Senin, 24 Juni 2024

K-UKM Jatim Belajar Rahasia Tingkatkan Cuan Pebisnis Millenial

Diunggah pada : 17 Februari 2023 17:59:05 38
Sumber Foto: Diskop-UKM Jatim

Jatim Newsroom – Unit Pelaksana Teknis Pelatihan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Timur (UPTP K-UKM Jatim) mengadakan webinar Literasi Perpustakaan dengan tema “Rahasia Meningkatkan Cuan Bagi Pebisnis Millenial”, Jumat (17/2/2023).

Pemilik usaha Kopi Wonosantri, Muhammad Ali Machrus diundang sebagai narasumber dalam kegiatan yang dihadiri lebih kurang 90 peserta ini. Machrus mengawali cerita dengan sejarah awal bisnisnya berdiri.

Berawal dari dua tahun lalu saat mengunjungi pesantren, Ia melihat gurunya yang bekerja sebagai petani kopi. Sebagai pemuda dengan jiwa wirausaha yang kuat, Ia merasakan keresahan saat kopi hanya diolah sebagai bahan mentah. Machrus melihat masih banyak peluang dan potensi yang bisa dimanfaatkan Oleh karena itu, Ia bersama para santri lainnya kemudian mendirikan usaha kopi Wonosantri.

“Jadi, selain fokus dalam komoditas kopi, kita juga melebarkan usaha dengan menghasilkan berbagai produk dan jasa dari industri kopi yang kreatif dan inovatif,” jelas Machrus.

Langkah awal dalam berwirausaha menurut Machrus adalah perlu memaknai perbedaan dari arti pedagang dan pebisnis. Pedagang ialah orang yang hanya fokus ke jual beli produk, sedangkan seorang pebisnis adalah orang yang bisa melihat banyak peluang dari usahanya.

“Ibaratnya orang menjual kopi mentah. Namun Ia tidak sadar kalau kopi itu hanya komoditas. Sedangkan masih banyak dari sektor kopi yang bisa dikorek lagi inovasinya agar bisa terus naik kelas,” terang Machrus.

Hal tersebut Ia tambahkan dengan memberi contoh sebagaimana usaha kopi Wonosantri-nya yang tidak hanya menjual kopi mentah, namun juga memiliki usaha di bidang jasa penggilingan kopi sampai Eduwisata kopi yang telah banyak dikunjungi oleh komunitas dan mahasiswa.

Machrus menegaskan, melihat peluang dari setiap usaha adalah bagian dari ekonomi kreatif yang terus digaungkan di zaman sekarang. Oleh karena itu, Machrus menuturkan bahwa sebagai pebisnis kita harus siap mengikuti zaman yang selalu berkembang.

Sebagaimana yang dilakukan Machrus saat berwirausaha selama ini. Ia melihat peluang dan menyadari pentingnya branding dalam usaha. Sehingga dari aksi yang Ia lakukan kemudian menghasilkan umpan balik yan gpositif. “Karena bisnis itu harus terus berubah sesuai zaman. Maka pilihan kita hanya dua, mengikuti atau mati ditelan bisnis itu sendiri,” ungkapnya.

Sebagai penutup, Machrus menuturkan inti dari berbisnis adalah menjalani dengan ulet dan tekun. Namun, Ia juga mengingatkan bahwa semua pencapaian memiliki banyak tahapan di dalamnya. Oleh karena itu, sebagai pebisnis yang terus belajar kita harus bersyukur atas semua proses yang sudah diraih.

“Uang itu penting, namun kebahagian diri juga sangat penting. Jadi jangan lupa untuk menghargai setiap usaha yang telah dilakukan oleh diri kita sendiri,” pungkas Machrus sebagaimana dipublikasikan di laman resmi Diskop-UKM Jatim. (idc/n)

#Diskop UKM Jatim #K-UKM #bisnis