Senin, 15 Juli 2024

Kadiskominfo Pimpin Audiensi Hasil Review Ekosistem Data Jawa Timur

Diunggah pada : 31 Mei 2024 19:43:18 38
Kadiskominfo Jatim, Sherlita saat memimpin audiensi hasil review ekosistem data di Jawa Timur, di Lt. 2, Ruang Argopuro, Dinas Kominfo Jatim, Surabaya, Jumat (31/5/2024). Foto : Ghufron / JNR

Jatim Newsroom – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur (Kadiskominfo Jatim), Sherlita Ratna Dewi Agustin memimpin agenda audiensi terkait hasil review ekosistem data di Jawa Timur. Kegiatan tersebut berlangsung di Lt.2, Ruang Argopuro, kantor Dinas Kominfo Jatim, Surabaya, pada Jumat (31/5/2024).

Dalam arahannya, Kadiskominfo Jatim Sherlita menyampaikan, audiensi ini membahas tindak lanjut dari hasil asesmen data yang dikelola Kominfo Jatim baik pada Satu Data Jawa Timur (SATA Jatim) maupun Open Government Jawa Timur. “Agenda kali ini adalah untuk membahas mana saja yang ditindak lanjuti, supaya bisa punya pegangan terhadap data yang kita punya di Provinsi Jawa Timur ini, dari hasil asesmen yang dilakukan sebelumnya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sherlita menerangkan, regulasi pada perencanaan di setiap bidang perangkat daerah lingkup Pemprov Jatim sebenarnya masing-masing sudah memiliki data. “Maka, untuk mempermudah operasi data yang dimiliki oleh masing-masing perangkat daerah itu kalau perlu di SK Kepala Dinas-kan, siapa yang jadi PIC-nya menjadi bentuk perencanaan yang perlu diperbaiki,” terangnya.

Sejak tahun 2023 kemarin, Sherlita mengatakan, Kominfo Jatim sebagai wali data sudah menerapkan sistem publikasi data yang dimiliki melalui flyer yang dipublikasikan di media sosial Kominfo Jatim. “Setiap flyer yang dibuat harus menggunakan data yang ada, karena Kominfo punya tupoksi diseminasi informasi. Ini menarik, karena pada SATA Award dapat dimasukkan perangkat daerah yang telah mempublikasikan data yang dimilikinya,” jelas Sherlita.

“Maka, untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya publikasi data yang dimiliki pemerintah, minimal tiga bulan kami lakukan monitoring supaya berjalan terus,” sambung Sherlita.

Sherlita mengungkapkan, dari hasil monitoring data, kalau sudah masuk ke Satu Data berarti sudah Meta Data juga. “Lalu data itu akan diaudit, jika data tersebut masuk ke Satu Data auditnya lebih gampang meski menjadi lebih lama,” ungkap Sherlita.

Dengan audiensi ini, Sherlita menuturkan, minimal Kominfo Jatim sudah tahu letak kurangnya dalam pengolahan data dimana. “Sehingga ke depan tidak salah langkah dan jalan, mudah-mudahan apa yang kita laksanakan bisa berjalan baik dan lancar,” harap Sherlita.

Chief Officer Narasio Data, Farida (jilbab hitam) saat memaparkan hasil pemetaannya pada agenda hasil review ekosistem data di Jawa Timur, di Lt. 2, Ruang Argopuro, Dinas Kominfo Jatim, Surabaya, Jumat (31/5/2024). Foto : Ghufron / JNR

Sementara itu, sebagai mitra Kominfo Jatim, Chief Officer Narasio data, Farida menyampaikan, selama ini pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap data pada Kominfo Jatim. Sehingga, melalui audiensi ini pihaknya menyampaikan hasil review dan evaluasi dari pemetaan tersebut.

“Para perangkat daerah sebenarnya sudah sadar kepentingan data yang perlu dikumpulkan, namun masih kesulitan dalam merencanakan sampai memproses baik pada pengumpulan maupun setelah pengumpulannya,” kata Farida.

Selanjutnya, Farida pun memaparkan hasil analisanya terhadap kondisi ekosistem data di Jawa Timur yang selama ini telah Ia lakukan. Disebutkannya ada enam proses dari analis masalah terhadap data di Kominfo Jatim.

“Proses satu, kesadaran data, proses dua, perencanaan dan pengumpulan data, proses tiga, pengolahan dan visualisasi data, proses empat standarisasi data, proses lima, publikasi dan diseminasi data, proses enam, interoperabilitas data,” sebut Farida.

Pada masing-masing analisa masalah itu, Farida pun menganjurkan rekomendasi untuk memperbaiki dan merencanakan pengolahan data agar lebih baik. “Rekomendasinya, memastikan data yang dipublikasikan berasal dari single version, proses implementasinya supaya desain baru bisa dilakukan secara parallel dan tidak merusak data flow yang sedang berjalan. Setelah proses dan validari dari grand design baru sudah sesuai, maka flow dari proses lama dapat diganti,” pungkasnya.

Diketahui, dalam agenda audiensi ini Kadiskominfo Jatim Sherlita juga didampingi oleh Kepala Bidang Data dan Statistik (Kabid Dastik), Imam Fahamsyah, Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi, Achmad Fadlil Chusni, dan Kepala Bidang Aplikasi dan Informatiks (Kabid Aptika), Gugi A Wicaksono, serta beberapa pegawai Kominfo Jatim lainnya. (vin/hjr)

#kominfo jatim #data #Kadiskominfo Jatim #ekosistem data