Mendung Sedikit
24-34
MAJALAH POTENSI
Majalah Potensi terbit tiap 2 minggu
Edisi Januari 2012
Selasa, 1 Maret 2011 | 08:31
Tak banyak orang peduli atas kerusakan lingkungan, seperti pencemaran yang kian merusak Sungai Brantas dan membuat kualitas airnya terus menurun. Bagi Imam Rochani, menjaga kelestarian lingkungan merupakan bentuk ibadah yang hingga kini terus diupayakannya.
Pria kelahiran Blitar, 21 Januari 1971 ini selalu aktif dalam berbagai kegiatan, khususnya yang berkaitan dengan perbaikan lingkungan hidup. Untuk mewujudkan kepeduliannya, ia membentuk Lembaga Swadaya Masyarakat Konsorsium Lingkungan Hidup (LSM KLH). Bersama KLH, sejak sepuluh tahun silam, ia terus memantau kondisi lingkungan, khususnya di Jawa Timur.
Salah satu fokus upayanya melalui kegiatan Patroli Air Terpadu yang melibatkan lintas instansi, seperti Perum Jasa Tirta I, Badan Lingkungan Hidup, dan Polda Jatim. Dalam kegiatan inspeksi mendadak guna memantau industri yang membuang limbah cair ke sungai itu, ia dipercaya sebagai koordinator lapangan.
Tiap sebulan sekali, ia mengkoordinasi lintas instansi untuk melaksanakan sidak patroli air terpadu. Hasilnya, puluhan industri berhasil terjaring tim yang dikomandaninya. Tak hanya menangkap industri nakal, ia juga cukup kooperatif dalam proses penyidikan dan selalu menjadi saksi di pengadilan atas kasus yang menjerat industri.
Bapak dua orang anak itu merasa tak pernah takut menjalani proses penyidikan hingga persidangan atas kasus pencemaran lingkungan. Baginya, apapun yang dilakukannya itu adalah sebuah ibadah.
“Dalam Al-Quran sudah tertulis bahwa kerusakan bumi terjadi akibat ulah manusia. Tingkat kerusakan pun bervariasi, ada yang kecil, sedang, dan parah. Itu hanya bisa diperbaiki degan aksi nyata, tak hanya diam,” ungkapnya.
Saat ini, patroli masih dilakukan di wilayah Kali Surabaya dari Mojokerto hingga Surabaya. Namun, ke depannya Imam memiliki keinginan sangat besar untuk lebih memperlebar jangkauan patroli air hingga ke seluruh wilayah Jatim. Untuk bisa mencapai impiannya itu, hingga kini ia pun terus berupaya menggandeng berbagai instansi pemerintah untuk mendukung patroli.
Bahkan, kegiatan patroli yang dipimpinnya itu kini menjadi referensi internasional. Beberapa negara juga telah berkunjung ke Jatim melalui PJT I, seperti dari negara Nepal, Jepang, dan Thailand yang belajar dan menyatakan niat untuk mengadopsi kegiatan patroli air.
Kendati kegiatan yang dimotorinya cukup sukses, ia masih memiliki keresahan karena terdapat oknum yang kini mengatasnamakan tim patroli air dan membuat cirtra positif patroli bisa jadi buruk.
“Ada beberapa perusahaan yang melaporkan adanya oknum penegak hukum yang menawarkan membantu penyelesaikan kasus dengan meminta sejumlah uang. Bahkan, ada pula lembaga yang kini mengklaim kegiatan patroli air sebagai program mereka. Ke depan, saya tak ingin itu terjadi lagi,” ungkapnya.
Sebelum digelar patroli air terpadu mulai November 2008, ia bersama rekan-rekannya di LSM KLH telah melakukan hal serupa sejak 2001. “Saya bersama rekan LSM telah melakukan patroli sejak 2001 dan itu dilakukan hanya untuk proses identifikasi pabrik yang membuang limbah. Dari upaya itu, kami tahu kapan industri di bantaran Kali Surabaya membuang limbah,” ujarnya.
Saat ini pencemaran di Sungai Brantas 60 persennya dari limbah domestik atau rumah tangga, 30 persen dari limbah industri, dan 10 persen lainnya dari limbah pertanian. Patroli yang masih mencakup aspek industri baginya tak kalah penting, karena pembuangan limbah industri kerap dilakukan dalam waktu tertentu dan dalam jumlah cukup besar. (afr)
Data Diri
Nama Imam Rochani
Tempat, Tanggal Lahir Blitar, 21 Januari 1971
Alamat Jalan Karah Gang 1 Surabaya
Nama Istri Nur Aini
Nama Anak - Ainul Fikri Hidayat Rochani
- Jamaludin Taufiqur Rochani
Riwayat Pendidikan SD Hasanudiin Surabaya
SMP Budi Dharma Surabaya
Madrasah Aliyah Negeri Surabaya
Universitas Setia Barunawati
Pekerjaan - Ketua LSM Konsorsium LH
- Pegusaha Kertas
- Kepala Badan Pengawas Koperasi karya Mukti
- Pengelola dan Pemilik Sekolah Paket A, B, dan C Budi Utama Surabaya
- Pengurus Karang Taruna Kota Surabaya
- Ketua Forum Pendidikan Paket se-Surabaya
- Pengurus Yayasan Pengembangan Sosial Hasanuddin
