Sabtu, 3 Desember 2022

55,60 Persen Pemuda Jatim Bekerja di Sektor Jasa pada 2021

Diunggah pada : 20 Juli 2022 10:55:27 61
Sumber Foto: BPS Jatim

Jatim Newsroom – Pada tahun 2021, mayoritas pemuda di Jawa Timur cenderung terkonsentrasi bekerja di sektor jasa (55,60 persen). Selanjutnya diikuti pemuda yang bekerja di sektor manufaktur dan pertanian (27,36 persen dan 17,04 persen). 

Pola yang sama terlihat pula pada pemuda laki-laki dan perempuan, pilihan bekerja di sektor jasa lebih mendominasi. Namun untuk daerah perdesaan, lapangan usaha sektor pertanian merupakan tertinggi kedua setelah sektor jasa.

Hal itu tercatat dalam Laporan Statistik Pemuda Provinsi Jawa Timur Tahun 2021 yang dipublikasikan di laman resmi Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur (BPS Jatim), Juli 2022. 

Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan mengatakan bahwa berdasarkan jenis kelamin, persentase pemuda perempuan yang bekerja di sektor jasa jauh lebih besar dibandingkan pemuda laki-laki (70,01 persen berbanding 45,92 persen). Sedangkan untuk sektor manufaktur dan pertanian persentase pemuda laki-laki yang bekerja di sektor tersebut lebih banyak dibandingkan pemuda perempuan. 

Berdasarkan tipe daerah, persentase pemuda perkotaan yang bekerja di sektor jasa jauh lebih besar dibandingkan pemuda di perdesaan (63,53 persen berbanding 44,95 persen). 

Sementara untuk sektor manufaktur persentase antara pemuda perkotaan dan perdesaan hampir berimbang, sedangkan untuk sektor pertanian masih lebih dominan di perdesaan dibandingkan perkotaan (29,91 persen berbanding 7,47 persen). Pola tersebut tersebut mempertegas perbedaan struktur ekonomi dan ketersediaan lapangan pekerjaan antara perkotaan dengan perdesaan.

Lapangan usaha yang ditekuni oleh pemuda Jawa Timur tidak lepas dari tingkat pendidikan yang ditamatkan pemuda. Berdasarkan tingkat pendidikan pemuda yang bekerja, untuk sektor pertanian didominasi oleh pemuda dengan pendidikan SMA/sederajat (35,57 persen). 

Sedangkan pada sektor manufaktur juga didominasi oleh pemuda dengan tingkat pendidikan SMA/sederajat (57,59 persen). Demikian pula pada sektor jasa didominasi pemuda dengan tingkat pendidikan SMA/sederajat (54,77 persen). 

Angka-angka tersebut dapat digunakan sebagai gambaran bahwa pendidikan menjadi salah satu penentu kondisi sektor lapangan pekerjaan yang ditekuni pemuda Jawa Timur.

Apabila dihubungkan antara tingkat pendidikan dan lapangan usaha pekerja pemuda, sebagian besar pemuda dengan pendidikan SD ke bawah lebih banyak bekerja di sektor pertanian. Sebaliknya, hanya 2,56 persen pemuda dengan pendidikan tamat perguruan tinggi yang mau menggeluti sektor tersebut. 

Padahal sektor pertanian juga membutuhkan input sains, teknologi, ataupun input teknik pemasaran dan sejenisnya, agar sektor pertanian menjadi lebih produktif dan berdaya saing. Sentuhan sains dan teknologi seharusnya dapat disumbangkan melalui pemuda yang berpendidikan tinggi. (idc/n)

 

#Ketenagakerjaan #BPS Jatim #pemuda