MAJALAH POTENSI

Majalah Potensi terbit tiap 2 minggu

Edisi Januari 2012

ANGKUTAN MUDIK 2011 SIAP

Senin, 22 Agustus 2011 | 11:12



Meski acara mudik lebaran selalu berarti kerepotan, namun justru menjadi pemanis dalam menikmati momen ini. Bagi pemudik di Jawa Timur, kerepotan itu bisa sedikit teringankan karena Pemprov Jawa Timur sudah mulai menyiapkan angkutan gratis, mulai bus, kereta api, kapal laut, hingga pesawat udara.

Pemprov telah menyiapkan 131 bus untuk mudik gratis bagi masyarakat yang kurang mampu. Bus total berkapasitas 7.000 tempat duduk itu melayani puluhan jalur mudik dari Kota Surabaya menuju Malang, Lumajang, Blitar, Kediri, Jember, Banyuwangi, dan Pacitan.
Pendaftaran dibuka mulai 1 Agustus di kantor Dinas Perhubungan dan LLAJ Jawa Timur di Jalan Ahmad Yani, Surabaya. Warga bisa mendaftar dengan membawa fotokopi KTP dan Kartu Susunan Keluarga.
Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Provinsi Jatim, Wahid Wahyudi mengatakan, pemberangkatan mudik gratis dilaksanakan dua kali: 27 dan 28 Agustus. Secara simbolis, pemberangkatan akan dilakukan Gubernur Dr H Soekarwo. Sedangkan untuk balik dijadwalkan 4 September.
Program ini sebagai upaya mengurangi volume kendaraan saat Lebaran serta mengurangi angka kecelakaan, khususnya bagi kendaraan roda dua. “Mudik gratis ini khusus kami sediakan bagi warga yang kurang mampu, seperti buruh pabrik, pedagang kaki lima, dan pelajar,” ujarnya.
Dishub dan LLAJ memprediksi jumlah pemudik tahun ini lebih dari 5,7 juta orang, mengalami kenaikan 6,17 persen dari tahun kemarin.

Jalur Udara
Lonjakan penumpang diprediksi terjadi di sektor transportasi udara, yakni 15 persen. Tahun 2010 penumpang pesawat saat lebaran mencapai 2.156.979 orang, pada 2011 ini diperkirakan 2.480.526 orang. “Menghadapi lonjakan itu dipersiapkan 250 pesawat,,” ujar General Manajer Angkasa Pura I, Trikora Harjo
Terkait disediakan tidaknya maskapai tambahan, pihaknya tidak bisa menentukan, karena yang bisa menentukan maskapai. “Tak ada bantuan, pemerintah tidak menyediakan pesawat tambahan,” ujarnya.
Dia memperkirakan puncak kepadatan di Bandara Juanda akan terjadi pada H-4 lebaran. “Kira—kira 10% dibanding hari biasa, dan ini mungkin terjadi selama 16 hari kerja mulai H – 7 hingga H + 7 lebaran,” katanya.
Tak hanya itu, PT Angkasa Pura I Juanda juga akan mengantisipasi kepadatan pemudik dengan memperketat keamanan di pintu masuk Juanda. “Kami siap menghadapi kepadatan pemudik dengan mendirikan beberapa posko di beberapa titik, seperti pintu masuk bandara, parkiran mobil dan motor, hingga ruang tunggu,” ujarnya.
Selama puasa ini Angkasa Pura I juga terus menggelar penertiban di area bandara demi memberikan kenyamanan pada para pengunjung bandara. Ia mengimbau masyarakat membeli tiket pada loket tiket resmi atau lewat biro-biro perjalanan.

Kapal Laut
    Selain menyediakan bus gratis, Pemprov juga menyediakan angkutan laut gratis dengan jalur Surabaya-Masalembo dan Tanjungwangi-Sapeken. Angkutan laut gratis ini menyediakan 3.000 tempat duduk. Pendaftaran dibuka 5 Agustus dan balik dijadwalkan 6 September.
PT Pelni Indonesia sudah menyiapkan 27 kapal. "Tapi dari jumlah itu hanya 15 kapal yang menyinggahi Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya," kata General Manager PT Pelni Indonesia,  Daniel E Bangonan.
Ada 28 ribu kursi penumpang disiapkan dalam mudik kali ini dan diprediksi akan habis. Meski begitu pihaknya tidak akan menyiapkan kapal tambahan. Dia berharap kepada calon penumpang agar bisa memesan tiket jauh hari di agen-agen resmi. Pihaknya sudah membuka puluhan agen resmi penjualan tiket resmi PT Pelni. "Kita juga buka di daerah-daerah untuk memudahkan pelayanan. Seperti Tulungagung dan Kediri," tuturnya.
Untuk tarif tiket, Daniel menegaskan, tidak akan menaikkan harga tiket saat lebaran. Bahkan beberapa tujuan, tidak melakukan potongan harga.

Termurah, Kereta Api
Hingga kini kereta api masih menjadi pilihan utama angkutan umum. Untuk mengantisipasi membludaknya penumpang masa Lebaran, PT KAI telah menyusun rencana angkutan KA terpadu sebagai pedoman bagi seluruh jajaran PT. KAI. “KA terpadu ini dititikberatkan pada keselamatan, keamanan, dan kelancaran perjalanan,” kata Humas PT Kereta Api Daerah Operasi (Daop) VIII Surabaya, Sri Winarto.
Puncak arus mudik lebaran pralebaran diperkirakan akan terjadi pada H-3 atau 27 Agustus 2011, dan puncak arus balik diperkirakan H+3 atau 3 September 2011. Jumlah penumpang dari Daop VIII Surabaya pada lebaran 2011 diperkirakan mencapai 702.100 atau turun 5 persen dibanding lebaran 2010 yang mencapai 706.200 orang.
PT KA juga mendirikan Posko Angkutan Lebaran yang melayani operasi KA, pelayanan, data, kehumasan, sistem informasi dan kesehatan. Selain itu juga mendirikan posko pengamanan bekerjasama dengan Polsuska dibantu POLRI di stasiun Surabaya Pasar Turi, Surabaya Gubeng, Surabaya Kota, Malang, Babat Lamongan, Mojokerto, Sidoarjo, Bangil, Kepanjen, dan Blitar.
Selain itu juga diterapkan patroli lintas oleh anggota Brimob seperti lebaran lalu dengan memeriksa barang-barang bawaan penumpang yang mencurigakan, pembuatan spanduk imbauan larangan, serta peringatan di stasiun-stasiun dan perlintasan yang ramai lalu lintas.
Terkait jumlah angkutan, tahun ini PT KAI pusat menyiapkan KA Reguler sebanyak 198 KA dan 26 KA tambahan. Armada lokomotif disiapkan sebanyak 151 unit, meliputi lokomotif dinas sebanyak 129 unit dan cadangan 22 unit. Sedangkan armada kereta yang disiapkan berjumlah 1.378 unit.
Sedangkan PT KA Daop VIII Surabaya mempersiapkan 71 rangkaian KA untuk 54 perjalanan. Antara lain 10 KA kelas eksekutif, 2 KA bisnis 4 KA kelas campuran dan 9 KA ekonomi jarak menengah, jarak jauh Subabaya-Jakarta, dan Surabaya-bandung. Selain itu juga 21 KA lokal jarak dekat, serta 8 KA lokal KRD dan Komuter.
Untuk kapasitas KA eksekutif mampu membawa 8 rangkaian gerbong ditambah gerbong barang dan gerbong tempat makan. Dan setiap gerbong mampu mengangkut 50 orang penumpang. Begitu pula rangkaian KA kelas bisnis, hanya setiap gerbongnya mampu mengangkut 60 orang. Untuk KA ekonomi rangkaiannya bisa sampai 10 gerbong dengan 106 orang setiap gerbongnya.
    Terkait tarif, untuk 23 Agustus hingga 5 September diberlakukan tarif terjauh, dan KA Ekonomi sesuai SK Kemenhub. Jika ada KA tambahan tarif sama dengan KA reguler sejenis yang diikutinya. Sedangkan tarif diskon hanya berlaku untuk lansia dan anak, kecuali untuk veteran berlaku 30 persen. Tarif khusus tidak berlaku pada 19 Agustus hingga 11 September.
Tarif ini sudah disosialisasikan melalui berbagai media. Termausk reservasi tiket KA selain di stasiun dan Pusat Pelayanan Reservasi (P2R). Calon penumpang bisa reservasi tiket KA pada H-40 atau 40 hari sebelum keberangkatan, yakni mulai 16 Juli 2011 untuk keberangkatan 25 Agustus.
Selain dibeli di setiap stasiun, tiket juga bisa diperoleh melalui contact center 121, call  center 021 121, website www.kereta-api.co.id, agen, kantor pos online, ATM BII, BRI, Mandiri, PANIN Bank, NISP, Toko Indomaret di seluruh Jawa, dan CIMB Niaga (fasilitas CIMB Clicks).
Bahkan, PT KA Daop VIII Surabaya juga menyiapkan pemesanan tiket kelas bisnis dan eksekutif tidak turun dari mobil atau drive thru. Layanan dengan sistem ini sudah diuji cobo sebelumnya di Stasiun Pasar Turi Surabaya pada 12 Maret lalu.

