Senin, 24 Juni 2024

ANTISIPASI TERORIS, SATPOL PP TINGKATKAN OPERASI KTP

Diunggah pada : 21 Agustus 2009 13:41:45 3
thumb

Untuk menjaga stabiltas keamanan dan antisipasi terjadi terorisme di Jawa Timur pasca peledakan bom, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jatim lebih meningkatkan kewaspadaannya dengan rutin melakukan operasi KTP. Kabid Operasional Trantib Satpol PP Jatim, Meidy Susanto, di kantornya Jumat (21/8) mengatakan, kegiatan ini sebagai tindak lanjut surat edaran Mendagri No 300/2906/SJ tanggal 5 Agustus 2009. Karena itu, pihaknya menginstruksikan kepada Satpol PP Kabupaten/kota agar lebih menggiatkan operasi. Di mana mendagri menekankan agar lebih memperketat pengamanan di lingkungan masing-masing. (masyarakat, red). Razia yang dilakukan, yaitu operasi KTP di tempat-tempat keramaian seperti terminal, stasiun, dan mal. Sebab, dengan operasi ini akan dapat mempersempit ruang gerak para teroris yang sering berpindah tempat.Satpol PP terus melakukan pemantauan pergerakan perpindahan penduduk, terutama bagi warga pendatang. Dengan begitu, setiap RT diharuskan mendata dan memberi laporan terhadap warga baru yang menginap lebih dari 24 jam. ”Laporan bagi warga yang menginap lebih 24 jam ini sebenarnya sudah lama diterapkan, tetapi kesadaran masyarakat kurang, dan terabaikan. Atau bisa juga serta RT tersebut kurang peduli menjaga keamanan di kampungnya,” tegasnya.Menurutnya, upaya untuk mengantisipasi teroris ini dikoordinasikan ke TNI dan polri, seperti halnya laporan, identifikasi dan klarifikasi. “Kalau satpol berani menangkapnya ya ditangkap. Teroris itu kan punya senjata dan sangat lincah gerakannya, maka kita koordinasikan ke TNI dan polri dalam penangkapannya jika mengetahui orang yang dianggap mencurigakan atau mirip orang yang diburu polisi,” ungkapnya.Operasi Tempat Hiburan Bukan hanya itu saja, selama bulan suci ramadhan, Satpol PP juga akan merazia tempat-tempat hiburan yang tetap beroperasi. Pihaknya menginstruksikan, jika terdapat tempat hiburan yang melanggar agar menindak tegas untuk memberi sanksi. Langkah ini diambil untuk menghormati umat Islam yang sedang menjalakan ibadah puasa. “Sebelum datangnya puasa sudah operasi, tetapi selama satu bulan nanti tetap melakukan razia terhadap tempat-tempat hiburan. Apa betul selama ramadhan ini mereka tutup,” katanya. Namun, operasi untuk kali ini diharapkan tepat pada sasarannya, sehingga tidak terjadi polemik untuk kemudian harinya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, merazia tempat-tempat hiburan malam yang berada diarea hotel internasional. ”Dulu pernah salah paham, karena ketidaktahuan petugas yang merazia hotel itu. Memang hotel yang dikatakan bertaraf internasional diwajibkan memiliki fasilitas seperti restoran, pub, diskotik, dan SPA, tetapi tidak dapat ditindak. Kalau hotel melati ijin usahanya lain, untuk hotel lain, untuk tempat pijat sendiri. Pijat itu kan tidak dilarang, cuma kalau disalah gunakan ya kita tindak” ungkapnya.Sementara, untuk mengantisipasi terjadinya ledakan selama puasa, pihaknya berupaya memberantas petasan-petasan. Pasalnya, pemerintah jauh sebelumnya sudah mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyalakan petasan saat puasa hingga lebaran.

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait