Sabtu, 20 Juli 2024

Bank Indonesia Gelar PTBI 2023

Diunggah pada : 30 November 2023 9:23:27 150
PTBI 2023

Jatim Newsroom - Bank Indonesia menggelar Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) tahun 2023 yang diikuti oleh seluruh kantor perwakilan BI di Indonesia dengan mengundang stake holder dan belangsung secara hybrid dari Jakarta, Rabu (29/11/2023). Sementara dari kantor perwakilan BI Jawa Timur, wakil Gubernur Jawa Timur, juga menghadiri gelaran ini secara virtual.

TBI adalah puncak high level event (HLE) Bank Indonesia yang telah diselenggarakan secara rutin sejak tahun 1969. Agenda utama PTBI adalah penyampaian pandangan Bank Indonesia mengenai kondisi perekonomian nasional, tantangan yang dihadapi, dan arah kebijakan ke depan serta penyampaian arahan Presiden Republik Indonesia mengenai kebijakan Pemerintah ke depan.

Pada pertemuan yang dihadiri oleh Presiden RI, Joko widodo ini, dipaparkan terkait masih adanya tantangan global seperti fragmentasi geopolitik, ketidakpastian pasar keuangan akibat pengaruh respons kebijakan bank sentral negara maju seiring masih tingginya inflasi yang dihadapi, ancaman perubahan iklim, dan berbagai tantangan lainnya perlu dihadapi ke depan. Oleh karena itu, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menilai bahwa penting untuk terus mempererat sinergi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Dikatakan Perry, bahwa pandangan dan arahan dari agenda PTBI 2023 diarahkan untuk menjadi acuan strategis bagi pemangku kepentingan, khususnya pelaku industri, dan investor dan kalangan dunia usaha dalam mengambil keputusan, serta mendorong optimisme pemulihan ekonomi menuju Indonesia Maju.​

Presiden Joko widodo Presiden Joko Widodo pada kesempatan ini pun mengajak seluruh sektor usaha, khususnya perbankan untuk memacu penyerapan kredit utamanya bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar kinerja sektor riil bisa lebih baik dari tahun lalu.

Dikatakan Presiden bahwa saat ini banyak fenomena global yang berdampak pada kinerja domestik, di antaranya seperti inflasi dan suku bunga tinggi di Amerika Serikat, perlambatan dan krisis properti di RRT, hingga peningkatan tensi geopolitik maupun perang. Namun demikian, menurutnya, masyarakat Indonesia patut bersyukur, sebab ekonomi Indonesia masih tetap tumbuh stabil di kisaran 5%. Bila dibandingkan dengan negara lain, Malaysia misalnya hanya tumbuh 3,3%, AS 2,9%, Korea Selatan 1,4%, dan EUA 0,1%.

Sementara itu, menyikapi tantangan 2024, Deputi Kepala Bank Indonesia Jawa TImur, Rizki Ernadi, mengatakan, BI Jatim akan terus berupaya mendorong pertumbuhan UMKM melalui berbagai program. Ada tiga pilar pengembangan UMKM yang dilakukan BI, yaitu pertama, korporatisasi UMKM melalui pengembangan klaster pangan eksisting dan yang kedua, peningkatan kapasitas UMKM melalui pengembangan pariwisata dan pendampingan. Dan ketiga, peningkatan akses pembiayaan melalui kegiatan busines matching pada gelaran Java Coffae Culture, Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Jawa 2023, pemberian pelatihan kepada 200 UMKM, serta penyediaan database profil UMKM.Hingga Oktober 2023 penyaluran kredit sektor UMKM terpantau tumbuh tinggi 8,52% dengan pangsa kredit UMKM mencapai 31,3% atau Sudah di atas syarat minimal Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) sebesar 25%.

Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, menyampaikan, bahwa UMKM merupakan salah satu sektor tulang punggung ekonomi Jatim dengan share sekitar 58%. Untuk itu, Pemprov Jatim terus menjalankan program afirmasi sebagai penguatan koperasi dan UMKM.  Penguatan UMKM di Jatim dilakukan melalui program One Pesantren One Product (OPOP), program kredit sejahtera Jatim (Prokesra), advokasi dan klinik center KUMKM, dan program Millenial Job Center (MJB) yang ditargetkan sampai akhir tahun terbentuk 10.000 proyek, dan saat ini sudah tercapai 9.000.

Ekonomi Jawa Timur Kumulatif sampai Triwulan III-2023 terhadap Kumulatif sampai Triwulan III-2022 (c-to-c) mengalami pertumbuhan sebesar 5,02 persen. Semua lapangan usaha mengalami pertumbuhan ekonomi positif. Jatim pada posisi tertinggi ketiga dalam pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa saat ini.(red)

 

#bankindonesia #Tim Pengendali Inflasi