Kamis, 1 Desember 2022

Diskop-UKM Jatim dan Kasir Pintar Adakan Pelatihan Pengelolaan Keuangan UMKM

Diunggah pada : 16 Agustus 2022 16:19:55 444
Sumber Foto: Diskop-UKM Jatim

Jatim Newsroom – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Timur (Diskop-UKM Jatim) bekerja sama dengan Kasir Pintar mengadakan pelatihan bertema "Atur Bisnis Anti Boncos, Pengelolaan Keuangan Untuk UMKM", Senin (15/8/2022).

Kegiatan yang berlangsung di Coworking Space KUKM ini dipandu oleh tim dari Kasir Pintar sebagai mentor dan diikuti oleh lebih kurang 30 peserta yang berasal dari Surabaya, Sidoarjo, dan beberapa kota lainnya di Jawa Timur. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka membantu para pelaku UMKM untuk mempermudah operasional usaha.

Tenaga Ahli Coworking Space KUKM Jatim, Tika Sulistya menjelaskan bahwa latar belakang terbentuknya Coworking Space KUKM Jatim adalah untuk berkumpulnya para pelaku UMKM dan pelaku industri kreatif lainnya untuk saling bertukar ide, wawasan, pengalaman, membicarakan kerja sama bisnis, dan lain sebagainya.

"Coworking Space ini bisa Bapak/Ibu manfaatkan secara gratis, jika membutuhkan tempat untuk meeting point, diskusi bersama grup atau komunitas, workshop, pelatihan, pendampingan, up skill para pelaku UMKM, dan lain sebagainya silahkan memanfaatkan tempat ini. Nanti akan kami sediakan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk mendukung kegiatan-kegiatan yang akan mereka lakukan di sini,” urai perempuan yang akrab disapa Tika ini.

Lebih lanjut Tika juga memperkenalkan tentang program Millenial Job Center (MJC) dan One Pesantren One Product (OPOP). "MJC adalah program dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang mewadahi teman-teman milenial khususnya di bidang digital untuk bisa berkolaborasi dengan teman-teman UMKM seluruh Jawa Timur melalui proyek yang difasilitasi oleh MJC. MJC melalui East Java Super Coridor (EJSC) yang terdapat di 5 Bakorwil yang tersebar di Jawa Timur berusaha untuk memfasilitasi teman-teman freelancer digital yang ahli dalam bidangnya masing-masing seperti fotografi, desain grafis, dan sebagainya untuk mendapatkan fee dari proyek-proyek yang difasilitasi oleh MJC,” jelas Tika.

Kemudian untuk OPOP, Tika mengatakan program ini diberikan oleh Gubernur Jawa Timur dengan tujuan agar kemandirian ekonomi dapat dicapai melalui potensi pelaku UMKM dari pondok pesantren yang jumlahnya sangat besar di Jawa Timur.

"OPOP mengedepankan agar pesantren bisa mandiri secara ekonomi, teman-teman pelaku UMKM di pondok pesantren mendapatkan upskill agar bisa menjadi entrepreneur dan menambah nilai ekonomi pesantren,” kata Tika.

Tika pun menjelaskan latar belakang diadakannya kegiatan pelatihan ini adalah berdasarkan hasil diskusi dengan para pelaku UMKM yang membahas salah satu kendala yaitu tidak bisa mengelola laporan keuangan.

"Selain pelatihan digital yang dibutuhkan oleh para pelaku UMKM ada 2, yaitu pemasaran dan pengelolaan manjemen keuangan UMKM. Mereka sering mengeluh uang modalnya katut untuk belanja kebutuhan sehari-hari. Nah dengan kehadiran tim Kasir Pintar ini diharapkan dapat membantu memberikan solusi untuk pengelolaan keuangan bagi teman-teman pelaku UMKM,” tutup Tika. (idc/n)

#UMKM #Diskop UKM Jatim #kasir pintar