Senin, 15 Juli 2024

Dewan Sumber Daya Air Jatim Koordinasi Pengelolaan Sungai ke Satgas PPK DAS Citarum

Diunggah pada : 14 Juni 2024 22:01:46 38
Komisi Pengendalian Daya Rusak Air Dewan Sumber Daya Air (DSDA) Jawa Timur saat berkunjung ke Satgas Satgas Program Pengendalian Kerusakan (PPK) DAS Citarum Harum, Selasa (11/6/2024) lalu. Foto: dok.JNR

Jatim Newsroom - Komisi Pengendalian Daya Rusak Air Dewan Sumber Daya Air (DSDA) Jawa Timur melakukan koordinasi dan trasnfer ilmu terkait pengelolaan air sungai yang komprehensif ke Satgas Satgas Program Pengendalian Kerusakan (PPK) DAS Citarum Harum, Selasa (11/6/2024) lalu.

Dikutip dari laporan kunjungan, Jumat (14/6/2024), Kepala dan Tim Sekretariat Dewan  SDA Prov. Jatim, Novita Andrianie ST.,MT, menyampaikan, dipilihnya objek koordinasi di Sungai Citarum ini karena berawal dari adanya video viral oleh Komunitas Lingkungan dari Perancis yang menyatakan bahwa Sungai Citarum sebagai sungai terkotor di dunia. Selanjutnya dibentuklah Satgas PPK DAS Citarum dengan landasan hukum Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum.

Diketahui, Satuan Tugas PPK DAS Citarum melibatkan 19 Kementerian dan 4 Pengarah. Pada awalnya Satgas terbentuk dalam 12 Kelompok Kerja dengan Tim Ahli dan Kelompok Kerja dimotori oleh Dinas Lingkungan Hidup, Perencanaan oleh Bappeda, beserta Dinas – Dinas terkait lainnya, hingga sekarang menjadi 23 Kelompok Kerja.

Dijelaskan Ketua Harian Satgas Program Pengendalian Kerusakan (PPK) Citarum Harum, Mayjen TNI (Purn) Dedi Kusnadi Thamim, bahwa Terdapat 12 pokok permasalahan yang harus diatasi di DAS Citarum, diantaranya penanganan lahan kritis, pengelolaan sampah bahkan pengelolaan limbah domestik, dan lain sebagainya.

Menurutnya, terdapat lima kunci Keberhasilan penanganan Sungai Citarum, yaitu regulasi yang menjadi dasar untuk kepakatan bersama, sinergi Pentahelix dengan sebutan ABCGM (Academic, Business, Community, Government, and Media, kemitraan (dengan Dunia Usaha), Partisipasi Masyarakat, dan Metode yang dilakukan.(red)

 

#Dinas PU SDA Jatim