Senin, 24 Juni 2024

Disperindag Jatim Gelar Bimtek Penggunaan Aplikasi SIPD P3DN Bagi Perangkat Daerah

Diunggah pada : 10 April 2023 16:10:17 707
Kabid Sarana Prasarana Pengendalian dan Pengawasan Industri Disperindag Jatim Eddi Wiyono saat menyampaikan sambutan Kepala Disperindag Jatim pada Bimtek pelaporan P3DN melalui aplikasi SIPD P3DN secara daring, Senin (10/4/2023).

Jatim Newsroom – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur (Disperindag Jatim), menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) pelaporan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) melalui aplikasi Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD P3DN). Bimtek ini diikuti oleh seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) secara daring, Senin (10/4/2023).

Bimtek dibuka oleh Kepala Bidang (Kabid) Sarana Prasarana Pengendalian dan Pengawasan Industri Disperindag Jatim, Eddi Wiyono, mewakili Kepala Disperindag Jatim, Iwan S. Hut.

Dalam sambutannya, Eddi mengatakan, Bimtek ini dilakukan untuk menindak lanjuti Surat dari Kemendagri Nomor 530/3445/SJ tentang pemanfaatan aplikasi pelaporan P3DN serta menjalankan tugas Tim P3DN dalam melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan P3DN.

“Kegiatan ini bertujuan untuk optimalisasi penggunaan SIPD P3DN guna melakukan pelaporan perencanaan dan realisasi atas penggunaan produk dalam negeri yang terintegrasi dengan dashboard pelaporan P3DN Nasional,” jelasnya.

Secara akumulatif pada tahun 2022, Eddi menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mengalami kenaikan sebesar 5,34 persen dibandingkan tahun 2021.

“Penguatan program P3DN ini diharapkan mampu memberikan dampak multiplikasi terhadap perekonomian di Provinsi Jawa Timur. Selanjutnya melalui ketentuan TKDN diharapkan pula sektor industri menjadi penggerak perekonomian melalui peningkatan kesempatan menciptakan ladang usaha dan pekerjaan,” terangnya.

Untuk kebijakan P3DN sendiri, Eddi menyampaikan secara signifikan diharapkan dapat mendorong pemberdayaan sektor ekonomi real yang meliputi sektor industri dalam lapangan kerja, investasi kerja, serta peningkatan pertumbuhan ekonomi kecil menengah atau UMKM.

“Sebab, program P3DN ini berperan dalam peningkatan serta pertahanan utilisasi industri nasional melalui pengurangan ketergantungan pasar domestik terhadap produk impor, sehingga dalam implementasinya secara tidak langsung berperan sebagai proteksi tambahan terhadap potensi kelemahan nilai tukar Rupiah,” ujarnya.

Eddi menuturkan, salah satu tugas Tim P3DN adalah melakukan koordinasi, pengawasan, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan penggunaan produk dalam negeri di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Oleh karena itu, saya berharap kegiatan Bimtek ini mampu memberikan dampak siginifikan khususnya dalam pemanfaatan aplikasi SIPD P3DN di lingkungan OPD Provinsi Jawa Timur. Sehingga realisasi penggunaan produk dalam negeri atau PDN dapat mencapai target yang telah ditetapkan di tahun 2023 yakni 40 persen,” harapnya.

Sementara itu, Pejabat Pusat Data dan Sistem Informasi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri, Adetya Cahyaningrat, yang juga sebagai pembicara dalam Bimtek ini mengatakan tujuan P3DN adalah untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi dan kesempatan kerja, khususnya di level pemerintahan pusat maupun pemerintah daerah.

“Dalam pelaporan SIPD P3DN ada dua metode input data, yaitu dengan cara menginput langsung pada aplikasi P3DN dan dengan cara import file excel yang masing-masing metode ini memiliki kelebihan maupun kekurangan. Dan yang kami harapkan diisi dalam pelaporan SIPD P3DN ini adalah realisasi belanja dan TKDN per bulannya,” tuturnya.

Untuk metode input langsung pada aplikasi P3DN, Adetya memaparkan kekurangannya ialah penginputan banyak data yang membutuhkan waktu lama.  

“Karena hal tersebut dilakukan satu per satu tidak langsung diisi per excel. Sedangkan kelebihannya dapat langsung memilih sertifikat dari Kemenperin mengenai referensi presentase TKDN, banyaknya field yang langsung terisi secara otomatis, dan human error yang minim,” paparnya.  

Sedangkan untuk metode import file excel, Adetya menjelaskan kekurangannya yakni penginputan data presentase TKDN yang secara manual dan adanya human error dalam inputan data besar. “Kelebihannya dapat sekaligus menginputkan banyak data dan dapat memetakan atau menginput data lebih cepat,” sebutnya.

Kepada perangkat daerah yang mengikuti Bimtek ini, ia pun mengimbau, sebelum melakukan input data pada aplikasi P3DN, pastikan agar TAPD Keuangan telah melakukan sinkronisasi dengan SIRUP LKPP pada aplikasi SIPD.

“Jadi pada admin keuangan di DPAKD tinggal mengirim data ke SIRUP nanti data juga terkirim ke SIPD P3DN. Selanjutnya, silahkan untuk menunjuk PNS yang akan mendampingi kepala OPD dalam mengoperasionalkan pelaporan P3DN ini,” pungkasnya. (vin/s)

#BImtek #Disperindag Jatim #SIPD P3DN