Sabtu, 24 Februari 2024

POTENSI KELAUTAN CAPAI 171 MILIAR DOLLAR AS

Diunggah pada : 14 Agustus 2014 13:07:41 10
thumb

Sektor kelautan dan perikanan memiliki peranan penting dan berkontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia karena potensinya yang sangat besar. Nilai potensi dan kekayaan sumber daya alam yang terdapat pada sektor kelautan dan perikanan diproyeksikan mencapai 171 miliar Dollar AS per tahun. Dalam pembangunan nasional sektor kelautan dan perikanan terus didorong, salah satunya melalui kegiatan promosi berskala internasional.            

Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo pada acara Grand Launching Marine and Fisheries Expo and Conference 2014, Rabu (13/8) malam mengatakan, potensi dan kekayaan sumberdaya alam tersebut meliputi perikanan, pariwisata bahari, energi terbarukan, mineral di dasar laut, minyak dan gas bumi, pelayaran, industri maritim dan jasa kelautan.
    Secara rinci nilai potensi tersebut meliputi perikanan 32 miliar Dolar Amerika, wilayah pesisir 56 miliar Dollar AS, bioteknologi 40 miliar Dolar AS, wisata bahari 2 miliar Dolar Amerika, minyak bumi 21 miliar Dolar Amerika dan transportasi laut 20 miliar Dolar Amerika.     
    Penyelenggaraan Marine and Fisheries Expo and Conference (MFEC) 2014 memiliki arti penting dalam mengkomunikasikan peran penting sektor kelautan dan perikanan pada seluruh stakeholders termasuk masyarakat luas. Selain itu, kegiatan ini merupakan sarana yang tepat dalam mempromosikan produk, jasa dan teknologi serta peluang investasi dibidang kelautan dan perikanan.
    Penyelenggaraan tersebut akan hadir berbagai pemangku kepentingan baik pemerintah, lembaga internasional, akademisi, investor dan pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan dari dalam maupun luar negeri. Kegiatan MFEC 2014 akan dibagi menjadi dua tahapan. Pertama, MFEC 2014 yang akan dilaksanakan pada tanggal 27-29 Agustus 2014 dengan tema Fisheries for Food Security yang difokuskan pada bidang kegiatan perikanan. Kegiatannya meliputi Indonesia Aquaculture Expo and Seminar (Indo Aqua), Indonesia Pear Festival (IPF), Indonesia Seafood Expo (ISE), Indonesian Ornamental Fish Non Edible Product Expo (INOFEX) serta Business Conference sektor kelautan dan perikanan.
    Sedangkan tahap kedua adalah Ocean Investment Summit pada akhir bulan September 2014 dan akan didukung juga dengan expo dari tujuh sektor ekonomi maritim. Pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang telah dilaksanakan selama ini telah membawa hasil yang cukup menggembirakan.
    Hal tersebut ditunjukan dengan hasil pembangunan kelautan dan perikanan yang telah dicapai dalam waktu dua tahun terakhir ini, antara lain didorong oleh penerapan kebijakan percepatan industrialisasi kelautan dan perikanan.       

 Industrialisasi kelautan dan perikanan pada dasarnya merupakan pengembangan dan penguatan industri berbasis sumberdaya domestik, yang pastinya memiliki keunggulan komparatif (comparative advantage) yang tinggi.
    Dikataknnya, industri di sektor kelautan dan perikanan kian strategis, mengingat industri ini memiliki keterkaitan dengan sektor sektor lainnya, baik keterkaitan ke belakang maupun keterkaitan ke depan. “Oleh karena itu, sektor kelautan dan perikanan memiliki potensi dijadikan sebagai motor penggerak perekonomian daerah maupun nasional,” katanya.(jal,sti)

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait