Selasa, 23 Juli 2024

Menyoal Sampah Plastik, Tim Unair Raih Juara 2 Sebelas Maret Business Plan

Diunggah pada : 29 November 2023 12:12:41 13
Tim Universitas Airlangga (Unair) baru saja mendulang prestasi membanggakan di kancah nasional. Mereka adalah Rosid Hidayat dari FKH, Antonius Bimo Widhianto dari FEB, dan Ganjar Sidya Arcana dari FKp. Mereka berhasil meraih juara II Kategori Service Innovation dalam Sebelas Maret Business Plan Competition.

Jatim Newsroom – Tim Universitas Airlangga (Unair) baru saja mendulang prestasi membanggakan di kancah nasional. Mereka adalah Rosid Hidayat dari FKH, Antonius Bimo Widhianto dari FEB, dan Ganjar Sidya Arcana dari FKp. Mereka berhasil meraih juara II Kategori Service Innovation dalam Sebelas Maret Business Plan Competition.

Tim yang bernamakan Turbo itu mengusung sebuah inovasi bertajuk EasyKostan: Refill System untuk Memutus Rantai Pembuangan Sampah Plastik dari Skala Lingkungan Tempat Tinggal Mahasiswa di Kota Surabaya. Ide itu tercetus karena kekhawatiran mereka terhadap isu lingkungan, terutama persoalan sampah plastik.

Bimo selaku perwakilan tim mengatakan bahwa aplikasi EasyKostan hadir untuk membantu mahasiswa rantau. Berdasarkan data dari BPS dan Dinas Lingkungan Kota Surabaya, mahasiswa yang tinggal di indekos atau apartemen menjadi agen terbesar penyumbang sampah plastik di Kota Surabaya. Per tahunnya, mereka bisa memproduksi 578.196 ton sampah plastik. Selain itu, jumlah mahasiswa baru per tahun di Kota Pahlawan itu dapat mencapai 40 ribu.

“Dari masalah itu, kami menginisiai aplikasi yang menyediakan jasa refill untuk kebutuhan rumah atau kos bernama EasyKostan. Harapannya, ide ini bisa menjadi upaya untuk mencegah peningkatkan jumlah sampah plastik di Surabaya,” terangnya, Rabu (29/11/2023).

Mahasiswa prodi Ekonomi dan Pembangunan itu mengatakan bahwa EasyKostan dapat memberikan kemudahan bagi para pelanggan karena seluruh sistem transaksi berlangsung secara online. Dengan demikian, para pelanggan dapat melakukan transaksi dengan instan dan fleksibel.

Tidak hanya itu, EasyKostan juga mengimplementasikan konsep isi ulang kepada seluruh penjualan produk. Para pelanggan wajib menyediakan botol yang nantinya akan diisi oleh kurir. Dengan menggunakan konsep tersebut, maka penggunaan sampah plastik dapat terminimalisasi.

“Aplikasi ini juga memungkinkan pelanggan untuk mengumpulkan plastik dan botol bekas yang nantinya akan didaur ulang supaya tidak menjadi limbah,” ucap Bimo.

Lebih lanjut, Bimo percaya inovasinya itu dapat berkontribusi dalam mewujudkan poin SDGs poin 12 yaitu konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Ia berkata, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan, semua orang harus menyadari pentingnya lingkungan.

“Inovasi kami akan turut menyukseskan program pembangunan berkelanjutan dengan menyediakan opsi belanja ramah lingkungan yang bermanfaat bagi mahasiswa perantau yang tinggal di Kota Surabaya. Selain itu, inovasi kami juga turut membantu konsumen untuk menggunakan barang-barang cepat pakai secara bijaksana tanpa mengotori lingkungan,” jelasnya.

Terakhir, Bimo berpesan kepada mahasiswa lainnya untuk dapat saling berkolaborasi dan tidak berpaku pada bidang keilmuan masing-masing ketika mengikuti perlombaan. Menurutnya, kolaborasi antar keilmuan dapat membuka wawasan yang lebih luas sehingga tercipta berbagai ide brilian untuk mengatasi permasalahan.

“Kolaborasi keilmuan sangat penting bagi mahasiswa. Selain itu, jika ingin mengikuti lomba, kita harus berupaya dengan sungguh-sungguh, jangan hanya mengandalkan niat. Dengan berusaha, peluang kita untuk menang akan makin besar,” tutup mahasiswa asal Jakarta itu. (mad/hjr)

#unair