Minggu, 2 Oktober 2022

DPRD Jatim Minta Polisi Usut Tuntas Pelaku Kerusuhan di Silo Jember

Diunggah pada : 10 Agustus 2022 16:45:13 77
Anggota DPRD Jatim, M. Satib di DPRD Jatim. (Pca)

Jatim Newsroom - Anggota DPRD Jawa Timur, Satib mengaku prihatin atas perusakan terhadap 7 rumah warga di desa Mulyorejo, Kecamatan Silo kabupaten Jember. Maka itu pihaknya meminta kepada Aparat penegak hukum yaitu polisi mengusut tuntas dan tangkap pelaku kerusuhan tersebut.

"Jember saat ini kondusif sekali jangan memicu hal-hal yang membuat rusuh. Kami prihatin sekali atas peristiwa tersebut," kata pria asal Jember ini saat dikonfirmasi, Rabu (10/8/2022).

Politisi asal Jember, ini mengatakan pihaknya  berharap polisi melakukan penyelidikan secara tuntas agar diketahui secara jelas pelakunya dan di ambil tindakan secara hukum apapun itu motifnya, agar dikemudian hari tidak terulang lagi. "Kami juga minta polisi untuk melakukan  penjagaan untuk antisipasi tindakan lanjutan agar tidak terulang lagi,"jelasnya.

Kepada masyarakat, Satib menghimbau untuk tenang dan tidak terpancing untuk melakukan tindakan yang memancing kerusuhan. “Masyarakat Jember itu sangat memegang teguh agama dan menjunjung tinggi kerukunan. Saya minta agar tidak terpancing melakukan aksi-aksinya lain. Percayakan kepada aparat untuk mengungkap peristiwa tersebut dan menangkap pelakunya,"pungkasnya.

Sementara itu Anggota DPRD Jatim, Muhammad Fawait angkat bicara terkait konflik horizontal yang terjadi antara warga Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, dengan warga Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi. Politikus muda yang akrab disapa Gus Fawait itu sudah memprediksi potensi konflik di sana.

Menurut dia, konflik sudah berlangsung lama. Mereka menggantungkan hidupnya dari lahan yang ditanami kopi, dan persaingan di antara kedua desa kian meruncing sehingga menyebabkan kericuhan. “Masalah ini muaranya dari persoalan kemiskinan yang mayoritas terjadi di pinggir perkebunan dan hutan yang dikelola BUMN. Ini masalah perut yang tak bisa ditunda," ujarnya.

Presiden Laskar Sholawat Nusantara (LSN) ini mengingatkan, permasalahan yang terjadi di perbatasan Jember-Banyuwangi atau daerah lainnya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah setempat atau Pemprov Jatim. Pasalnya, objek yang menjadi sengketa adalah lahan yang milik BUMN, baik Perhutani maupun PTPN.

“Saya apresiasi Bu Gub yang langsung datang ke lokasi, meskipun pemprov tidak bisa dipersalahkan dalam hal ini. Karena lahan itu di bawah kendali pusat atau Kementerian BUMN. Sehingga harus ada sinergitas dan koordinasi terpadu antara pusat dan daerah untuk mengatasi masalah ini," ujar Fawait yang juga Bendahara GP Ansor Jatim tersebut.

Pihaknya juga mengingatkan kembali, pesan Presiden Jokowi yang mengatakan bahwa BUMN harus bisa mensejahterakan masyarakat dengan menjadi pengungkit ekonomi. Sehingga, orientasi BUMN tak hanya sekedar mencari keuntungan.

"Karena itu, BUMN punya misi mulia serta misi sosial untuk mengangkat perekonomian masyarakat di sekitar lahan yang dikuasai PTPN atau Perhutani. BUMN tidak boleh tutup mata dengan kemiskinan yang terjadi di sekitar mereka. Harus ada program pengentasan kemiskinan yang dilakukan dengan melibatkan masyarakat sekitar,"paparnya.

"BUMN beda dengan perusahaan swasta yang murni profit oriented. BUMN punya misi sebagai pengungkit ekonomi masyarakat, memberi efek positif bagi masyarakat. Dengan begitu masyarakat merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya," pungkasnya.

Sejumlah rumah di Desa Mulyorejo, Silo, Jember, Diserang sekelompok orang tidak dikenal. Tujuh rumah rusak parah akibat serangan tersebut. Selain rumah, Dilaporkan dua mobil, dan lima motor juga jadi sasaran penyerangan. Peristiwa mencekam itu terjadi pada Sabtu (30/7/2022) malam. Dan saat ini sudah ada sembilan orang tersangka berhasil diringkus polisi. (Pca/hjr)

 

#dprd jatim