MAJALAH POTENSI

Majalah Potensi terbit tiap 2 minggu

Edisi Januari 2012

RAYA PORONG SEGERA DIBENAHI

Selasa, 27 Maret 2012 | 10:58



Suasana serba muram, bahkan menjengkelkan yang dirasakan pengguna jalan Raya Porong mungkin bakal sedikit terobati. Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) V menargetkan perbaikan di Raya Porong dimulai Maret 2012 ini Seperti dikemukakan Kepala BBPJN V, Ahmad Ghofar Ismail, perbaikan jalan itu menjadi prioritas karena jalur utama menuju Pasuruan dan Malang itu kerusakannya makin parah.
Perbaikan akan dilakukan di Raya Porong yang rusaknya mencapai 500 meter berada dekat dengan tanggul lumpur. Konstruksi aspal akan diganti beton cor. Pengerjaannya diperkirakan makan waktu selama lima bulan.
“Selama perbaikan, harus ada rekayasa lalu lintas oleh Polres Sidoarjo guna mengurangi kepadatan lalulintas di Raya Porong, misalnya dengan mengalihkan arus ke Mojosari. Dengan begitu bisa cepat selesai,” tuturnya.
Paket penanganan Raya Porong, meliputi peningkatan struktur jalan dan pembuatan drainase. Sambil menunggu paket penanganan, Pemprov Jatim melalui Dinas PU Bina Marga telah melakukan perbaikan yang telah dimulai sebelumnya, yakni dari depan Polsek Porong, Pasar Lama, sampai Pusdik Gasum.
Kepala Dinas PU Bina Marga Pemprov Jatim, Moch Dachlan Karim, menjelaskan, perbaikan sementara itu menggunakan anggaran dana swakelola Pemprov sembari menunggu perbaikan total oleh BBPJN V. Meski bersifat sementara, diharapkan mengurangi kemacetan. Kendati belum permanen, Raya Porong tetap bisa dimanfaatkan. Perbaikan sementara dilakukan dengan campuran pasir dan pecahan batu.
Untuk perbaikan secara total, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk segera membangun Raya Porong yang rencananya ditinggikan sampai 50 cm. Untuk Raya Porong mendapat alokasi dana APBN Rp 9,9 miliar.
Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan Dinas PU Bina Marga Jatim, I Made Sukartha mengatakan, dana perbaikan itu untuk paket peningkatan struktur jalan Sidoarjo-Gempol sepanjang 2,5 km. Dimulai dari pintu keluar tol Porong hingga Jembatan Porong.
Dikatakannya, Jalan Raya Porong merupakan jalan nasional yang tanggung jawabnya berada di BBPJN V dengan dana APBN. Namun masyarakat yang belum memahami itu menganggap karena berada di wilayah Jatim, laporan selalu ditujukan ke Bina Marga Jatim.
Merespon keluhan itu, Gubernur Soekarwo selalu ingin membantu dengan dana APBD. Namun jika itu dilakukan akan melanggar aturan, karena dana APBD tak boleh untuk jalan nasional atau kabupaten, kecuali dalam bentuk hibah.

Arteri Pengganti Tol Porong
Gubernur Soekarwo Kamis (15/3) lalu akhirnya meresmikan jalan Arteri Porong, dibangun untuk menggantikan ruas jalan tol Porong yang sampai sekarang masih terendam luapan lumpur ekplorasi gas PT Lapindo Brantas.
Jalan arteri, merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan utama dengan ciri perjalanan jarak jauh, kecepatan rata-rata tinggi, dan jumlah jalan masuk (akses) dibatasi. Kini berbagai jenis kendaraan sudah melintasi jalan baru yang dicor beton itu.
Jalan arteri Porong ini berawal dari ruas jalan di depan pintu tol Ketapang, Sidoarjo dan berakhir di Kejapanan, Pasuruan. Panjang ruas jalan arteri ini enam kilometer dengan lebar delapan meter, dibangun dua jalur.
Soekarwo menuturkan, peresmian ruas arteri Porong dipercepat karena sudah sangat mendesak. Selama ini, kerugian akibat minimnya infrastruktur jalan yang diperparah luapan lumpur Lapindo membuat perekonomian Jatim rugi Rp 33 Triliun setiap tahun. Sebelumnya, Gubernur   men-deadline Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) pembangunannya selesai 15 Maret.
            Dikatakannya, molornya pembangunan jalan arteri ini akibat belum selesainya pembebasan lahan di Sidoarjo. Eksekusi dilakukan pada tujuh lahan di Desa Kalisampurno, Tanggulangin. Di wilayah itu 4  warga menolak tanahnya dibebaskan, dengan alasan ganti rugi yang ditawarkan BPLS tidak sesuai. Di Desa Ketapang, Tanggulangin terdapat dua berkas lahan yang belum.
Sebelumnya, BPLS telah membebaskan 20 bidang tanah. Ketujuh lahan yang dieksekusi memang cukup strategis. Lahan-lahan itu merupakan kunci pengoperasian jalan arteri karena merupakan pembuka dari sisi Surabaya. Dengan dibukanya jalan di desa Kalisampurno, maka akses jalan masuk dari tol Surabaya-Sidoarjo di km 35 bisa dilakukan.
           Rutenya, dari arah Sidoarjo belok ke kanan setelah perlintasan KA di Desa Ketapang Tanggulangin. Kendaraan akan melewati Desa Kalisampurno-Wunut-Pamotan-Kesambi- Juwet Kenongo-Porong-Kebonagung. Saat melewati Desa Ketapang, kendaraan akan melalui fly over yang melintas di atas jalan Tol Sidoarjo-Porong, sehingga tiba di Desa Kalisampurno. Kendaraan juga akan melintasi jembatan yang membentang di atas Sungai Porong hingga tiba di Desa Carat Gempol Pasuruan dan terus melintas hingga lewat jalur Kejapanan Pasuruan.

Hambatan
Ahmad Khusairi, Humas BPLS mengakui dalam proses pelaksanaan pekerjaan konstruksi banyak kendala dan hambatan sehingga secara keseluruhan belum maksimal akibat terbatasnya lahan yang bisa digunakan untuk pekerjaan konstruksi.
Pada lahan yang sudah dibebaskan, belum seluruhnya dapat dimasuki untuk pelaksanaan pekerjaan karena lokasinya tidak berkesinambungan (setempat-setempat) dan masih terdapat titik–titik lokasi tanah/bangunan rumah tinggal yang belum bebas. Padahal lokasi itu sangat strategis untuk pelaksanaan konstruksi.

Berharap Pulihkan Ekonomi
Gubernur Soekarwo mengharapkan dibukanya jalan arteri Porong bisa meningkatkan kembali roda perekonomian masyarakat Jatim dan investor pun masuk Jatim. Saat ujicoba ruas Ketapang-Kejapanan di eks tol Porong, Gubernur mengatakan, dibukanya jalan arteri ini memang terasa dipaksakan. Karena kalau tidak dipaksakan, tidak akan jadi. “Sudah selama enam tahun masyarakat Jatim menunggu,” tambahnya.
Soekarwo juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai media yang telah memberikan kritik. “Ada yang mengatakan jalan ini belum layak untuk dipakai. Dengan kritik itu membuat motivasi mempercepat dan memperbaiki,” katanya.
Dia juga mengharap kepada para pengunjuk rasa yang sedang berdemo saat uji coba dilakukan, agar tidak mengganggu kepentingan umum. “Silakan datang langsung ke pemerintah atau grahadi agar unjukrasa tidak mengganggu kepentingan umum,” katanya.
Ketua BPLS, Sunarso berterima kasih, berkat sinergi antara Jasa Marga dan Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional, akhirnya jalan arteri ini dapat dibuka. “Selain itu saya juga berterima kasih kepada warga yang telah berkontribusi dalam hal pembebasan lahan untuk kepentingan pembuatan jalan arteri ini,” ujarnya.
Hadir juga dalam acara ujicoba, Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim, Bupati Sidoarjo dan Pasuruan, Kepala Dishub LLAJ Jatim, juga Kadis Kominfo.(tim)

Advanced Search

   Produk SKPD