Senin, 22 Juli 2024

Komisi E DPRD Jatim Apresiasi Program Gagasan ‘IKI Jawa Timur’ Sebagai Strategi Ketahanan Resesi di Tahun 2023

Diunggah pada : 24 November 2022 19:35:01 208
Anggota Komisi E DPRD Jatim, Hadi Dediyansah (dua dari kanan) saat menjadi narasumber dalam acara talkshow 'Ketahanan Resesi Tahun 2023 dengan Program IKI Jawa Timur’ di di Hotel Ibis Style Surabaya, Kamis (24/11/2022). Foto ; Sugeng JNR Diskominfo Jatim

Jatim Newsroom – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Hadi Dediyansah mengapresiasi gagasan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang mengeluarkan program Inisiatif- Kolaboratif- Inovatif (IKI) Jawa Timur, karena program IKI Jawa Timur tersebut bisa menjadi strategi yang membuat Jawa Timur lebih siap dibandingkan skala nasional dalam menghadapi resesi di tahun 2023 mendatang.

Hal itu disampaikannya pada acara talkshow bertema ‘Ketahanan Resesi Tahun 2023 dengan Program IKI Jawa Timur’ yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika  (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan organisasi Arek Suroboyo Bergerak (ASB) di Hotel Ibis Style, Surabaya pada Kamis (24/11/2022).

“Ya tentunya terkait dengan ketahanan resesi di 2023, kami memberi apresiasi terhadap Bu Gubernur Khofifah yang sudah mengeluarkan jargon IKI Suroboyo, atau IKI Jawa Timur. Bahwa persiapan Jawa Timur itu lebih siap dari skala nasional karena inisiasi itu muncul dari gagasan pemerintah itu sendiri,”ujar Hadi Dediyansah yang biasa dipanggil Dedi itu.

Lebih lanjut Dedi mengatakan, pemerintah melakukan kolaborasi dengan kalangan pengusaha, maupun dengan masyarakat. Kemudian kolaborasi ini membentuk suatu rangkaian agar muncullah yang namanya inovasi. Inovasi dalam konteks perekonomian, atau tata keuangan melalui bank – bank daerah seperti Bank Jatim, maupun Bank UMKM yang merupakan penopang antisipasi resesi di tahun 2023.

“Tentunya Jawa Timur lebih siap dari pada daerah – daerah lain karena jelas ini adalah antisipasi yang memang harus dikeluarkan sejak dini jangan sampai resesi 2023 muncul masyarakat Jawa Timur terutama pemerintahannya belum siap. Nah tentunya ini suatu yang luar biasa dari pemerintah Jawa Timur kami memberi apresiasi khusus,” kata Dedi.

Hal ini menyimpulkan bahwa dari segi strategi pemerintah sudah sangat siap untuk menghadapi resesi di tahun 2023. Sedangkan dari segi masyarakat, Dedi menjelaskan bahwa masyarakat Jawa Timur itu kemandiriannya sudah teruji dari krisis – krisis dulu yang telah dialami, apalagi krisis yang terbaru disebabkan oleh pandemi Covid-19, sehingga dapat diyakini kalau masyarakat itu bisa mengantisipasi.

Selain Dedi talkshow juga dihadiri dua narasumber lainnya. Yakni,  pakar ekonomi dari Universitas Hayam Wuruk Surabaya, Muazaroh dan Ketua ASB, Diana Rosiana Samar. Acara talkshow diikuti sekitar 100 orang yang berasal dari berbagai organisasi masyarakat, yang terdiri dari organisasi Brigade Manguni Indonesia (BMI), Timor Indonesia Bersatu, STIE Perbanas, IPNU Jawa Timur, serta kalangan mahasiswa maupun kalangan masyarakat umum. (vin/n)

#dprd jatim