Sabtu, 3 Desember 2022

BPS Jatim Laporkan Program KB untuk Tekan Laju Pertumbuhan Penduduk

Diunggah pada : 29 Agustus 2022 9:36:27 146
Sumber Foto: BPS Jatim

Jatim Newsroom – Salah satu upaya pemerintah untuk menekan laju pertumbuhan penduduk dengan menyelenggarakan program Keluarga Berencana (KB) terutama pada Pasangan Usia Subur (PUS), yaitu wanita usia 15-49 tahun yang terikat perkawinan komitmen pemerintah, cukup bagus.

Melansir laman resmi BPS Jatim dalam laporan Statistik Kesehatan Provinsi Jawa Timur, pada tanggal 29 Agustus 2022, Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan menjelaskan bahwa fakta tersebut dapat dilihat dari upaya pemerintah melakukan revitalisasi program KB dan posyandu. Program dimaksud meliputi edukasi wawasan pentingnya perencanaan dan pengaturan kelahiran, jumlah anggota keluarga yang ideal, pemasangan alat KB, dan konsultasi kesehatan reproduksi.

“Tahun 2021, persentase keikutsertaan PUS yang pernah menggunakan KB mengalami sedikit penurunan sebesar 3,60 persen poin dan peningkatan sebesar 0,85 persen poin untuk keikutsertaan PUS yang sedang menggunakan KB apabila dibandingkan dengan tahun 2020,” ujar Dadang.

Pemerintah, lanjut Kepala BPS Jatim, terus mengupayakan untuk meningkatkan PUS yang mengikuti program KB dengan berbagai program dan segala kemudahan untuk mengakses baik alat ataupun tenaga Kesehatan. Akan tetapi jumlah PUS yang belum ikut serta dalam program KB masih cukup banyak ditemukan di Jawa Timur.

Laporan ini juga mencatat, penggunaan alat KB lebih banyak digunakan oleh wanita berstatus kawin usia 15-49 tahun di daerah perdesaan dibandingkan perkotaan. Sementara itu, berdasarkan status ekonomi, persentase wanita berstatus kawin yang menggunakan alat KB menurun pada kelompok status yang lebih tinggi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan PUS untuk ikut program KB diantaranya adalah faktor agama, faktor budaya, faktor ekonomi, faktor kesehatan, faktor usia, serta faktor pendidikan.

“Program revitalisasi KB oleh pemerintah di setiap puskesmas dan posyandu yang menyediakan program layanan KB gratis, mendorong percepatan program peningkatan jumlah peserta KB khususnya di daerah perdesaan dan masyarakat dengan tingkat pengeluaran rendah,” pungkas Dadang. (idc/n)

#BPS Jatim #keluarga berencana #pertumbuhan penduduk