Kamis, 6 Oktober 2022

Diskop-UKM Jatim Gelar Pelatihan "Tips Banjir Order Shopee”

Diunggah pada : 25 Juli 2022 9:13:00 93
Sumber Foto: Diskop-UKM Jatim

Jatim Newsroom - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Diskop-UKM) Jawa Timur berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Shopee, dan Cheers Healthy Water menggelar even pelatihan bertajuk “Tips Banjir Order Shopee” kepada para pelaku UMKM.

Melansir laman resmi diskopukm.jatimprov.go.id pada tanggal 25 Juli 2022, acara yang berlangsung di Coworking Space KUKM, Lantai 2 Gedung Galeri Batik Diskop-UKM Jatim ini dihadiri oleh 54 orang peserta. Hal ini membuktikan bahwa penjulan secara online melalui e-commerce dan marketplace mulai mendapat perhatian dari para pelaku UMKM.

Kegiatan dibuka dengan paparan dari Tenaga Ahli Coworking Space KUKM Jatim, Tika Sulistya yang menjelaskan tentang latar belakang dan tujuan dibentuknya Coworking Space KUKM Jatim dan Millenial Job Center (MJC) serta manfaat apa yang diharapkan bisa diperoleh masyarakat Jawa Timur dengan adanya kedua program tersebut .

Setelah itu perwakilan dari Cheers Healthy Water Rizky Nur Dian Santoso, selaku marketing communication Cheers menyampaikan materi mengenai kandungan mineral dalam air.

Selanjutnya pemateri utama, yaitu SME Development Shopee Indonesia, R.Bagus Kusuma Wardhana mengawali materi dengan mengatakan bahwa Indonesia mengalami peningkatan pasar e-commerce yang sangat pesat.

“Indonesia merupakan pemegang volume pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara, dengan persentase tertinggi peningkatan pengguna baru yaitu kebutuhan sehari-hari, elektronik, kecantikan dan pakaian," kata Bagus (23/7/2022).

Bagus pun mengatakan dengan berjualan melalui e-commerce akan memiliki kontinuitas yang cukup lama dan banyak keuntungan yang didapatkan.

"Penjualan melalui e-commerce dapat berlangsung dalam jangka waktu yang lama dengan catatan kita aktif mengikuti perkembangan dunia digital. Penjualan melalui e-commerce akan memberikan banyak kemudahan bagi konsumen diantaranya terdapatnya berbagai variasi produk yang dijual, konsumen dapat mengakses kapan saja dan dimana saja sehingga konsumen mendapatkan kenyamanan dan menjadi kebiasaan, disini fleksibilitas waktu dan tenaga akan tercipta dengan sendirinya," ujar Bagus.

Bagus menambahkan bahwa cara berjualan di Shopee tidak sama dengan jualan pada umumnya yang harus memiliki toko fisik, penjual hanya perlu membuka toko online di Shopee secara gratis.

“Untuk melakukan cara jualan di Shopee, calon penjual harus memiliki akun Shopee terlebih dahulu, lalu bisa mengikuti cara buka toko di Shopee, kemudian penjual bisa memasukkan berbagai produk dagangannya untuk dijual melalui Shopee”, ungkap Bagus.

Bagus juga mengajarkan bagaimana cara membuat akun baru di Shopee yang diawali dengan mengunduh aplikasi Shopee di Google Play Store maupun App Store atau buka situs Shopee, kemudian pilih daftar, isi Informasi akun, masukkan nomor telepon dan email yang aktif untuk verifikasi, lalu ubah username Shopee sesuai dengan yang diinginkan.

“Perlu diperhatikan, jika ingin sukses cara jualan di Shopee penjual perlu meningkatkan penjualan dengan cara mengatur masa pengemasan, masa pengemasan produk pre-order biasanya 7-15 hari kerja sedangkan produk non pre-order hanya 2 hari kerja," pesan Bagus dengan mimik serius agar para penjual memperhatikan ketepatan waktu pelayanannya.

Tak lupa Bagus membagikan beberapa kiat untuk membantu menaikkan omzet, “Penjual juga bisa meng-upgrade cara jualan di Shopee dengan memberikan harga yang kompetitif, memperbanyak variasi produk, dan menggunakan fitur naikkan produk tiap 4 jam sekali. Bapak/Ibu juga juga bisa menyebarkan tautan produk ke media sosial, membuat voucher toko, serta daftar gratis ongkir di Shopee agar bisa menarik pembeli lebih banyak lagi," pungkas Bagus. (idc/n)

#UMKM #Diskop UKM Jatim #shopee