Senin, 22 Juli 2024

Pekan Glaukoma Sedunia, RSUD Haji Edukasi Lansia Pentingnya Jaga Kesehatan Mata

Diunggah pada : 16 Maret 2023 20:49:54 156

Jatim Newsroom – Pekan Glaukoma Sedunia diperingati setiap tahunnya pada minggu ke dua bulan Maret. Pada tahun ini, Pekan Glaukoma Sedunia jatuh pada tanggal 12-18 Maret 2022. Untuk memperingatinya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji Provinsi Jawa Timur mengadakan kegiatan edukasi dan promosi kesehatan bertajuk ‘Don't Let Glaucoma Steal Our Sight Save Your Sight’ mulai Minggu sampai Sabtu (12-18/3/2023), di Posyandu Lansia Barokah, Kelurahan Klampis Ngasem, Surabaya.

Kegiatan ini merupakan suatu kemitraan kerjasama lintas sektor antara RSUD Haji Provinsi Jawa Timur dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dan Puskesmas Jejaring, salah satunya Puskesmas Kalmpis Ngasem. Kegiatan diikuti sebanyak 50 orang, dengan narasumber edukasi, Dokter Spesialis Mata, dr. Ululil Chusaida Wanudyahati., SpM.

Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya para lansia tentang pentingnya menjaga kesehatan mata, serta mencegah glaukoma yang dikenal sebagai pencuri penglihatan karena rusaknya sel saraf mata. 

dr. Ululil menjelaskan, Glaukoma merupakan suatu penyakit pada saraf mata yang dapat menyebabkan kelainan lapang pandang dan bisa berakhir dengan kebutaan yang bersifat permanen. Diterangkannya, gejala pada Glaukoma ini terbagi menjadi dua yakni Glaukoma Akut dan Glaukoma Kronis.

“Pada Glaukoma Akut, gejalanya berupa mata merah, penglihatan menurun, nyeri pada mata dan sekitarnya secara mendadak, serta mual dan muntah. Sedangkan pada Glaukoma Kronis, gejalanya meliputi rasa tidak nyaman atau pegal-pegal di mata, jalan sering tersandung dan menabrak benda sekitarnya, serta mata tidak merah,” terangnya.

Menurut dr. Ululil, orang yang lebih berisiko mengidap Glaukoma ini adalah apabila orang yang sudah berusia 40 tahun ke atas, terdapat riwayat keluarga yang juga pernah mengalami Glaukoma, Diabetes Militus, Miopia atau rabun jauh, Hipermetropia atau rabun dekat, katarak, penggunaan obat-obat steroid, serta trauma mata pasca menjalani operasi.

“Pencegahan yang dapat dilakukan agar tidak terkena Glaukoma pada mata adalah dengan memeriksakan mata secara berkala ke dokter spesialis mata terutama jika berusia 40 tahun, dan kontrol secara teratur bagi penderita Glaukoma,” ujarnya.

dr. Ululil pun menganjurkan, jika sudah didiagnosa Glaukoma pada mata, maka beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menanganinya ialah, obat-obatan yang bertujuan untuk menurunkan tekanan bola mata yang digunakan secara teratur guna mencegah kerusakan saraf mata lebih lanjut.

“Selain itu juga, dilakukan operasi atau laser yang bertujuan untuk menurunkan tekanan bola mata dengan membuat saluran baru,” pungkasnya. (vin/s)

#RSUD #RSUD Haji