Senin, 15 Juli 2024

Iduladha 1445 H

Disnak Jatim Siapkan Petugas Pemeriksaan Kesehatan Hewan saat dan Sesudah Disembelih

Diunggah pada : 17 Juni 2024 21:19:25 40
Kadisnak Jatim, Indyah Aryani (memegang mic) saat pembukaan prosesi penyembelihan hewan kurban di Masjid Raya Islamic Center Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Senin (17/6/2024). Foto : Vivin

Jatim Newsroom - Merayakan hari Iduladha 1445 Hijriah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Peternakan, telah mempersiapkan petugas pemeriksaan kesehatan hewan dan pemeriksaan saat sudah disembelih. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur (Kadisnak Jatim), Indyah Aryani saat menghadiri prosesi penyembelihan hewan kurban di Masjid Raya Islamic Center Provinsi Jawa Timur, di Surabaya, Senin (17/6/2024).

"Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan Hari Raya Iduladha salah satunya adalah kegiatan penyambelihan ternak kurban. Pemprov Jatim ada beberapa kegiatan yang dititik beratkan di dua masjid besar, yaitu Al-Akbar dan Islamic Center Surabaya. Secara keseluruhan kami dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur sudah menyiapkan ubo rampe terkait dengan pelaksanaan kurban ini. Salah satunya adalah petugas untuk pemeriksaan kesehatan hewan dan juga pemeriksaan pada saat ternak itu setelah disebelih atau untuk karkas untuk jeroan dan lain-lainnya," tutur Indyah.

Lebih lanjut, Indyah mengungkapkan, pada Selasa, 12 Juni 2024 Dinas Pertanakan Provinsi Jawa Timur telah mengumpulkan seluruh petugas baik itu medik veteriner maupun para medik veteriner, serta pengawas mutu pakan, dan pengawas mutu bibit untuk dilepas secara simbolis melaksanakan tugas, di antaranya adalah pemeriksaan di lapak-lapak dan di pasar hewan. 

"Hal itu untuk mengetahui ternak-ternak tersebut sudah memenuhi syarat sebagai ternak kurban. Seperti umurnya, performanya, ada cacat apa tidak di lapak-lapak dan di pasar, kecukupan minumnya maupun makannya, kepanasan apa tidak. Jadi unsur-unsur yang terkait dengan haknya ternak atau animal welfare ini harus diperhatikan," ungkapnya.

Oleh karena itu, Indyah menjelaskan, Disnak Jatim telah mengirimkan petugas di seluruh Kabupaten/Kota se-Jawa Timur untuk pemeriksaan pelaksanakan kurban. Yang secara detail, disebut pemeriksaan antimortem dan postmortem. "Secara detail pemeriksaan antimortem dan post mortem nanti dijelaskan oleh dokter Iswahyudi, selaku Pejabat Otoritas Veteriner Jatim dan drh. Rina Pujiastuti, selaku Kepala Bidang Kesehatan Maysarakat Veteriner," jelasnya. 

Sementara itu, Pejabat Otoritas Veteriner Jatim, dr. Iswahyudi menerangkan, antimortem itu adalah pemeriksaan hewan kurban sebelum dipotong. Langkah pertama pemeriksaan adalah memastikan bahwa ternak salah satunya tidak berpenyakit. 

Kadisnak Jatim, Indyah Aryani (tengah) dan Pejabat Otoritas Veteriner Jatim, dr. Iswahyudi (kiri) serta Kepala Bidang Kesehatan Maysarakat Veteriner, drh. Rina Pujiastuti (kanan) saat ditemui pada prosesi penyembelihan hewan kurban di Masjid Raya Islamic Center Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Senin (17/6/2024). Foto : Vivin

"Jadi ternak harus benar-benar sehat yang dilakukan oleh petugas adalah yang pertama melihat eksteriornya eksterior nanti tanpa di hidung sapi atau kambing domba tanpa basah, jadi kayak berkeringat itu meledakkan bahwa ternak sehat kemudian kita lihat juga ekstremitasnya, alat geraknya dia bisa berdiri tegap dan bisa berjalan tanpa ada kepincangan kemudian kita lihat kulitnya apakah klimis atau tidak," papar dr. Iswahyudi. 

Selanjutnya, dr. Iswahyudi menerangkan, hewan kurban dilihat denyut jantungnya, pergerakan rumennya, pernafasannya, dan suhu tubuhnya. "Semua akan kita cek ketika dinyatakan sehat, maka petugas akan mengeluarkan surat keterangan kesehatan hewan, berarti ternak itu dalam kondisi sehat dan bisa dilakukan untuk dikorbankan kemudian setelah itu ternak akan dipotong," terangnya. 

Setelah dipotong, dr. Iswahyudi menuturkan, barulah dilakukan pemeriksaan postmortem. Yaitu pemeriksaan setelah dilakukan pemotongan. untuk memastikan bahwa apa ternak yang sudah dipotong tadi tidak mengandung penyakit, jadi lihat jantung, paru-paru, hatinya, saluran pencernaannya, apakah mencerminkan adanya tanda-tanda penyakit hewan. "Jika ada yang berpotensi kena penyakit maka akan dilakukan pemusnaan terbatas pada organ yang bermasalah, kalau hasil pemeriksaan postmortem semuanya dinyatakan sehat, maka daging hewan kurban bisa didistribusikan kepada masyarakat," tutur dr. Iswahyudi. 

dr. Iswahyudi mengungkapkan, untuk pemeriksaan antemortem yang paling sering ditenykan adalah poel yang belum gigi, artinya umur belum memenuhi syarat, lalu ada juga beberapa ternak yang menunjukkan tanda klinis penyakit sehingga dilakukan penundaan potong. "Jadi itu tidak banyak, tetapi kalau kita temukan akan kita lakukan penundaan potong kalau kemudian pemersaan post mortem secara umum rata-rata baik puntoh kalau ada, hanya lokal misalnya hatinya harus kita afkir tetapi tidak berdampak secara luas," bebernya.

Sedangkan, Kepala Bidang Kesehatan Maysarakat Veteriner, drh. Rina Pujiastuti menjelaskan, setelah daging dipotong, daging itu harus segera didistribusikan tidak boleh terlalu lama disimpan. Dianjurkannya, ketika menyimlan daging harusnya sekali simpan saja, lebih baik di dalam freezer kalau mau digunakan, langsung digoreng dan langsung digunakan tidak boleh disimpan kembali. 

"Untuk penyimpanan dalam freezer bisa bertahan antara enam sampai dengan 12 bulan dan sebaiknya disimpan dalam potongan-potongan yang kecil sekali, yang kalau mau masak itu dipakai sekali, langsung dimasak tidak boleh dikembalikan lagi ke dalam freezer dan buat wadah tertutup kalau di kulkas," imbau drh. Rina. (vin/hjr). 

#pemprov jatim #Iduladha #Disnak Jatim #Masjid Raya Islamic Center Provinsi Jawa Timur #iduladha 2024 #Kadisnak Jatim