Sabtu, 20 Juli 2024

MUSYAWARAH NASIONAL ADPSI BERI APRESIASI PEMBANGUNAN JATIM

Diunggah pada : 21 Agustus 2009 14:13:11 11
thumb

Musawarah Nasional (Munas) Asosiasi Dewan Provinsi Se Indonesia (ADPSI) yang diselenggarakan pada 18-20 Agustus 2009 di Hotel Sheraton Surabaya, para wakil rakyat tingkat provinsi ini dapat memberikan masukan terhadap pembangunan Jawa Timur ke depannya.Ketua DPRD Jatim Drs H Dja’far Shodiq dihubungi, Jumat (21/8) mengatakan, hasil munas ini tentunya diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap pembangunan bangsa dan Negara dengan tetap mengedepankan, menjalankan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Karena tugas pokok anggota dewan adalah bugeting, kontroling dan fungsi legislasi, maka peran itulah yang terus kita tingkatkan kualitasnyaPihaknya berharap semua politikus yang duduk di lembaga legislatif harus menempatkan perannya benar–benar menjadi lembaga yang bisa dan mampu sebagai pengontrol yang efektif dalam roda pembangunan secara profesional demi kemaslahatan dalam bermasyarakat dan bernegara. . Dengan demikian, keinginan Asosiasi Dewan Se Indonesia selain ingin melihat dari dekat Jembatan Suramadu juga ingin mengetahui perkembangan potensi usaha yang ada di wilayah tersebut. Dengan begitu, ADPSI membantu meyakinkan dunia usaha dalam menanamkan sahamnya di Madura. ”Ini adalah bagian dari promosi dan perlu kita sampaikan, apalagi anggota ADEPSI ada yang masuk di jajaran DPR RI,” ujarnya.Sekretaris DPRD Jatim Dr. Edi Purwinarto Msi, usai jalan sehat di Dispenda Jatim, mengatakan, keikutsertaan para sekretaris DPRD baik prov maupun kab/kota ingin mendapat informasi gambaran secara detail mekanisme pelantikan anggota dewan yang baru serta penentuan dan komposisi berkaitan dengan Undang Undang Susunan dan Kedudukan (Susduk) yang baru. ADPSI merupakan wadah Silahturahmi antar DPRD Provinsi se Indonesia dalam rangka menyamakan visi dan persepsi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi daerah dan sebagai sarana untuk tukar menukar informasi dalam menunjang tugas, fungsi dan peran pimpinan dan anggota DPRD dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Hal yang lebih penting dari itu adalah pembahasan laporan pertanggungjawaban pengurus ADPSI Periode 2004-2009 dan penjelasan dari Dirjen Bina Administrasi Keuangan Daerah (BAKD) tentang manajemen administrasi pengelolaan keuangan di lingkungan sekretariat DPRD. Seperti diketahui, usai melakukan musyawarah nasional pada beberapa hari sebelumnya, rombongan ADPSI tersebut langsung melakukan kunjungan ke Bangkalan. Sekda Kab. Bangkalan Drs H Sudarmawan, MM dalam sambutannya banyak menceritakan masalah Jembatan Surabaya-Madura. Disebutkan mengenai dampak dan manfaat dari keberadaan Jembatan Suramadu. Manfaat langsung dari Jembatan Suramadu adalah meningkatnya kelancaran arus lalulintas atau angkutan barang dan orang. Dengan semakin lancarnya arus lalulintas berarti menghemat waktu dan biaya. Manfaat selanjutnya adalah merangsang tumbuhnya aktivitas perekonomian. Manfaat langsung lainnya yang dapat diperhitungkan adalah nilai penerimaan dari tarif tol yang diberlakukan. Transportasi barang dan orang semakin meningkat, dan akan meningkatkan penerimaan dari tarif tol. Manfaat tidak langsung atau manfaat sekunder adalah multiplier effect dari Jembatan Suramadu. Hal ini merupakan dinamika yang timbul dan merupakan pengaruh sekunder (secondary effect), antara lain meningkatnya jumlah penduduk akan merangsang naiknya permintaan barang dan jasa. Selain itu, juga akan merangsang meningkatnya kegiatan perekonomian, berkembangnya usaha di sektor pertanian, industri, perdagangan, jasa dan meningkatnya arus barang masuk ke Pulau Madura. Di sisi lain, dapat meningkatnya kebutuhan untuk kawasan pemukiman dan infrastruktur serta Meningkatkan PDRB dan kesejahteraan masyarakat.Di Madura, umumnya kegiatan ekonomi masih bertumpu pada sektor pertanian primer (tanaman pangan, peternakan, perikanan, perkebunan dan kehutanan). Artinya pertanian atau sektor tradisional menjadi sektor andalan yang nampak dari perolehan PDRB terbesar dibandingkan sektor lain. Sektor lainnya adalah pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, listrik, gas, air bersih, bangunan, perdagangan, hotel, restoran, angkutan, pos, komunikasi, keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan.

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait