Kamis, 6 Oktober 2022

Berat Koper Dan Isi Bawaan Jamaah Haji Masih Menjadi Perhatian Untuk Sosialisasi

Diunggah pada : 7 Juni 2022 13:05:23 674
Petugas Haji membuka koper Jamaah Haji di depan pemiliknya.

Jatim Newsroom - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, terus memberikan pelayanan terbaik untuk para Jamaah Haji. Sampai dengan kedatangan Kelompok Terbang (Kloter) Ke-5 yang memasuki Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), Senin (6/6/2022), para Petugas Haji masih banyak menemukan koper dan isi bawaan jamaah yang harus disesuaikan dengan peraturan penerbangan internasional. 

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur yang juga Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Husnul Maram menerangkan secara aturan penerbangan Saudi Arabian Airlines, barang bawaan koper besar tidak boleh melebihi 15 kg,  namun pihaknya masih menemukan banyak koper jemaah yang masih melebihi aturan yang ada.

" Di kloter 5 terdapat sekitar 13 jamaah yang membawa koper bagasi yang overweight, beratnya lebih dari 15 kg," terang Kakanwil, dalam rilisnya, Selasa (7/6/2022).

Diterangkan, diantara barang yang sering membuat koper overweight adalah bahan makanan, salah satunya mie instan. Selain itu, petugas juga menemukan pengeras suara dalam koper milik seorang pembimbing KBIH. 

Dijelaskan, pengeras suara sebenarnya tidak dilarang dimasukkan kedalam koper asal baterainya dilepas sehingga baterai bisa dimasukkan ke dalam tas tenteng.

"Karena pengeras suara kloter 5 ini menggunakan baterai tanam, maka pengeras ini dilarang masuk koper bagasi," tutur Maram. 

Petugas pun mengembalikan alat tersebut kepada petugas haji daerah dan dapat diambil pemilik sekembalinya dari tanah suci. Selain itu, petugas pun kembali menemukan beberapa jemaah yang membawa powerbank dalam koper.

"Diizinkan membawa powerbank dalam penerbangan asalkan kapasitasnya tidak lebih 20000mAH dan ditaruh di tas tenteng," jelas pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Kemenag Surabaya ini.

Oleh karena itu, powerbank yang berada di tas koper jemaah wajib dipindahkan ke tas tenteng. Ditambahkan, terdapat 1 jemaah yang tidak menuliskan nama kloter di kopernya.

"Hal ini dapat merugikan jemaah haji karena kopernya bisa tertukar dengan jemaah lain, kita ingatkan jemaah untuk menulis semua informasi yang diperlukan," jelasnya.

Dalam Kloter 5 ini terdapat jamaah haji termuda atas nama Jefri Ardiyansyah Fauzi dari Kota Surabaya yang berusia 20 tahun.

Kloter 5 merupakan gabungan jamaah yang berasal dari Kabupaten Lamongan, Kota Surabaya, Kabupaten Jombang serta Kabupaten Nganjuk.

Rombongan Kabupaten Lamongan datang lebih awal pada pukul 15.50 WIB, disusul oleh rombongan kabupaten kota lainnya.(pno/n)

#Haji 2022 #Kloter 5