Senin, 20 Mei 2024

Kolaborasi Diskominfo Jatim dan KKD, Ciptakan Ruang Digital Jelang Pemilu 2024

Diunggah pada : 11 Mei 2023 17:14:35 174
Kadis Kominfo Prov Jatim Sherlita RDA, pada kegiatan Talkshow Kopilaborasi dengan tema “Menciptakan Ruang Digital yang Sehat Menjelang Pemilu 2024, Hari Ini Kamis (11/5/2023). Foto : Audi Laksmana (JNR)

Jatim Newsroom -  Guna mengantisipasi dan menghadapi arus informasi hoax menjelang Pemilu 2024, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur bersama Komite Komunikasi Digital (KKD) Jatim, mengadakan talkshow Kopilaborasi dengan tema “Menciptakan Ruang Digital yang Sehat Menjelang Pemilu 2024”. Kegiatan yang juga bersinergi dengan  KPU Jatim dan Polda Jatim ini dilaksanakan di Hotel Mercure, Kota Malang, Kamis  (11/5/2023). 

Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas (Kadis) Kominfo Prov Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, sekaligus meluncurkan aplikasi klinikhoax.jatimprov.go.id. 

Kadis Sherlita mengatakan, media sosial kini menjadi sesuatu yang berpotensi sebagai ajang eksistensi menyampaikan sesuatu, apalagi mendekati Pemilu 2024. Saat ini tercatat jumlah pengguna internet di Indonesia tahun 2022 sebanyak 210 juta orang atau 76,3%  dari total 275 juta penduduk Indonesia.    

Besarnya pengguna internet tersebut, menurut Sherlita, harus menjadi perhatian untuk melakukan pengamanan ruang digital di Indonesia agar bisa menciptakan informasi yang bersih, sehat dan produktif.

"Dan kegiatan hari ini merupakan inisiasi bersama antara Dinas Kominfo Jatim dengan KKD Jatim, sebagai bentuk kepedulian dan peningkatan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran berita bohong, ujaran kebencian (hate speech) dan lainnya terutama menjelang Pemilu 2024," ujar Sherlita.

“Dalam kesempatan ini kami juga akan me-launching klinik hoax.  Sebenarnya klinik hoax ini sudah ada sekitar 2-3 tahun yang lalu dan nanti terus akan kami kembangkan. Siapapun silahkan untuk memanfaatkan ini sebagai bentuk sharing informasi, baik Perangkat Daerah dari Kab/Kota atau instansi yang lain. Klinik hoax ini sebagai bentuk antisipasi dan sebagai bentuk kepedulian kita semua untuk kemudian bersama-sama memerangi berita hoax,” tambah Sherlita.   

Ketua KKD Jatim, Arief Rahman, mengatakan, persoalan di ruang digital bukan hanya persoalan di Indonesia. Penetrasi internet yang sangat besar satu sisi menjadi berkah tapi di sisi lain juga banyak persoalan yang tidak kalah meresahkan. Era digitalisasi saat ini, informasinya luar biasa. 

lebih lanjut dikatakannya, menjelang 2024 yang merupakan tahun politik sangat diperlukan partisipasi publik untuk bisa membendungnya. Untuk mengantisipasinya, antara lain dengan literasi dan edukasi. Sedangkan langkah dan strategi  salah satunya dengan berkolaborasi bersama Diskominfo. Dan KKD ini merupakan lembaga kolaboratif pertama di Indonesia yang tujuannya memang untuk menghadapi banjir informasi. 

Komisioner KPU Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih  dan Partisipasi Masyarakat, Gogot Cahyo Baskoro, mengatakan, terkait dengan penciptaan ruang digital yang sehat memang menjadi perhatian KPU, karena sebagai penyelenggara pemilu harus melayani masyarakat, mengikuti animo dan atensi serta kemauan masyarakat seperti apa. 

“Di era digital kita menginginkan layanan yang cepat, mudah dan bisa diakses dari mana saja serta murah. Di setiap tahapan-tahapan sosial pemilu itu kita selalu memanfaatkan teknologi informasi, misalnya terkait pemutakhiran daftar pemilih. Masyarakat yang bisa mengecek langsung hanya apakah Namanya sudah terdafta atau belum hanya dengan memasukkan NIKnya saja,”ujarnya. 

Kepala Sub Bidang Multimedia Bidang Humas Polda Jatim, AKBP Yanuar Herlambang, mengatakan, kolaborasi wajib dilakukan bersama Diskominfo dengan KKD, Akademisi dan KPU. Saling sharing dengan memberikan literasi kepada masyarakat tentang adanya persiapan 2024 yang  mulai menghangat. 

“Dari kami ini untuk 2024 sudah ada wadahnya, dari cyber crime misalnya jika kita menemukan konten-konten atau berita hoax. Kita juga sudah mengupayakan  dengan membentuk operasi satgas, menyiapkan posko yang dibentuk kekuatan Polsek/polres maupun Polda dan kita tetap berkolaborasi dengan Diskominfo,”ucapnya. (yan/s)

#Diskominfo Jatim