitas dan kapabilitas merupakan hal penting.

"Momentum ini merupakan hal yang sangat penting dan pemerintah akan mendukung langkah-langkah setrategis pendampingan desa. Dan ketika ini berhasil tentu dapat meningkatkan layanan publik yang nantinya untuk mengatasi kesenjangan dan ketahanan sosial budaya masyarakat desa," jelas Bupati Yes

Menurutnya, esensi ketahanan sosial yaitu masyarakat desa yang saling gotong royong dan berpadu. "Kita terus menumbuhkan sosial dan budaya gotong royong di masyarakat seperti kita melakukan peliharan, memberikan dorongan untuk menjadi desa mandiri," ujarnya.(vin/s)

#lamongan