Senin, 15 April 2024

HARGA BAHAN POKOK DI JATIM MULAI NAIK

Diunggah pada : 21 Agustus 2009 13:44:27 4
thumb

Jelang bulan Ramadhan, harga sejumlah komoditi makanan dan bahan pangan di pasar-pasar Jawa Timur sudah menunjukkan kenaikan. Di antara yang mengalami kenaikan rata-rata cukup tajam dibandingkan rata-rata bulan Juli lalu adalah bawang putih (51,86%), gula pasir (9,91%), minyak goreng curah (5,13%), daging ayam broiler (3,78%), garam (28,33%), telur ayam ras (2,31%), cabe merah keriting (8,33%), dan kentang (8,33%).Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jawa Timur Arifin T Hariadi dalam rilisnya, Jumat (21/8) menjelaskan, untuk komoditi sayur mayur dan buah-buahan juga ada kenaikan harga variatif antara 1% hingga 5%, kecuali untuk komoditi buah apel yang mengalami kenaikan rata-rata cukup tinggi, yakni 23,28%.Kenaikan harga komoditi pangan ini, akibat mekanisme hukum pasar, karena setiap bulan Ramadhan terjadi peningkatan permintaan. Momen ini dimanfaatkan pedagang untuk menaikkan harga. Namun sejauh ini, dia menilai peningkatan harga tersebut masih bisa ditoleransi.Khusus untuk kenaikan harga bawang putih yang sangat tajam mencapai 50% lebih, memang menjadi perhatian. Setelah diteliti, ternyata kenaikan harga bawang putih itu karena memang harga di pasar asalnya, yakni di Selandia Baru dan RRC mengalami kenaikan sampai 300%. Bawang putih di Jawa Timur kebanyakan memang masih impor dari dua negara itu.Untuk produk gula pasir, Disperindag Jatim juga masih terus mengamatinya. Saat ini di tingkat konsumen,harganya bisa mencapai Rp 8.000 bahkan Rp 8.300. Kenaikan harga gula pasir ini memang menimbulkan pertanyaan karena saat ini adalah momen giling yang artinya pasokan di Jawa Timur sedang melimpah. Untuk menekan harga komoditi-komoditi tersebut, tidak bisa dilakukan hanya dengan operasi pasar. Misalnya, untuk menekan harga bawang putih, tidak akan bisa dilakukan operasi pasar jika barangnya tidak ada, karena bawang putih termasuk komoditi impor. Namun yang bisa dilakukan yakni menggelar pasar-pasar murah kerjasama pemerintah daerah 38 kabupaten/kota dengan perusahaan-perusahaan produsen maupun distributor komoditi.

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait