Rabu, 1 Februari 2023

BPS Jatim Publikasikan Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi 2020-2021

Diunggah pada : 22 Agustus 2022 13:46:23 337
Sumber Foto: Istimewa

Jatim Newsroom – Di tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur terkontraksi sebesar 3,41 persen. Namun, ada 11 kabupaten/kota dengan pertumbuhan ekonomi yang terkontraksi di atas pertumbuhan Provinsi Jawa Timur, yaitu Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Tuban, Kota Kediri, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, Kota Surabaya, dan Kota Batu.

Melansir laman resmi Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur (BPS Jatim) dalam laporan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur Menurut Pengeluaran 2017-2021, pada tanggal 22 Agustus 2022, pertumbuhan ekonomi dari 27 kabupaten/kota lainnya terkontraksi dalam di bawah pertumbuhan Provinsi Jawa Timur. Untuk wilayah kabupaten/kota, pertumbuhan tertinggi pada tahun 2020 dicapai oleh Kabupaten Sampang yaitu sebesar -0,29 persen.

“Kemudian Kabupaten Bojonegoro berada pada peringkat kedua yaitu terkontraksi sebesar 0,40 persen. Hal ini disebabkan oleh PDRB Kabupaten Bojonegoro ditopang oleh minyak bumi yang tidak terlalu terpengaruh dengan adanya Covid-19,” ujar Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan.

Sementara itu, lanjut Dadang, kabupaten/kota dengan kontraksi pertumbuhan ekonomi paling dalam adalah Kota Batu yaitu sebesar 6,46 persen. PDRB Kabupaten Kota Batu ditopang dari pariwisata. Dengan adanya pandemi Covid-19, maka pembatasan aktivitas diberlakukan sehingga wisata di Kota Batu sempat terpuruk.

Pada tahun 2021, perekonomian mulai membaik, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tercatat pada angka 3,35 persen. Hampir seluruh angka di kabupaten kota di Jawa Timur mengalami pertumbuhan yang positif, terkecuali Kabupaten Bojonegoro yang masih terkontraksi sebesar 4,40 persen dan Kabupaten Bangkalan yang masih terkontraksi sebesar 2,07 persen.

“Angka yang masih terkontraksi di tahun 2021 di Kabupaten Bojonegoro disebabkan oleh menurunnya produksi migas, dan di Kabupaten Bangkalan karena konsumsi akhir Pemerintah juga mengalami penurunan yang disebabkan oleh menurunnya jumlah pegawai,” terang Kepala BPS Jatim. (idc/n)

#Pertumbuhan Ekonomi #BPS Jatim