Kamis, 18 Juli 2024

Atasi Masalah Stunting, Pemkab Mojokerto Gelar MINILOK Audit Stunting

Diunggah pada : 28 Desember 2022 14:20:15 74
Sumber foto : Diskominfo Kabupatenn Mojokerto

Jatim Newsroom – Sebagai upaya dalam memaksimalkan penurunan angka stunting di Kabupaten Mojokerto, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terus melakukan beberapa langkah preventif. Salah satunya dengan menggelar desiminasi audit kasus stunting melalui Mini Lokakarya (MINILOK) tingkat kecamatan, yang bertujuan untuk mencegah potensi terjadinya stunting pada anak.

Pelaksanaan MINILOK Audit Stunting yang berlangsung pada Selasa (27/12/2022) di The New Jimbaran Resto Kota Mojokerto tersebut, diikuti sedikitnya 300 peserta. Yang mana pesertanya terdiri dari Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat Kabupaten Mojokerto, TPPS Tingkat Kecamatan, Ketua TP PKK Kecamatan, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Mojokerto, tim pakar Ahli Gizi, Spesialis Kandungan, dan Spesialis Anak dari RSUD Prof Dr. Soekandar. Juga turut hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko dan Plt. Kepala DP2KBP2 Ludfi Ariyono.

Dalam pembahasan diseminasi audit kasus stunting, terdapat 7 kasus yang diambil oleh Pemkab, antara lain 1 Calon Pengantin (Cantin) Kekurangan Energi Kronik (KEK), 3 Ibu Hamil KEK, dan 3 Anak Usia Bawah Dua Tahun (Baduta) Stunting.

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, menjelaskan, alasan utama kegiatan ini digelar, adalah agar TPPS tingkat Kecamatan bisa mengetahui serta mengerti apa yang dilakukan sesuai dengan perannya masing-masing.

"Sehingga kemudian panjenengan semuanya dengan kegiatan kita hari ini, menjadi punya banyak gambaran dan tahu apa yang harus dilakukan pada kasus-kasus Cantin-Cantin KEK, ibu hamil KEK dan balita-balita stunting yang ada diwilayah panjenengan masing-masing," jelasnya.

Bupati Ikfina meminta seluruh Ketua TPPS tingkat Kecamatan sudah memiliki data terkait Cantin KEK, ibu hamil KEK, dan balita stunting agar dapat mempermudah dalam mengatasi kasus stunting di wilayahnya masing-masing.

"Ini tugas TPPS Kabupaten untuk mendistribusikan data ini, karena data ini ada di DP2KBP2 dan ada di Dinas Kesehatan. Kita serahkan semuanya datanya supaya panjenengan nanti bisa melakukan konvergensi tingkat kecamatan,"terangnya.

Bupati Ikfina pun menilai, untuk menyelesaikan masalah stunting, Pemkab Mojokerto harus memiliki pusat komunikasi untuk menjadi pusat koordinasi dalam menyelesaikan masalah. "Sehingga nanti kalau kecamatan-kecamatan ini punya masalah apa segala macamnya bisa kita koordinasikan di tempat ini,"ujarnya.

Kepada seluruh stakeholder, Bupati Ikfina mengajak agar bersama-sama menyelesaikan masalah stunting di Kabupaten Mojokerto. Menurutnya, permasalahan stunting tidak hanya karena faktor kekurangan makan, melainkan juga terdapat banyak faktor lain yang menyebabkan kasus stunting.

"Saya minta tolong kerjasamanya dan kerja kerasnya, ini  bukan masalah sepele, bahkan yang ibu-ibu hamil KEK tadi, bagaimana caranya setelah melahirkan itu KB, dan kemudian kita juga punya data ibu-ibu yang sudah usianya di atas 35 gimana semuanya KB. Semua data harus kita pegang, kemudian strategi kita jalankan, pemantauan dan monitoring kita lakukan, evaluasi secara berkala kita lakukan, dan tentu nanti TPPS Kabupaten juga melakukan evaluasi berkala terhadap TPPS kecamatan,”imbaunya.

Setelah kegiatan ini dilaksanakan, Bupati Ikfina berharap para peserta bisa mendapatkan gambaran terhadap apa yang harus dilakukan di tahun 2023 dengan kreativitas dan inovasi cara kerja yang berbeda dari tahun sebelumnya."Bagaimana kemudian kita akan segera menyelesaikan dan mencegah lahirnya bayi-bayi stunting,"kata Bupati Ikfina.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko juga mengharapkan, dengan dilaksanakannya audit kasus stunting melalui MINILOK tingkat Kecamatan ini supaya bisa menurunkan angka stunting di Kabupaten Mojokerto. Karena menurut hasil penelitian Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) angka stunting di Kabupaten Mojokerto mencapai 27,4 persen dan target nasional pada tahun 2024, prevalensi stunting turun hingga 14 persen.

"Kita berharap dengan upaya bapak-ibu dan dengan data yang benar-benar valid angka stunting, kita harap dibawah satu digit atau dibawah 10 persen itu harapan kita," pungkasnya. (vin/s)

#stunting #Kabupaten Mojokerto