Minggu, 23 Juni 2024

BSSN RI Apresiasi Dukungan Pemprov Jatim dalam Wujudkan Program Born to Defense

Diunggah pada : 17 Mei 2024 19:20:02 170
Ketua Tim Penyelenggaraan Pusbang SDM BSSN RI, Dian Surgawiwaha saat menyampaikan sambutannya pada agenda penutupan Pelatihan Level I Security Operations Center (SOC) Analyst Tahun 2024, pada Jumat (17/5/2024), di Ruang Kelas E, BPSDM Jatim Surabaya. Foto : Rafly / JNR

Jatim Newsroom – Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia (BBSN RI) mengapresiasi Pemprov Jatim, yakni Dinas Kominfo Jatim dan BPSDM Jatim, atas dukungannya dalam mewujudkan program born to defense untuk SDM Pengelola Keamanan Siber Sektor Infrastruktur Informasi Vital. 

Apresiasi tersebut disampaikan oleh Ketua Tim Penyelenggaraan Pusat Pengembangan (Pusbang) SDM BSSN RI, Dian Surgawiwaha saat hadir mewakili Kepala Pusbang SDM BSSN RI dalam agenda penutupan Pelatihan Level I Security Operations Center (SOC) Analyst Tahun 2024, pada Jumat (17/5/2024), di Ruang Kelas E, BPSDM Jatim Surabaya. 

“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Dinas Kominfo Jatim dan BPSDM Jatim atas dukungannya memfasilitasi kegiatan ini sehingga dapat berjalan lancar, apresiasi saya luar biasa bagus. Alhamdulillah kami sudah sangat dibantu baik, ini kerja sama yang sudah sangat-sangat baik harapannya bisa terus dipelihara,” tutur Dian saat ditemui usai acara. 

Terkait pelatihan level I SOC Analyst Tahun 2024 ini, Dian menjelaskan, di dunia keamanan siber mengenal ada suatu kerangka kerja yang dikeluarkan oleh NIST dari Amerika Serikat, yang menggambarkan lima elemen utama untuk keamanan siber. Yaitu identifikasi, proteksi, deteksi, respond dan recovery.

“Jadi kalau di pelatihan ini karena berfokus pada kurikulum level I SOC, kalau dihubungkan dengan kerangka keamanan siber itu masuk di ranah deteksi. Para peserta pelatihan ini kita kenalkan pengetahuan terkait apa saja kegiatan dalam melakukan pendeteksian. Jadi SOC itu adalah sebuah kegiatan dalam rangka untuk melakukan pendeteksian keamanan siber,” jelasnya. 

Ia memisalkan,  jika kegiatannya melakukan monitoring lalu lintas jaringan, maka teman-teman SOC yang akan mengamati apakah ada anomali lalu lintas jaringan yang mencurigakan. Mereka nanti akan melakukan asesmen terhadap kejadian tersebut, apakah ini hanya sebuah event atau event yang mengarah kepada potensi insiden. Dengand demikian bisa bereaksi untuk menentukan langkah yang harus dilakukan selanjutnya.

Dian juga menerangkan, tahapan berikutnya dalam pelatihan ini dari kerangka kerja NIST tadi sampai pada bagian respon atau tanggap insiden. “Jadi ini program yang kami sesuaikan dengan SKKNI terkait SOC disitu ada banyak unit kompetensi yang kemudian kami coba pilah-pilah untuk menjadi skema kompetensi. Setelah ini ada level II, level III sampai nanti di Insiden respon analis,” terangnya.  

Karena diketahui dalam pelatihan juga diadakan penyerahan hadiah bagi tiga peserta terbaik, maka Dian mengungkapkan, hadiah itu merupakan sebuah penghargaan dari proses penilaian para pengajar yang mengamati selama proses pembelajaran yang memberikan penugasan-penugasan atau tes seperti kompetisi. Dari hasilnya itu, direkap oleh pengajar untuk menghasilkan tiga terbaik. 

“Hadiah itu kita umukan kejutan dengan harapan memang dari awal sampai selesai tetap semangat karena kami perhatikan Alhamdulillah teman-teman pesertanya ini memiliki antusiasme yang sangat baik semangatnya juga tinggi untuk belajarm” ungkap Dian. 

Dian berharap, setelah kegiatan ini Diskominfo Jatim bisa semakin maju dengan bantuan kerja sama dari rekan-rekan kabupaten/kota, sehingga Kominfo Jatim dapat dibantu untuk tidak bekerja sendirian, tapi didukung juga kabupaten/kota. “Dan juga kami harapannya kerja sama antara Diskominfo Jatim dengan kami di BSSN khususnya terkait pengembangan kompetensi bisa terus berjalan,” pungkasnya. 

Sebagai informasi, kegiatan pelatihan Level I SOC Analyst Tahun 2024 ini merupakan kegiatan untuk mewujudkan program born to defense untuk SDM Pengelola Keamanan Siber Sektor Infrastruktur Informasi Vital. Kegiatan diikuti sejumlah peserta 50 orang yang terdiri dari ASN, perangkat daerah fdi lingkup Pemprov Jatim, kabupaten/kota di Jatim. dan kepolisian. Kegiatan dibuka dan ditutup secara resmi oleh Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin. (vin/s)

#pemprov jatim #kominfo jatim #BSSN #BPSDM Jatim #BSSN RI #gangguan siber #Pusbang SDM BSSN