Sabtu, 2 Maret 2024

BKKBN Jatim bersama Universitas Kadiri Sinergi Bangun Generasi Emas

Diunggah pada : 20 November 2023 5:23:10 22
BKKBN Jatim bersama Universitas Kadiri Sinergi Bangun Generasi Emas

Jatim Newsroom - BKKBN Jawa Timur melaksanakan kegiatan Internalisasi Pengasuhan Balita dalam rangka Penurunan Stunting kepada Masyarakat di Kota Kediri. 

Kegiatan yang berlangsung di Aula Universitas Kadiri ini dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur,  Maria Ernawati,  Tim Penggerak PKK Kota Kediri dan Sekretaris Dinas P3AP2KB Kota Kediri. Sedangkan peserta kegiatan terdiri dari Keluarga Baduta, Keluarga Balita, Kader BKB, PKK, Penyuluh KB, CoE Poktan Pembangunan Keluarga dan Insan GenRe, sejumlah 250 orang.

Pada kesempatan ini, dilaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Universitas Kadiri dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Kediri. 

Rektor Universitas Kadiri, Djoko Rahardjo, dalam sambutannya menyampaikan, tujuan dari penandatanganan perjanjian Kerjasama antara Universitas Kadiri dan DP3AP2KB Kota Kediri untuk meningkatkan kemampuan bersama dalam bidang Pendidikan, penelitian dan pengabdian Masyarakat antara pihak pertama dan pihak kedua secara bersama-sama sebagai tim dalam menjalankan bidang-bidang tertentu. 

Diharapkan dengan adanya Kerjasama yang saling menguntungkan untuk kedua belah pihak yang efektif, efesien dan berkelanjutan terutama dalam pengembangan bidang Pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat. 

Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, menyampaikan, BKKBN mengemban tugas untuk mewujudkan anak tumbuh seimbang dan keluarga yang berkualitas, sehingga BKKBN membentuk suatu tim dari berbagai sektor untuk menanggulangi permasalahan Stunting, yaitu Tim Percepatan Penurunan Stunting. 

BKKBN memiliki strategi dalam penurunan stunting, yaitu dengan pendampingan keluarga berisiko, yaitu calon pengantin, ibu hamil agar tidak melahirkan anak stunting; Ibu menyusui dan anak umum 0 -2 tahun agar tidak stunting. untuk mengawal keluarga beresiko stunting BKKBN membentuk Tim Pendamping Keluarga yang terdiri dari PKK, tenaga medis dan Kader KB. 

Stunting pada anak mencerminkan kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bawah 5 Tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis, sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi kronis terjadi sejak bayi dalam kandungan hingga usia dua tahun. Dengan demikian periode 1000 hari pertama kehidupan seyogyanya mendapat perhatian khusus karena menjadi penentu tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktivitas seseorang di masa depan.

"Melalui internalisasi pengasuhan 1000 HPK kepada keluarga sasaran yang dilaksanakan secara masif, kami berharap para orangtua semakin tahu dan memahami dengan baik tentang pentingnya pengasuhan yang tepat pada masa 1000 HPK, yang outputnya kelak dapat mewujudkan anak-anak Indonesia yang SEHAT, CERDAS, dan MAMPU BERSAING dengan masyarakat global," kata Maria Ernawati.

Setelah acara pembukaan, kegiatan dilangsungkan dengan Talkshow dari beberapa Narasumber. Narasumber pertama merupakan Pengurus PKK Kota Kediri. Beliau menyampaikan terkait peran PKK dalam penanggulangan stunting. Adapun strategi pendekatan yang dilakukan oleh PKK melalui berbagai kegiatan melalui POKJA I hingga POKJA IV.

Kegiatan ini juga bekerjasama dengan Dokter, yang menyampaikan wawasan tentang Optimalisasi Tumbuh Kembang di Masa 1000 HPK, serta bekerjasama pula dengan Psikolog yang memberikan pemahaman tentang stimulasi anak usia dini.(her/s)

#bkkbn