Minggu, 21 Juli 2024

TERHALANG PIPA KODECO, REVITALISASI ALUR PELAYARAN SELAT MADURA DIMULAI 2010

Diunggah pada : 24 Agustus 2009 12:06:15 4
thumb

Departemen Perhubungan (Dephub) RI memprediksi proyek revitalisasi alur Selat Madura akan dimulai pada 2010. Ini dikarenakan adanya hambatan dari keberadaan pipa gas Kodeco. “Proyek revitalisasi alur itu, diprediksi akan dimulai 2010 dengan lama pengerjaan 14 bulan. Untuk pendalaman diperkirakan hanya perlu delapan bulan. Sedangkan pelebaran perlu lebih lama sehingga totalnya 14 bulan,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Dephub RI Sunaryo, di Surabaya, Senin (24/8). Dia mengatakan, proyek revitalisasi alur itu kini tengah dikaji, Intinya alur akan diperdalam dari 9,5 meter menjadi 14 meter agar bisa menampung kapal generasi ke-3 dan ke-4. Alur juga akan diperlebar dari 100 meter menjadi 200 meter sehingga perlintasan kapal dapat dua arah dari semula hanya one way traffic.Dalam hal ini, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah stakeholder pelayaran serta Badan Pelaksana Usaha Hulu Migas dan Kodeco Energy Ltd guna membahas persoalan pipa gas yang memotong alur.“Dari rapat itu telah ada sejumlah kesimpulan, yang pertama posisi pipa kini tengah disurvei dengan melakukan penyelaman dan kini prosesnya telah berlangsung selama tiga hari. Survei itu untuk landasan bagi proses pemasangan rambu lalu lintas laut agar kapal yang melintas dapat mengetahui secara pasti posisi pipa gas itu,” kata Sunaryo.Kedua, lanjut Sunaryo, pemasangan pipa telah ditetapkan hanya berlangsung satu tahun sejak beroperasi pada 1 Juni 2009. “Jadi hanya sementara sehingga pada 1 Juni 2010, operator Kodeco mesti memindahkan atau tidak lagi menggunakan pipa gas tersebut. Kesepakatan ini setujui oleh semua pihak yang hadir.” tuturnya.Pihaknya berencana melakukan revitalisasi alur pelayaran Selat Madura khususnya yang digunakan kapal untuk masuk ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. “Biayanya dari APBN, namun bisa saja ditenderkan ke pihak swasta yang berminat. Revitalisasi itu segera dilakukan,” katanya.Departemen Perhubungan (Dephub) memastikan penggelaran pipa gas bawah laut milik operator migas Kodeco Energy Ltd yang memotong Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) hanya sementara dengan durasi satu tahun sejak beroperasi 1 Juni 2009, sehingga operator migas itu pada tahun depan (1 Juni 2010) diminta memindahkan pipa gas itu.Kebijakan pemerintah tidak berubah bahwa pipa gas milik Kodeco yang telah digelar itu hanya berdurasi satu tahun. Posisi pipa sedang disurvei dengan melakukan penyelaman dan sudah berlangsung dalam beberapa hari. Kodeco juga akan dipanggil untuk menjelaskan keberadaan pipa tersebut. Pipa Kodeco tetap bersifat sementara hanya untuk satu tahun, jadi setelah satu tahun mesti dipindah.Apabila dari survei serta masukan kondisi pipa ternyata membahayakan alur pelayaran maka akan diambil tindakan. “Bila membahayakan jelas akan diambil tindakan,” ujarnya.

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait