Jumat, 14 Juni 2024

Kominfo Jatim Bina KIM Berbasis Pesantren di Trenggalek

Diunggah pada : 22 November 2023 10:14:59 50
Narasumber dari Diskominfo Jawa Timur saat Sosialiasi Penguatan Peran dan Fungsi KIM sebagai Penggerak Informasi Masyarakat yang diikuti oleh para pengelola dan pengasuh ponpes di Trenggalek di Hotel Bukit Jaas, Selasa (21/11/2023).

Jatim Newsroom – Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur (Kominfo Jatim) terus berupaya membina dan membangkitkan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) yang berada di daerah-daerah. Salah satunya adalah komunitas pondok pesantren yang berada di Kabupaten Trenggalek.

Hal ini diungkapkan Pengelola Data Komunitas Informasi Masyarakat Dinas Kominfo Jawa Timur, Pungki Setiawan, mewakili Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur, saat menjadi narasumber pada kegiatan Sosialiasi Penguatan Peran dan Fungsi KIM sebagai Penggerak Informasi Masyarakat yang diikuti oleh para pengelola dan pengasuh ponpes di Trenggalek di Hotel Bukit Jaas, Trenggalek, Selasa (21/11/2023).

Dalam paparannya, Pungki menyatakan keberadaan KIM memiliki payung hukum berupa Peraturan Menteri Kominfo nomor 8 tahun 2019. Bahkan Permenkominfo tersebut akan segera direvisi untuk semakin menguatkan keberadaan KIM di tengah masyarakat dan struktur organisasinya.

“Dari Permenkominfo kita bisa jelas melihat fungsi dan peran KIM di tengah masyarakat. Baik dalam mengelola informasi, menjadi penyalur aspirasi sampai menyampaikan potensi-potensi wilayah dan komunitasnya kepada masyarakat agar bisa memunculkan nilai tambah dan tejadi pemberdayaan masyarakat,” urai Pungki.

Komunitas pesantren yang masih terus digarap oleh Pemprov Jawa Timur dengan program One Pesantren One Product (OPOP) akan sangat terbantu bila kemudian di wilayahnya terbentuk KIM. Sebab, dalam proses pemasaran tentunya membutuhkan publikasi. Hal ini akan bisa dilakukan dengan lebih baik ketika terdapat KIM di sebuah wilayah pesantren.

“Dengan keberadaan KIM maka ketika ingin belajar memotret atau mem-video produk sampai mempromosikan di medsos atau website, maka keterampilan untuk itu bisa didapat ketika ada KIM. Kok bisa? Ya KIM bisa mendapatkan bimbingan dan latihan dari Dinas Kominfo, baik di kabupaten/kota atau ke provinsi,” ungkapnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Trenggalek, Edif Hayunan Siswanto menyatakan, peserta sosialisasi yang merupakan pengelola atau pengasuh ponpes yang ikut program OPOP memang menjadi sasaran dalam pembentukan dan pembangkitan KIM di Kabupaten Trenggalek.

“Kita ingin mengawinkan dua program ini. Sehingga nantinya masyarakat akan lebih mudah dalam melakukan branding untuk ponpesnya dan produk serta jasa yang ditawarkannya,” ungkap Edif.

Menurutnya, hal ini adalah bentuk dari pemberdayaan masyarakat terutama di era digital yang semakin tidak terbendung lajunya. Belum lagi sebentar lagi dunia akan memasuki era industri 5.0 yang ditandai dengan penggunaan robot dan kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intelligence).

“Maka kita ingin kawan-kawan dari ponpes ini juga berkembang dan mengikuti kemajuan informasi,” tuturnya.

Ia pun berharap, dengan adanya KIM di komunitas santri maka akan ada edukasi dan literasi digital di kalangan pondok pesantren. Dengan demikian ponpes bisa menjadi benteng dari ancaman kemerosotan moral yang akhir-akhir ini muncul melalui media sosial dan internet. (dey-idc/s)

#KIM #kominfo jatim #Pesantren #pondok pesantren #Komunitas Informasi Masyarakat