Kamis, 13 Juni 2024

6 Peserta Pertura Ramaikan JKF 2022

Diunggah pada : 27 Juli 2022 6:01:26 134
Penampilan Pertura dari Kota Batu

Jatim Newsroom - Memasuki hari kedua Jatim Kominfo Festival (JKF) 2022, Selasa (26/7/2022) yang digelar di halaman Balai Among Tani Kota Batu diramaikan dengan berbagai kegiatan, diantaranya, Forum Infrastruktur TIK, Workshop Literasi Digital, Workshop Jatim Smart Innovation, Forum Walidata, Podcast dan Festival Pertunjukan Rakyat (Pertura).

Pada Festival Pertura kali ini diikuti 6 peserta, yaitu dari Kota Batu, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Tuban dan Kota Surabaya. Dari 6 peserta tersebut penampilannya dibagi menjadi dua sesi.

Untuk sesi I digelar pada hari Selasa, (26/7/2022) menampilkan Pertura dari Kota Batu dengan Judul Glendho Barong Kepruk. Kemudian dari Kabupaten Bondowoso dengan judul Ki Macan Putih dan dari Kabupaten Pacitan dengan judul Pasar Ilang Kumandange.

Sesi II akan diselenggarakan pada hari Rabu, (27/7/2022) diikuti tiga penampilan, yakni dari Kabupaten Sumenep dengan judul Lancor Sale, Kabupaten Tuban dengan judul Ajari Nyincing Kelebing Digital dan Kota Surabaya dengan judul Gotong Royong Bangkitkan Ekonomi.

Kepala Bidang Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur (Diskominfo Jatim), Assyari mengatakan, tahun ini Festival Pertura diikuti oleh 6 peserta yang merupakan perwakilan dari Bakorwil. 

"Peserta Festival Pertura adalah grup seni pertunjukan rakyat yang ada/berdomisili di Wilayah Bakorwil setempat dan lulus seleksi ataupun melalui proses penunjukan sebagai wakil Bakorwil. Dari Bakorwil Pamekasan diwakili Kabupaten Sumenep, Bakorwil Bojonegoro diwakili Kapupaten Tuban, Bakorwil Madiun diwakili Kabupaten Pacitan, Bakorwil Jember diwakili Kabupaten Bondowoso. Adapun Bakorwil Malang diwakili oleh dua, yaitu Kota Batu dan Kota Surabaya," jelas Assyari, disela-sela menyaksikan Festival Pertura, Selasa (26/7/2022) malam.

Dijelaskan Assyari, dalam Festival Pertura, setiap penampilan peserta harus memiliki unsur cerita, tokoh cerita, dialog, musik pengiring, gerak/tari, vokal/waranggono,lawak/humor. Sedangkan untuk materi atau isi cerita yang disajikan harus bersumber pada bahan – bahan penyuluhan tentang Kebijakan Pemerintah, permasalahan yang sedang hangat terjadi di masyarakat yang disajikan secara santun, pertimbangan etika dan estetik, Cerita rakyat, Cerita panji, Cerita babat, Cerita menak, Ramayana dan Mahabarata.

"Dalam Pertura ini tidak hanya menampilkan seni dan budaya saja, namun harus bisa menyampaikan pesan-pesan terhadap proses bagaimana peran Kominfo ke depan, terutama dalam persoalan membangun Optimis Jatim Bangkit dengan akselerasi digital. Pesan ini harus sampai kepada masyarakat melalui pertunjukan rakyat," terang Assyari. (non)

#JKF2022 #Pertura