Selasa, 29 November 2022

Kepala BKKBN Apresiasi Penanganan Stunting di Sampang

Diunggah pada : 14 September 2022 13:18:57 34
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG

Jatim Newsroom- Guna upaya pencegahan stunting melalui pelayanan KBKepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) bersama Bupati Sumenep Achmad Fauzi, S.H., M.H, Selasa (13/09) berdialog dengan tim Percepatan Penurunan Stunting dan tim Pendamping Keluarga dan Penyuluh KB Sampang.

Hasto menyampaikan, Kabupaten Sumenep termasuk wilayah di Jawa Timur yang angka prevalensi balitanya cukup tinggi yaitu 29%. Tahun 2022 BKKBN telah menyiapkan dukungan anggaran untuk Kabupaten Sumenep sebesar Rp9,6 miliar untuk urusan KB dan stunting.

"Kalau ada bidan bidan yang pasang implan yang tidak bisa tercover melalui BPJS, ada dana sebesar 100 ribu, bisa memakai anggaran tersebut. Untuk bapak dan ibu yang operasi kecil (MOW)/tubektomi) maupun Medis Operasi Pria (MOP) atau yang lebih dikenal dengan Vasektomi, disediakan uang saku 300 ribu sebagai uang istirahat pasien. Ada juga anggaran pulsa untuk mendukung operasional TPK," jelas dokter Hasto.

Ia menyebut untuk Kabupaten Sumenep, Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik terserap dengan baik, yaitu 92 persen. Hasto berharap untuk Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) juga bisa terlaksana dengan optimal.

Mendukung hal tersebut, Bupati Sumenep menyampaikan, stunting dampak jangka panjangnya akan berpengaruh pada IPM (Indeks Pembangunan Manusia). Salah satu terobosan Sumenep untuk mengatasi stunting adalah dengan menggabungkan penanganan stunting dengan TBC melalui program GETTS atau Gerakan Eleminasi Tuntaskan TBC dan Stunting.

Lebih lanjut, Kepala BKKBN mengapresiasi program GETTS yang digagas Kabupaten Sumenep.

"Pemerintah Kabupaten Sumenep dengan program GETTS tidak hanya melakukan pencegahan stunting namun disandingkan dengan penanganan TBC. Dengan eliminasi TBC akan berdampak terhadap penurunan stunting. Apa yang dilakukan di Kabupaten Sumenep ini luar biasa" tuturnya.

Dialog yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Kota, Sumenep ini turut dihadiri Deputi Bidang ADPIN, Inspektur Utama BKKBN, Inspektur Wilayah I BKKBN, Kepala BKKBN Jawa Timur, Sekretaris Daerah, Forkompimda, Ketua TP PKK Kabupaten Sumenep, IBI, IDI, Fatayat NU, dan Aisyiyah Sumenep.(her/s)

#bkkbn