Kamis, 6 Oktober 2022

Ketua Komisi E DPRD Jatim Minta Semua Waspada Hepatitis

Diunggah pada : 6 Mei 2022 14:57:59 144
Ketua Komisi E DPRD Jatim, Wara Sundary Renny Permana

Jatim Newsroom - Masyarakat Jatim diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, dan Pemerintah Provinsi Jatim diminta sesegera mungkin menetapkan waspada terhadap hepatitis misterius ini.

“Setelah perkantoran buka dan aktivitas kembali normal, kami segera jadwalkan RDP (Rapat Dengar Pendapat) dengan dinas terkait untuk mencegah hepatitis misterius ini. Jangan sampai hal tersebut menjadi pandemi. Sangat miris sekali jika sampai terjadi karena yang diserang adalah anak-anak,” ujar Ketua Komisi E DPRD Jatim, Wara Sundari Renny Pramana, Jumat (6/5/2022).

Wanita politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, jenis penyakit ini sudah dinyatakan WHO sebagai kejadian luar biasa. Tiga dugaan kasus, saat ini sedang ditangani di RSCM, Jakarta.

“Sudah ada 170 kasus di 12 negara dan bulan April 2022 ini, sehingga sudah saatnya harus diumumkan waspada untuk di Jatim. Jangan sampai kita lengah atas penyakit berbahaya ini,” jelasnya.

Ditambahkan oleh politisi yang dikenal akrab dengan wartawan ini, pihaknya berharap kepada Pemprov Jatim dalam hal ini Dinkes, untuk meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat akan hepatitis misterius ini . ”Harus digencarkan sosialisasinya dan upaya pencegahannya,” tegasnya.

Sekedar diketahui, sebanyak 114 kasus suspek hepatitis misterius (sindrom jaundice) usia umum, bukan di bawah 16, ditemukan di 18 kabupaten/kota di Jawa Timur berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) setempat yang diterima per 4 Mei 2022.

Sedangkan ciri dari hepatitis ini, gejala awal yang banyak terjadi yang harus diwaspadai pada anak, adalah keluhan gangguan pencernaan. Sebagian anak yang mengalami hepatitis misterius ini awalnya mengeluh diare, sakit perut, mual, dan muntah.

Gejala yang lebih berat seperti pembekuan darah dan juga penurunan kesadaran. Meski belum ditemukan penyebabnya, ada langkah pencegahan yang bisa dilakukan, karena virus ini diduga menular melalui saluran napas dan saluran cerna.

Untuk menjaga saluran nafas bisa dilakukan seperti protokol kesehatan pencegahan COVID-19, yakni dengan mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan menjaga jarak.  (Pca/hjr)

 

 

#DPRD #dprd jatim