Senin, 22 Juli 2024

Disperindag Jatim Fasilitasi Pertemuan Instansi Pengguna PDN dengan Pelaku Usaha Industri Dalam Negeri

Diunggah pada : 30 Mei 2024 21:48:23 56
Kadisperindag Jatim, Iwan S. Hut saat memaparkan laporannya pada agenda Rapat Koordinasi dan Business Matching P3DN Provinsi Jawa Timur, di Dyandra Convention Center, Surabaya, Kamis (30/5/2024). Foto : Wahyu / JNR

Jatim Newsroom – Guna memfasilitasi pertemuan antara instansi pengguna Produk Dalam Negeri (PDN) dengan pelaku usaha industri dalam negeri melalui Business Matching, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur (Disperindag Jatim) menggelar kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) dan Busines Matching Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Provinsi Jawa Timur, di Dyandra Convention Center Surabaya, Kamis (30/5/2024). 

Kegiatan bertajuk ‘Wujudkan Kemandirian Industri Dalam Negeri Menuju Indonesia Emas’ tersebut, diikuti oleh 64 perangkat daerah, 10 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jawa Timur, dan 16 pelaku industri yang telah memiliki sertfikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). 

Dalam laporannya, Kepala Disperindag Jatim, Iwan S. Hut menyampaikan, kegiatan Rakor dan Business Matching ini juga bertujuan untuk melakukan koordinasi dan sinergitas dalam penguatan komitmen belanja P3DN pada pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur,

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kinerja Tim P3DN yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Provinsi Jawa Timur Nomor 188/815/KPTS/013/2023. Dimana Tim P3DN Provinsi Jawa Timur bertugas untuk melakukan koordinasi, pengawasan, monitoring dan evaluasi pelaksanaan penggunaan produk dalam negeri di lingkungan Pemprov Jatim serta pemetaan produk dalam negeri yang diproduksi di Jawa Timur,” jelasnya. 

Pada tahun 2023 lalu, Iwan membeberkan, berdasarkan data bigbox LKPP tercatat adanya komitmen penggunaan PDN sebanyak 6,5 Triliun Rupiah dalam pengadaan, namun realisasi belanja PDN hanya mencapai 80%. 

“Hal ini perlu menjadi perhatian kita semua. Komitmen yang telah dibangun sejak awal, harus terus dikawal agar kita mendapat hasil maksimal. Sedangkan pada sisi hulu telah bersedia 7.906 produk bersertifikasi TKDN yang diproduksi oleh 845 unit usaha industri di Jawa Timur. Serta sebanyak 168.013 produk yang berasal dari 8.364 penyedia telah ditampilkan pada etalase katalog elektronik,” beber Iwan. 

Sedangkan pada tahun 2024 ini, Iwan mengungkapkan, potensi belanja barang dan jasa sesuai dengan APBD Provinsi Jawa Timur adalah sebesar 11,3 Trilun Rupiah, di luar anggaran BUMD. Dimana realisasi belanja PDN saat ini baru mencapai 30,22% dari nilai komitmen belanja PDN. 

“Untuk itu, realisasi belanja PDN Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada Tahun 2024 diharapkan dapat mencapai atau bahkan melebihi angka komitmen yang telah ditetapkan,” ungkap Iwan. 

Iwan menuturkan, rapat koordinasi dan business matching P3DN ini diselenggarakan dengan konsep one stop event yang terdiri dari empat rangkaian kegiatan  yang terdiri dari, pertama, talkshow dengan mengundang tiga orang narasumber dari pusat P3DN Kementerian Perindustrian, LKPP, dan BPKP Perwakilan Jawa Timur. 

“Kedua, Business Matching untuk mempertemukan industri industri dengan calon buyer, dan diharapkan mampu menginisiasi serta memrkuat kerja sama dalam hal pemenuhan kebutuhan barang dan jasa. Ketiga, pameran produk dalam negeri sebagai sarana pelaku usaha untuk mempromosikan produk atau layanan kepada calon pembeli yakni instansi pemerintah, BUMD, dan seluruh pengunjung pameran,” terangnya. 

Rangkaian kegiatan keempat, Iwan memaparkan, dalam agenda ini ada juga pojok konsultasi yang diperuntukkan bagi seluruh peserta kegiatan terkait dengan program P3DN, katalog elektronik, dan sertifikat TKDN. 

Iwan menyebutkan, kegiatan ini merupakan kedua kalinya diselenggarakan oleh Pemprov Jatim pada tahun 2023 yang telah menghasilkan komitmen transaksi belanja PDN dengan 13 unit usaha industri

“Kami atas nama panitia penyelenggara mengucapkan terima kasih kepada sleuruh pihak yang telah berpartisipasi pada kegiatan ini. Besar harapan kami kegiatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga belanja PDN Provinsi Jawa Timur dapat mencapai target dengan membeli produk industri yang sudah bersertifikat TKDN dan mengurangi pembelanjaan produk impor sampai dengan 5% daru total Anggaran Pengadaan Barang dan Jasa sesuai dengan intruski Presiden Nomor 2 Tahun 2022,” sebutnya. 

Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Pj. Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono. Melalui kegiatan ini diharapkan penerapan P3DN semakin meningkat dengan dipertemukannya instansi pengguna PDN dengan pelaku usaha industri dalam negeri, sehingga produk-produk Jawa Timur bisa mendunia dan semakin banyak masyarakat yang bangga dengan produk buatan Indonesia. (vin/s) 

#Disperindag Jatim #P3DN #TKDN