Senin, 22 Juli 2024

Di Talkshow Madu TV, Plt. Kadis Kominfo Jatim Bahas Kontribusi Lembaga Penyiaran Terhadap Pembangunan

Diunggah pada : 23 Desember 2022 16:11:01 77
Plt. Kadis Kominfo Jatim, Hudiyono (pojok kanan atas) dan Ketua KPID Jawa Timur, Immanuel Yosua (pojok kanan bawah) saat menjadi narasumber di Madu TV, pada Jumat (23/12/2022).

Jatim Newsroom – Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur, Hudiyono, hadir sebagai pembicara dalam program talkshow ‘Wani Talk’ Madu TV secara online melalui platform Zoom, pada Jumat (23/12/2022).

Talkshow ini membahas tentang ‘Partisipasi Dunia Penyiaran dalam Pembangunan Jawa Timur’. Talkshow mengupas bagaimana peran bidang penyiaran agar bisa mengajak dan mendorong masyarakat untuk ikut serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan di Jawa Timur.

Plt. Kepala Dinas Kominfo Jawa Timur, Hudiyono, mengatakan, partisipasi bidang penyiaran itu sudah menjadi suatu kebutuhan, karena birokrasi suatu pemerintahan itu harus berbasis elektronik dan digital, apalagi masyarakat sekarang juga harus memiliki televisi digital.

“Walaupun ada konten – konten yang bisa dinikmati di media sosial tetapi media televisi masih menjadi idola. Jadi perspektif bidang penyiaran dalam partisipasi pembangunan di Jawa Timur ini harus kita kuatkan,” jelasnya.

Banyak orang berpikir bahwa media siaran itu masih didominasi oleh kepentingan bisnis, ekonomi maupun politik. Terkait hal ini, Hudiyono, mengatakan, kemajuan tekonologi penyiaran itu justru memberikan manfaat yang banyak kepada masyarakat karena konten penyiaran sekarang luar biasa.

“Saya kira, dengan adanya kebijakan seperti terkait kualitas konten siaran, kemudian juga kualitas gambar melalui migrasi TV analog ke TV digital ini justru membuat peluang kerja yang luar biasa. Jadi justru ini yang mendukung bisnis, karena bisa menciptakan lapangan kerja. Bayangkan dulu hanya ada satu konten, sekarang banyak konten creator  digital masuk ke dalam penyiaran. Ini yang harus kita dorong karena penyiaran itu bukan orientasi bisnis justru ini menjadi ladang bisnis untuk menciptakan lapangan kerja di sektor penyiaran,” terangnya.

“Saya yakin semakin banyak televisi maupun lembaga penyiaran, tingkat kesejahteraan masyarakat itu makin tinggi. Karena informasi makin banyak didapat masyarakat,” imbuh Hudiyono.

Hudiyono berpesan, stasiun penyiaran di Jawa Timur agar melaksanakan I-K-I (Inisiasi, Kolaborasi, dan Inovasi). Karena konten – konten penyiaran juga makin tumbuh pesat, apalagi teknologinya juga berbasis digital. Maka IKI ini harus benar – benar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat agar menginisiasi menguatkan informasi pembangunan namun tetap kritis. 

Sementara itu, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Timur, Immanuel Yosua, menyampaikan pelibatan media dalam proses pengawalan, perencanaan, pembangunan hingga nanti evaluasi menjadi penting. Tetapi saat ini ada kecenderungan bahwa pemerintah daerah dan kelompok – kelompok kepentingan tidak bisa membedakan apakah mereka ini negarawan ataukah politikus, sehingga media cenderung diberangus.

“Dan kami KPID melihat bahwa partisipasi lembaga penyiaran ini sudah sesuai dengan fungsi dari lembaga penyiaran yang ada di Undang – Undang Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran. Dimana lembaga penyiaran itu punya fungsi produk sosial, kontrol sosial, hiburan, pendidikan, dan fungsi lain dalam rangka untuk peningkatan kualitas masyarakat yang tentunya pembangunan,”kata Yosua.

Sedangkan terkait media baru, menurut Yosua, media teresterial seperti TV dan radio itu masih punya kekuatan. Artinya, media baru itu proses verifikasinya masih panjang.

“Banyak orang mempertanyakan dan melakukan verifikasi tentang kebenaran informasi hoax itu masih didapatkan di penyiaran besar baik TV maupun radio. Masyarakat yang ragu tentang informasi hoax yang didapat di media baru digital atau media sosial itu larinya ngecek ke media massa resmi,”tukasnya.

Selanjutnya, sebagai salah satu entitas yang berbadan hukum, lanjut Yosua, lembaga penyiaran ini punya dasar untuk berpartisipasi dalam pembangunan.

“Selama ini Diskominfo Jawa Timur juga saya kira sudah melibatkan kawan – kawan media di dalam proses sosialisasi program – program pemerintah. Nah, ini hal yang memang harus dioptimalkan kedepan. Jadi saya optimis Jawa Timur ini bisa kondusif dalam kegentingan maupun kegaduhan,” ucap Yosua.

Menurutnya, pihaknya memiliki catatan bahwa selama 2022 KPID Jawa Timur bersyukur karena kawan – kawan pelaku penyiaran mulai menata kembali bangkit dari kondisi masa pandemi kemarin.

“Kita melihat bagaimana kawan – kawan media ini cukup luar biasa dalam mengawal proses kondisi berita di Jawa Timur, sehingga memang di masa – masa itu masyarakat tidak gaduh maupun ramai. Masyarakat selalu diberi kekuatan spirit untuk mengoptimalkan bagaimana mereka bertahan hidup dan kembali berjuang. Nah, 2022 ini catatannya sudah mulai ada pemulihan, dan di 2023 kita berharap kawan – kawan lembaga penyiaran ini, termasuk Madu TV ini tetap bertahan untuk terus berjuang,” pungkasnya. (vin/s)

#Diskominfo Jatim #Kadis Kominfo Jatim #KPID Jatim