Gerbong Motor

PT KA rencananya juga mengoperasikan KA Komunitas jurusan Jakarta-Surabaya khusus mengangkut kendaraan sepeda motor bersama pengendaranya ditambah tiga penumpang anggota keluarganya serta barang-barang bawaannya.
Sri Winarto menuturkan, selama lebaran tiap harinya disiapkan dua KA komunitas untuk dua kali perjalanan jurusan Jakarta-Surabaya Pasar Turi, dan Jakarta-Surabaya Gubeng. atau sebaliknya. Ini agar para pemudik sepeda motor dari Jakarta tidak perlu bersusah payah melewati kemacetan dan capek di perjalanan.
Pada lebaran tahun lalu dengan Rp 300.000 per paket (ayah, ibu, dua anak dan ditambah barang bawaannya) para pemudik bisa menggunakan satu rangkaianan jasa KA komunitas yang nyaman dan aman. Tahun ini tiket tidak beda jauh dengan tahun lalu.
Tiap rangkaian terdiri dari 8–10 gerbong 2–3 gerbong untuk untuk mengakut sepeda motor sisanya disediakan untuk pengendara dan penumpang motor. Tiap gerbong maksimal bisa menampung sekitar 400 unit sepeda motor. KA khusus komunitas nantinya akan dilengkapi kipas angin, juga toilet.


---------------

MUDIK, WASPADAI JALUR RAWAN

Pemudik Lebaran yang menggunakan jalur darat di wilayah Jawa Timur perlu mewaspadai beberapa titik yang masih dianggap rawan atau berbahaya. Jalur rawan itu dibagi menjadi tiga kategori: rawan macet, rawan bergelombang (jalan labil), dan rawan kecelakaan lalu lintas (lakalantas).
Dari data Dinas PU Bina Marga Jatim, jalur rawan macet berada di wilayah Pasar Porong (ruas Sidoarjo-Gempol), Pasar Kejapanan (ruas Gempol-Pandaan), Pasar Babat (ruas Lamongan-Babat-Bojonegoro), Pasar Perempatan Duduk Sampeyan (ruas jalan Gresik-Lamongan), Pasar Ngopak (ruas Pasuruan-Probolinggo), Pasar Mojoagung dan Pasar Peterongan (ruas Mojokerto-Jombang.
Jalur rawan macet lainnya yakni Wilangan-Caruban (ruas Nganjuk-Caruban), Pertigaan Kertosono-Kediri, Jembatan Kayen (ruas Jombang-Kertosono), Pasar Singosari dan Pasar Lawang (ruas Surabaya-Malang), dan Pasar Tanah Merah dan pasar Blega (ruas Bangkalan-Sampang).
Untuk kondisi jalan yang rawan bergelombang: jalan jurusan Gamekan-Jombang, jurusan Jombang-Kertosono, dan jurusan pertigaan Purwosari.
Sedangkan titik rawan lakalantas berada di beberapa 10 daerah. Pertama di wilayah Tuban, yakni Jalan Tuban-Wulu (Desa Sumurgeneng-Jenu) dan Jalan Tuban-Widang (Pakah-Mrutuk). Kedua di wilayah Ngawi, yakni Simpang Empat Kedung Prahu, jalur Ngawi-Mantingan, jalur Ngawi-Karangjati, Jembatan jengkrik, Simpang Tiga Gendingan, Jembatan Ngracang, dan Simpang Empat Mantingan.
Ketiga di wilayah Banyuwangi, yakni Jalan Raya Situbondo, Jalan Raya Gatot Subroto, Desa Bajul Mati, dan Jalan Raya Yos Sudarso. Keempat di wilayah Probolinggo, yakni Jalan Raya Sumberasih (jalur Probolinggo-Nguling) dan jalan Raya Probolinggo-Besuki. Kelima, di wilayah Kota Probolinggo di Jalan Prof Hamka. Keenam, di wilayah Jember, yakni Desa Curah-Bamban-Tanggul, Desa Tekoan-Tanggul, dan Desa Sempolan-Silo. Ketujuh yakni di wilayah Lumajang, yakni jalur Lumajang-Ranuyoso dan jalur Lumajang-Jatiroto.
Kedelapan, Malang berada di Jalan Raya Lawang (jalur Surabaya-Malang), Kesembilan di wilayah Kota Malang, yakni jalan Kolonel Sugiyono dan jalan S Supriyadi. Terakhir, wilayah kesepuluh yang patut diwaspadai, yakni Kediri di Jalan Raya Branggalan (jalur Kediri-Tulungagung) dan jalan raya Papar dan Ngebrak (jalur Kediri-Kertosono).

