Kamis, 1 Desember 2022

Launching Selantang dan SOTH di Bondowoso, Arumi Optimis Peningkatan Kualitas Hidup Berkualitas Dapat Terwujud

Diunggah pada : 19 September 2022 15:35:26 59
Ketua TP PKK Prov. Jatim Arumi Bachsin saat menghadiri diluncurkannya Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) dan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) di Pendopo Kab. Bondowoso, Senin (19/9/2022).

Jatim Newsroom – Ketua TP PKK Prov. Jatim Arumi Bachsin memberi apresiasi atas diluncurkannya Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) dan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) di Pendopo Kab. Bondowoso, Senin (19/9/2022). 

Dalam sambutannya, Arumi mengatakan, keberadaan Selantang maupun SOTH ini merupakan implementasi dari terwujudnya wanita-wanita tangguh di Jawa Timur. Kegiatan ini diyakini dapat mewujudkan peningkatan kualitas hidup lebih baik di Bondowoso.

"Selamat kepada Pak Bupati Bondowoso bisa melaunching Selantang maupun SOTH secara langsung dan memberi dukungan penuh. Apa yang kita launching ini merupakan strategi untuk meningkatkan kualitas hidup lebih baik utamanya di Kab. Bondowoso," ungkapnya. 

Arumi menjelaskan, bahwa setiap manusia memiliki beberapa fase kehidupan yang akan dilaluinya sepanjang hayat. Fase kehidupan manusia pertama dimulai sejak masa konsepsi dalam kandungan dan fase kehidupan terakhir yakni masa lanjut usia (lansia). 

"Kita semua berharap bahwa semua masyaarakat akan dapat melalui semua fase kehidupan dengan baik sehingga mampu mencapai masa tua yang bahagia," jelasnya. 

Menurutnya, dari peran orang tua yang hebat diyakini akan melahirkan generasi yang hebat pula. Orang tua merupakan guru, pendidik dan role model  yang pertama dan utama. Kualitas pemgasuhan sangat menentukan kualitas generasi penerus yang dilahirkan oleh satu keluarga. 

Arumi menyatakan, bahwa memcetak para orang tua yang cerdas dan terampil dalam pendampingan dan pengasuhan tumbuh kembang pada anak menjadi langkah strategis guna merencanakan serta melahirkan generasi penerus yang berkualitas. Langkah-langkah yang strategis itulah yang berperan mencegah bayi baru lahir stuntung. 

"Dari terciptanya generasi yang hebat itulah penurunan stunting bisa ditekan dan diturunkan di Kab. Bondowoso," imbuhnya. 

Saat ini, lanjut Arumi, peningkatan jumlah penduduk lansia memiliki dampak positif maupun negatif terhadap sosial ekonomi baik dalam keluarga, masyarakat, maupun negara. Dampak ini bergantung dari seberapa baik kehidupan para lansia dipersiapkan. 

Keluarga, tambah Arumi, berperan penting dalam mewujudkan kualitas kehidupan yang baik bagi para lansia karena keluarga merupakan salah satu support system utama bagi setiap manusia. 

Pemahaman dan keterampilan yang mumpuni bagi setiap pendamping lansia dalam keluarga akan membantu para lansia untuk mencapai dimensi lansia yang tangguh secara spiritual, emosional, fisik, intelektual, sosial kemasyarakatan, lingkungan dan profesi vokasional. 

"Selantang ini merupakan salah satu inovasi implementasi konsep belajar sepanjang hayat , bahagia sepanjang waktu melalui pembiasaan berfikir dan berperilaku positif serta beradaptasi dengan perkembangan IPTEK sesuai kemampuan masing masing," tegasnya. 

Terkait persoalan stunting di Bondowoso, Arumi juga berupaya berkontribusi melalui berbagai dukungan program melalui sinergitas maupun kerjasama dengan berbagai pihak. Difahami, bahwa persoalan stunting merupakan persoalan yang membutuhkan dukungan 

"Stunting yang cukup tinggi di Kab. Bondowoso, kami terus berupaya untuk terus menurunkan angka stunting lewat berbagai program produktif. Kab. Bondowoso tidak bisa sendiri menyelesaikannya melainkan dengan bersama sama menyelesaiakannya persoalan stunting," ujarnyam 

Bupati Bondowoso H. Salwa Arifin mengungkapkan bahwa adanya selantang maupun SOTH ini akan memberikan semangat dan motivasi kepada para lansia maupun orang tua hebat untuk mencetak generasi hebat dan prosuktif.

Diakui, kemajuan pembangunan tak lepas dari kontribusi nyata dari para peran orang tua menyiapkan generasi hebat dan lansia. Kegiatan ini adalah langkah nyata bagi terciptanya pembangunan terbaik di Kab. Bondowoso. 

Bupati menegaskan, sebagai orang tua harus memiliki tiga hal untuk mencetak generasi yang berkualitas. Maka, orang tua harus memiliki tiga hal yakni asah asih dan asuh. 

"Peran orang tua tidak lepas dari tiga hal yakni asah asih dan asuh. Orang tua harus bisa merawat dan menyayangi seorang anak dengan tulus. Ini bukanlah hal yang mudah, tentunya dalam membentuk orang tua hebat diperlukan upaya maupun langkah hebat guna menciptakan generasi yang hebat pula," ungkapnya. (non)

 

#Ketua TP PKK Jatim #Arumi Bachsin dardak #SOTH