Minggu, 2 Oktober 2022

BPS Jatim Catat Perkembangan Ekspor Impor Jatim Tahun 2001-2021

Diunggah pada : 10 Agustus 2022 15:28:26 71
Sumber Foto: BPS Jatim

Jatim Newsroom - Pada tahun 2001-2003, nilai impor Provinsi Jawa Timur lebih kecil daripada nilai ekspor atau mengalami surplus neraca perdagangan. Namun setelah itu, nilai impor lebih besar daripada nilai ekspor dengan selisih yang tidak terlalu fluktuatif.

Hal tersebut tercatat dalam laporan “Statistik Impor Provinsi Jawa Timur 2021” yang dilansir dalam laman resmi Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur (BPS Jatim) pada 10 Agustus 2022.

Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan menerangkan, pada tahun 2008, 2012, dan 2013 terjadi perbedaan yang cukup besar antara nilai ekspor dan nilai impor yang mengakibatkan Provinsi Jawa Timur mengalami defisit yang cukup besar pada neraca perdagangan. Defisit pada tiga tahun tersebut merupakan defisit terdalam selama periode 2002-2021.

Selama tahun 2008-2021, secara umum nilai impor selalu lebih tinggi dibanding nilai ekspor sehingga mengakibatkan Neraca Perdagangan Luar Negeri Provinsi Jawa Timur mengalami defisit. Hanya pada tahun 2016 Neraca Perdagangan mengalami surplus, meskipun nilainya hanya sebesar 358,63 juta Dollar AS.

Dalam lima tahun terakhir, kondisi neraca perdagangan Jawa Timur masih dalam kondisi defisit, meskipun tidak sebesar defisit pada tahun 2008, 2012, dan 2013.

Dalam laporan ini disampaikan, meningkatnya nilai impor di tahun 2021 diikuti juga oleh meningkatnya nilai ekspor. Peningkatan nilai impor yang lebih tinggi daripada peningkatan nilai ekspor menyebabkan turunnya nilai neraca perdagangan luar negeri Provinsi Jawa Timur.

Kondisi tersebut sudah mulai terlihat sejak tahun 2007. Hal ini ditunjukkan dengan defisit yang nilainya terus mengalami peningkatan.

Dadang menjelaskan, tahun 2016 merupakan tahun terbaik karena pada tahun tersebut neraca perdagangan mengalami surplus untuk pertama kali setelah hampir sepuluh tahun mengalami defisit. Namun sayangnya defisit neraca perdagangan tersebut kembali terjadi pada tahun-tahun berikutnya. Kondisi ini terus berlanjut hingga tahun 2021 dengan nilai defisit menjadi sebesar 4.706,57 juta Dollar AS.

"Peningkatan ekspor merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menggenjot neraca perdagangan Jawa Timur. Upaya ini dapat melalui diversifikasi produk, pengembangan pangsa pasar ekspor di luar negeri yang diupayakan dengan lebih optimal, serta kemudahan dalam mengurus administrasi atau persyaratan ekspor dan memberikan bantuan kepada pengusaha ekspor. (idc/n)

#ekspor #impor #BPS Jatim