Perbaikan Jalan

Saat ini, perbaikan dan pelebaran jalan masih terus dilakukan. Misalnya pengerjaan ruas jalan Tuban-Bulu, Gempol-Bangil, Pasuruan-Pilang masih dilakukan pelebaran jalan, ruas jalan Sandang-Tuban dan Bypass Pandaan ada peninggian jalan. Beberapa jembatan di ruas jalan nasional dan provinsi saat ini masih dalam pelaksanaan, seperti Jembatan Singosari yang dilakukan penggantian plat lantai (ruas jalan Lamongan-Babat) dan Jembatan Kali Lengkong dalam pelaksanaan penggantian (ruas jalan Turen-Lumajang). Namun, dijadwalkan pada H-10 Lebaran sudah bisa difungsikan pemudik.
Jika biasanya jelang lebaran berbagai jalan berlubang dan retak langsung diperbaiki, itu tak lagi dilakukan. Artinya, perbaikan itu dilakukan tak hanya menunggu jelang lebaran tapi sudah diupayakan perbaikannya setiap hari.
Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan Dinas PU Bina Marga Jatim, I Made Sukartha mengatakan, perbaikan jalan tidak hanya saat dibutuhkan seperti jelang lebaran. Pemeliharaan jalan setiap hari, sehingga saat mendatang tak harus dilakukan pemeliharaan secara berlebih. Saat lebaran pemeliharaan jalan ditiadakan. Selama tujuh hari, mulai H-3 hingga H+3 lebaran pemeliharaan jalan dihentikan. Namun semua peralatan dan bahan tetap stand by di 12 UPT Bina Marga Provinsi dan juga di kantor PU Bina Marga Provinsi, serta di Balai Besar Penangana Jalan Nasional V.
“Saat arus mudik dan balik lebaran, volume kendaraan biasa meningkat dan jika kami melakukan perbaikan akan memperburuk keadaan dan bisa memperpanjang kemacetan,” tuturnya.

Jalur Pantura

Kondisi jalan di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa dari Surabaya-Tuban-Rembang-Semarang-Solo, secara umum dalam kondisi baik. Ini dipastikan setelah Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Agoes Widjanarko memantau langsung jalan sepanjang lebih dari 408 km itu pada akhir Juli lalu.
Beberapa pekerjaan yang sedang dilakukan antara lain paket peningkatan struktur jalan Bedahan-batas Kota Lamongan-batas Kabupaten Gresik sepanjang 2,5 km senilai Rp 8,4 miliar, paket peningkatan jalan Lingkar Kudus senilai Rp 6,9 miliar, paket pelebaran Kudus-Pati I dan II sepanjang 6,70 km, paket peningkatan jalan Lingkar Selatan Pati sepanjang 2 km, paket pelebaran jalan Pati-Rembang I dan II sepanjang 7,2 km, paket berkala Jembatan Trengguli-Kudus-Pati-Rembang senilai 5,1 miliar, serta paket peningkatan jalan Demak-Trengguli sepanjang 7,6 km dengan nilai kontrak Rp 24,3 miliar.
 “Pemerintah terus berupaya untuk mempercepat proses penanganan jalan, terutama menghadapi Lebaran. Namun jika ada yang belum selesai, maka perbaikan akan dihentikan sementara waktu selama H-10 hingga H+10 Lebaran,” tuturnya. Pada H-10 sampai H+7 Lebaran, lanjut dia, jalur Pantura yang padat hanya diperuntukan bagi kendaraan berukuran kecil saja.

--------------------

Jalan Arteri Baru Porong Siap


Keinginan Gubernur Jatim, Dr H Soekarwo agar jalur arteri Porong baru sudah bisa dipakai pada H-10 Lebaran, bakal menjadi kenyataan. Penyelesaiannya segera tuntas kendati tak semua lajur jalan bisa dipakai.
Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan Dinas PU Bina Marga Jatim, I Made Sukartha  mengatakan, jalur arteri baru sudah tersambung. Proyek yang digarap Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) ini masih terkendala dana pembangunan jembatan di Kali Porong wilayah Desa Kebon Agung.
Pemprov Jatim akhirnya mengambil alih pembangunan jembatan dengan menggunakan anggran penanganan darurat. Jika awalnya direncanakan dalam bentuk gorong-gorong plat baja (armco), dibangun jembatan belly.
Untuk jembatan belly ini di sisi Utara Kali Porong dibangun sepanjang 40 meter. Sedangkan di sisi Selatan Kali Porong dibangun dua belly secara pararel masing-masing 30 meter. Jembatan belly itu juga dibangun seri untuk dijadikan dua lajur (arah ke Gempol dan ke Surabaya) masing-masing 3 meter.
Dengan lajur yang sempit itu maka hanya diperuntukkan bagi mobil dan motor. Untuk truk tetap diarahkan lewat jalur arteri lama (Jalan Raya Porong). Untuk memasuki arteri baru mulai 21 Agustus, pengendara dari arah Surabaya yang melewati jalur tol bisa putar balik saat keluar dipintu tol Porong dan masuk ke jalur arteri baru yang berada di sisi kiri jalan (pintu masuk tol Porong ke Surabaya). Jalur arteri itu akan menghubungkan hingga jelang pertigaan Kejapanan Gempol.
Untuk menghindari kemacetan, pemudik dengan tujuan Malang atau Pasuruan bisa melalui beberapa jalur alternatif, yakni melalui Krian Mojosari atau lewat Tanggulangin dan keluar pintu tol gempol.
Jalan arteri baru itu mempunyai panjang 7,1 kilometer dan lebar 40 meter. Terdiri atas dua jalur, masing-masing selebar 20 meter. Sekitar 123,7 hektare tanah di 15 desa yang terkena pembebasan lahan untuk proyek ini. Desa itu meliputi Kecamatan Tanggulangin, Porong, dan Jabon, Sidoarjo, hingga Gempol, Pasuruan.
Guna membantu memperlancar lalu lintas arus mudik dan balik Lebaran di jalur arteri baru itu, Dinas Perhubungan Sidoarjo juga tengah menyiapkan sekitar 35 rambu-rambu baru. Kepala Bidang Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo, Edy Sutiono mengatakan, rambu tersebut di antaranya rambu pendahulu penunjuk jalan (RPPJ), rambu peringatan bahaya dan rambu petunjuk arah.
Juga mempersiapkan sejumlah pos komando yang ditempatkan di titik-titik rawan kemacetan, seperti pertigaan Porong dan perbatasan Sidoarjo-Mojokerto di kawasan Mlirip.

Pembebasan Lahan

Dari empat paket jalur arteri Porong yang terbentang dari Sidoarjo ke Pasuruan, hanya jalur I dan IV, yakni Pusdik Porong dan Wunut-Pamotan yang yang bisa dimanfaatkan. Tak maksimalnya penyelesaian arteri Porong ini lantaran masih terhambat pembebasan lahan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), Ahmad Purwanto, mengatakan, paling cepat setelah Lebaran. BPLS telah menyerahkan 30 berkas pemilik  lahan relokasi jalan raya arteri Porong pada Pengadilan Negeri Sidoarjo.
Humas BPLS, Ahmad Khusairi mengatakan, dari 36 berkas pembebasan lahan untuk jalur arteri itu sebanyak 30 sudah diserahkan ke PN Sidoarjo dan dalam pekan ini sudah bisa diproses. Untuk penyelesaian 6 berkas sisanya segera diserahkan ke PN Sidoarjo
Untuk 30 berkas yang sudah diserahkan ke PN Sidoarjo, total pembayaran yang dikeluarkan BPLS sekitar Rp 5,8 miliar. Lahan-lahan yang dikonsinyasi berada di Desa Ketapang Kecamatan Tanggulangin, Desa Wunut, Pamotan, Kesambi, Juwet Kenongo, dan Kebonagung Kecamatan Porong, serta Desa Kejapanan Kecamatan Gempol, Pasuruan. (tim)


Advanced Search


  • RANGKAIAN KEGIATAN MEMPERINGATI HARI JADIKE 69 PROVINSI JAWA TIMUR KE 69

  • Kamis, 16 Oktober 2014

    Festival kuliner Makanan Raja-raja Majapahit bersama Hari Pangan Sedunia
    Pukul: 09.00 s/d selesai
    Tempat: Lapangan Timur GOR
    Sidoarjo Pelaksana: 16 - 18 Okt 2014

  • Sabtu, 18 Oktober 2014

    Parade Seni Budaya Jawa Timur
    Pukul: 18.00 s/d selesai
    Tempat: Taman Candra Wilwatita
    Pelaksana: 16 - 18 Okt 2014

  • Gelar Seni Padang Rembulan
    Pukul: 19:00 s/d selesai
    Tempat:Pamekasan

  • Festival Sapi Sono'
    Pukul: 19:00 s/d selesai
    Tempat: Stadion R. Soenarto Hadiwidjojo, Pamekasan

  • Minggu, 19 Oktober 2014

    Jalan Sehat Peringatan hari Jadi 69 Prov. Jatim dan HUT Dispenda ke-52 Th. 2014
    Pukul: 06:00 s/d Selesai
    Tempat: Start dan Finish Halaman Gedung Negara Grahadi

  • Fun Bike
    Pukul: 06.00 WIB s/d SELESAI,
    Tempat: Tugu Pahlawan

  • Grand Final Kerapan Sapi Tradisional se-Madura
    Pukul: 08:00 s/d Selesai
    Tempat: Stadion R. Soenarto Hadiwidjojo, Pamekasan

  • Seminar Naional Kebudayaan
    PUKUL: 08.00 WIB s/d SELESAI,
    Tempat: Taman Candra Wilwatikta

  • Istiqhosah
    Pukul: 10:00 s/d Selesai
    Tempat: Tugu Pahlawan

  • Penutupan Jatim Fair 2014
    Pukul: 19:00 s/d Selesai
    Tempat: Grand City Surabaya

  • Selasa, 21 Oktober 2014

    Gelar Seni Padang Rembulan
    Pukul: 19:00 s/d Selesai
    Tempat: Bangkalan

  • Minggu, 26 Oktober 2014

    Superball Run (10K)
    Start: Tugu Pahlawan, Finish: Delta Plasa, SBY
    Pukul: 06:00 s/d Selesai
    Tempat: Tugu Pahlawan

  • Rabu, 29 Oktober 2014

    Pesta Rakyat dan Pentas Seni 2014
    Pelaksanaan: 29 Okt - 2 Nop 2014
    Pukul: 19:00 s/d Selesai
    Tempat: Lapangan Parkir Barat Stadion Gajayana Malang

  • Festival Keseniah Pesisir Utara
    Pelaksanaan: 20 Okt - 2 nop 2014
    Pukul: 10:00 s/d Selesai
    Tempat: Alun-alun Kab Sumenep

  • Kamis, 30 Oktober 2014

    Youth Market
    Pelaksanaan: 30 Okt - 2 Nop 2014
    Pukul: 10:00 s/d Selesai
    Tempat: Hal parkir timur Plasa Surabaya

  • Jumat, 31 Oktober 2014

    Pagelaran Wayang Kulit Dalang: Ki Anom Suroto
    Pukul: 19:00 s/d Selesai
    Tempat: Jl. Pahlawan Surabaya

   Produk SKPD